Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMONSTRASI bertajuk No Kings yang berlangsung di New York pada 28 Maret bukan sekadar aksi turun ke jalan. Gerakan ini merupakan bagian dari mobilisasi nasional yang terkoordinasi rapi melalui sebuah platform digital, yakni situs resmi No Kings.
No Kings adalah gerakan protes yang menolak apa yang mereka sebut sebagai kecenderungan otoritarianisme dalam kepemimpinan mantan Presiden AS Donald Trump.
Melalui slogan 'In America, we have no kings', gerakan ini menegaskan bahwa kekuasaan seharusnya berada di tangan rakyat, bukan individu yang dianggap ingin memerintah layaknya “raja”.
Di dalam platform resminya, penyelenggara menyuarakan sejumlah isu utama, mulai dari dugaan pelanggaran kebebasan sipil, ancaman terhadap hak pilih, kebijakan imigrasi, hingga tekanan ekonomi terhadap masyarakat.
Narasi yang dibangun menempatkan gerakan ini sebagai bentuk people power untuk melawan kekuasaan yang dinilai represif.
Namun yang membedakan No Kings dari demonstrasi pada umumnya adalah pendekatan organisasinya.
Website mereka berfungsi sebagai pusat komando yang mengintegrasikan berbagai aspek aksi, mulai dari daftar event di berbagai kota, siaran langsung (livestream), materi kampanye, hingga pelatihan lanjutan bagi peserta.
Melalui situs tersebut, publik tidak hanya diajak untuk hadir dalam aksi, tetapi juga diarahkan ke langkah berikutnya. Setelah demonstrasi berlangsung, peserta didorong mengikuti berbagai kegiatan seperti town hall nasional, diskusi lintas agama, hingga pelatihan hak-hak sipil, termasuk edukasi menghadapi aparat imigrasi.
Strategi ini menunjukkan bahwa No Kings tidak berhenti pada mobilisasi massa sesaat. Gerakan ini dirancang sebagai upaya jangka panjang dengan struktur yang berlapis, dari aksi langsung, konsolidasi komunitas, hingga penguatan kapasitas aktivis di tingkat lokal.
Penyelenggara juga menekankan komitmen terhadap aksi non-kekerasan. Dalam panduannya, peserta diminta untuk menghindari konfrontasi, mematuhi hukum, dan tidak membawa senjata dalam bentuk apa pun selama aksi berlangsung.
Dengan kombinasi antara mobilisasi jalanan dan koordinasi digital, No Kings mencerminkan pola baru dalam gerakan sosial modern. Di mana demonstrasi tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem yang terhubung dan berkelanjutan. (nokings.org/Z-10)
Gerakan No Kings mengguncang Amerika Serikat setelah aksi massa serentak digelar di lebih dari 3.300 titik di seluruh 50 negara bagian pada Sabtu (28/3).
Usai aksi besar 28 Maret, gerakan No Kings menyiapkan langkah lanjutan lewat agenda nasional. Simak rencana berikutnya dan catat tanggal pentingnya.
Robert De Niro ikut aksi “No Kings” di New York, bagian dari protes nasional terhadap kebijakan Trump terkait Iran dan imigrasi yang dinilai kontroversial.
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved