Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres, Senin (29/3), meminta dunia untuk bersatu menekan junta militer Myanmar setelah militer negara Asia Tenggara itu membunuh lebih dari 100 demonstran antikudeta pada akhir pekan lalu.
"Tidak bisa diterima adanya kekerasan terhadap warga dalam tingkat yang sangat tinggi, jumlah orang tewas sangat banyak, penolakan terhadap kebutuhan untuk membebaskan seluruh tahanan politik, dan mengembalikan Myanmar menjadi negara demokrasi," kata Guterres.
"Komunitas internasional harus bersatu dan meningkatkan komitmen untuk menekan junta militer Myanmar," imbuhnya.
Baca juga: Biden Kecam Pertumpahan Darah di Myanmar
Sejak kudeta, 1 Februari lalu, prajurit dan polisi menggelar kampanye brutal terhadap demonstran antikudeta yang menuntut pemulihan demokrasi dan pembebasan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.
Akhir pekan lalu menjadi hari yang paling berdarah dalam aksi demonstrasi menentang kudeta Myanmar dengan 107 orang, termasuk tujuh anak-anak, tewas pada Sabtu (27/3). Sebanyak 13 orang lainnya tewas pada Minggu (28/3).
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pertemuan tertutup pada Rabu (31/3) untuk membahas situasi di Myanmar dan mendengarkan penjelasan dari utusan khusus PBB untuk Myanmar Christine Schraner Burgener. (AFP/OL-1)
Upaya diplomatik global belakangan lebih banyak digerakkan oleh kepemimpinan Amerika Serikat dibandingkan forum internasional.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Serangan Rusia di Bogodukhiv, Ukraina, tewaskan 4 warga sipil termasuk 3 balita. Tragedi ini terjadi di tengah upaya negosiasi damai di Abu Dhabi.
Program undian ini mendapat respons positif dari masyarakat.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Para delegasi SMA Labschool Jakarta berkunjung dan diterima oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo di kantor KBRI Indonesia di Washington DC.
KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) masih harus menganalisis terlebih dulu laporan dugaan penjualan senjata oleh pemerintah Indonesia ke Myanmar.
JUNTA Myanmar dituding membahayakan nyawa pemimpin sipil yang dipenjara, Aung San Suu Kyi. Hal ini diungkapkan partai politik Suu Kyi.
SEKJEN PBB Antonio Guterres menyampaikan pihaknya mendukung penuh inisiatif kepresidenan ASEAN dan 5 poin konsensus untuk menuntaskan krisis di Myanmar.
MALAYSIA telah menyerukan agar KTT ASEAN bisa memberikan tindakan tegas terhadap para jenderal Myanmar.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus dilakukan ASEAN untuk membantu mengatasi krisis Myanmar.
KELOMPOK masyarakat sipil yang bekerja di Myanmar telah mengkritik Kepala Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Martin Griffiths atas kunjungannya ke negara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved