Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

No Kings Mendadak Ramai di AS, Gerakan Apa Ini Sebenarnya?

 Gana Buana
29/3/2026 15:36
No Kings Mendadak Ramai di AS, Gerakan Apa Ini Sebenarnya?
Aksi masa 'no kings' di California, Minggu (29/3/2026).(Dok. Instagram @Cinconews)

DEMONSTRASI bertajuk No Kings yang berlangsung di New York pada 28 Maret bukan sekadar aksi turun ke jalan. Gerakan ini merupakan bagian dari mobilisasi nasional yang terkoordinasi rapi melalui sebuah platform digital, yakni situs resmi No Kings.

Apa Itu Gerakan No Kings?

No Kings adalah gerakan protes yang menolak apa yang mereka sebut sebagai kecenderungan otoritarianisme dalam kepemimpinan mantan Presiden AS Donald Trump.

Melalui slogan 'In America, we have no kings', gerakan ini menegaskan bahwa kekuasaan seharusnya berada di tangan rakyat, bukan individu yang dianggap ingin memerintah layaknya “raja”.

Di dalam platform resminya, penyelenggara menyuarakan sejumlah isu utama, mulai dari dugaan pelanggaran kebebasan sipil, ancaman terhadap hak pilih, kebijakan imigrasi, hingga tekanan ekonomi terhadap masyarakat.

Narasi yang dibangun menempatkan gerakan ini sebagai bentuk people power untuk melawan kekuasaan yang dinilai represif.

Namun yang membedakan No Kings dari demonstrasi pada umumnya adalah pendekatan organisasinya.

Demonstrasi Berlangsung Secara Live

Website mereka berfungsi sebagai pusat komando yang mengintegrasikan berbagai aspek aksi, mulai dari daftar event di berbagai kota, siaran langsung (livestream), materi kampanye, hingga pelatihan lanjutan bagi peserta.

Melalui situs tersebut, publik tidak hanya diajak untuk hadir dalam aksi, tetapi juga diarahkan ke langkah berikutnya. Setelah demonstrasi berlangsung, peserta didorong mengikuti berbagai kegiatan seperti town hall nasional, diskusi lintas agama, hingga pelatihan hak-hak sipil, termasuk edukasi menghadapi aparat imigrasi.

Strategi ini menunjukkan bahwa No Kings tidak berhenti pada mobilisasi massa sesaat. Gerakan ini dirancang sebagai upaya jangka panjang dengan struktur yang berlapis, dari aksi langsung, konsolidasi komunitas, hingga penguatan kapasitas aktivis di tingkat lokal.

Penyelenggara juga menekankan komitmen terhadap aksi non-kekerasan. Dalam panduannya, peserta diminta untuk menghindari konfrontasi, mematuhi hukum, dan tidak membawa senjata dalam bentuk apa pun selama aksi berlangsung.

Dengan kombinasi antara mobilisasi jalanan dan koordinasi digital, No Kings mencerminkan pola baru dalam gerakan sosial modern. Di mana demonstrasi tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem yang terhubung dan berkelanjutan. (nokings.org/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya