Minggu 28 Februari 2021, 20:00 WIB

47 Aktivis Hong Kong Dituduh Mengancam Keamanan

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
47 Aktivis Hong Kong Dituduh Mengancam Keamanan

AFP
Benny Tai, satu dari puluhan aktivis Hong Kong, yang diperiksa kepolisian.

 

POLISI di Hong Kong menjadikan 47 aktivis sebagai tersangka kasus kekerasan terhadap oposisi demokratis di bawah Undang-Undang (UU) Keamanan Nasional.

Sam Cheung, seorang aktivis muda, datang ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan. Dia mengenakan topeng hitam dan ditemani sang istri.

"Warga Hong Kong mengalami masa sulit akhir-akhir ini. Saya harap semua orang tidak menyerah dengan Hong Kong dan terus berjuang," ujar Cheung kepada wartawan.

Cheung ditangkap dalam serangan fajar bersama dengan lebih dari 50 demokrat lainnya pada 6 Januari lalu. Tepatnya saat terjadi operasi keamanan nasional terbesar sejak UU Keamanan Nasional disahkan pada Juni 2020.

Baca juga: Legislator Prodemokrasi Hong Kong Kompak Mengundurkan Diri

Sejumlah aktivis dituduh mengatur dan berpartisipasi dalam pemilihan pendahuluan tidak resmi, yang bertujuan memilih calon terkuat untuk pemilihan dewan legislatif. Polisi Hong Kong menyatakan telah mendakwa 47 orang, dengan tuduhan bersekongkol untuk melakukan subversi.

“Mereka akan hadir di pengadilan pada Senin pagi,” bunyi pernyataan tersebut.

Para aktivis ditahan pada saat itu juga, kemudian diinterogasi. Beberapa ponsel dan komputer disita, namun dibebaskan untuk menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Hong Kong Lockdown Distrik Yordania

"Peluang saya untuk mendapatkan jaminan tidak akan terlalu besar," tulis Benny Tai dalam unggahan media sosial. Dia juga didakwa dan dituduh otoritas Tiongkok sebagai ahli taktik utama dalam aksi protes.

Sejumlah aktivis yang dipanggil kepolisian Hong Kong, termasuk Lester Shum, Sam Cheung, Ventus Lau dan Fergus Leung. Publik mengecam penangkapan itu sebagai penganiayaan politik untuk jajak pendapat informal dan damai, yang menarik 600 ribu suara di wilayah berpenduduk 7,5 juta.

Sejauh ini, polisi Hong Kong telah menangkap 99 orang karena dugaan pelanggaran hukum keamanan. UU Keamanan Nasional dipandang para kritikus sebagai ancaman bagi kebebasan dan otonomi Hong Kong.(CNA/OL-11)

 

 

 

Baca Juga

AFP/KHAMENEI.IR

Khamenei Peringatkan Agar Pembicaraan Nuklir tidak Berlarut-larut

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 15 April 2021, 06:46 WIB
Pemimpin tertinggi itu juga memperingatkan bahwa Iran harus waspada terhadap AS selama negosiasi...
AFP/Handout / GERB Party Press Office

PM Bulgaria Pastikan tidak akan Mencalonkan Diri Lagi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 15 April 2021, 06:28 WIB
Borisov mengatakan dirinya akan mencalonkan Daniel Mitov, yang merupakan menteri luar negeri Bulgaria antara 2014 dan 2017, sebagai...
AFP/Don EMMERT

Otak Penipuan Finansial Terbesar dalam Sejarah Meninggal Dunia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 15 April 2021, 06:19 WIB
Pria asal New York itu divonis penjara 150 tahun pada 2009 karena memainkan skema piramida yang mengelabui ribuan orang do dunia dan meraup...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya