Rabu 17 Maret 2021, 11:34 WIB

Ribuan Warga Mengungsi dari Zona Industri Myanmar

Basuki Eka Purnama | Internasional
Ribuan Warga Mengungsi dari Zona Industri Myanmar

AFP/STR
Warga menggunakan mobil dan truk melarikan diri dari Hlaing Tharyar, Yangon, Myanmar, saat pasukan keamanan menyerang para demonstran.

 

RIBUAN warga menyelamatkan diri dari pinggiran kawasan industri ibu kota Myanmar, Selasa (16/3), di tengah kekhawatiran pertumpahan darah yang semakin parah setelah puluhan demonstran tewas di daerah tersebut dan junta menerapkan status darurat militer, lapor media setempat.

Pasukan keamanan masih bertahan di zona industrial Hlaing Tharyar di Yangon, tempat lebih dari 40 orang tewas, Minggu (14/3) dan sejumlah
pabrik dibakar, seperti yang diungkapkan warga.

Akan tetapi pemutusan jaringan internet pascaaksi kekerasan berdampak pada semua wilayah - dengan hanya segelintir orang yang mempunyai akses internet - membuat informasi sulit diverifikasi.

Baca juga: Kudeta Perburuk Krisis Ekonomi di Myanmar

"Di sini seperti zona perang. Mereka melepaskan tembakan di mana-mana," kata demonstran buruh di daerah tersebut sembari menambahkan bahwa sebagian besar warga sangat ketakutan untuk keluar.

Banyak warga Hlaing Tharyar, pinggiran kota miskin yang banyak dihuni para migran dan buruh pabrik, Selasa (16/3), menyelamatkan diri.

Mereka pergi membawa barang berharga miliknya dengan menggunakan sepeda motor dan bajaj setelah militer memberlakukan status darurat di daerah tersebut dan di lima kota lainnya di Yangon menyusul aksi kekerasan selama akhir pekan, lapor Frontier Myanmar.

Dua dokter mengatakan bahwa masih terdapat korban luka yang membutuhkan perhatian medis di daerah tersebut, tetapi militer menutup
akses pintu masuk dan keluar.

"Junta militer memblokir semua akses pintu masuk dan keluar," ungkap salah satu dokter.

Ketua kelompok HAM Fortify Rights, Matthew Smith, menuliskan di Twitter, "Kami diberitahu tentang kemungkinan puluhan orang lainnya tewas di #HlaingTharYar saat ini. Kendaraan darurat tidak bisa masuk ke area tersebut karena jalan ditutup."

Sejauh ini lebih dari 180 demonstran tewas saat pasukan keamanan berupaya menghancurkan penentang jenderal-jenderal, yang menggulingkan Aung San Suu Kyi beserta kabinetnya melalui kudeta militer 1 Februari. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP/David Dee Delgado.

Kunjungan Biden ke Tempat Pembantaian Rasis akan Soroti Ekstremisme AS

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 11:26 WIB
Tersangka tampaknya menulis manifesto yang mempromosikan ide-ide supremasi kulit putih yang semakin...
Genya SAVILOV / AFP

Ditinggalkan Pasukan Rusia, Irpin Kembali Bersolek

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 17 Mei 2022, 10:00 WIB
Irpin, daerah yang bertetangga dengan ibu kota Ukraina, Kyiv, sebagian besar dihancurkan oleh pertempuran antara tentara Ukraina dengan...
AFP/OUSMANE MAKAVELI

Junta Mali Klaim Gagalkan Upaya Kudeta

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 09:57 WIB
Junta militer Mali pada Senin (16/5) mengatakan pihaknya menggagalkan upaya kudeta pekan lalu yang dipimpin oleh perwira militer dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya