Minggu 14 Februari 2021, 07:06 WIB

AS-WHO Minta Tiongkok Beri Banyak Data Asal Usul Pandemi

Nur Aivanni | Internasional
AS-WHO Minta Tiongkok Beri Banyak Data Asal Usul Pandemi

Hector RETAMAL / AFP
Peter Ben Embarek (tengah) dan anggota lainnya dari WHO tiba di Bandara Tianhe siap meninggalkan Kota Wuhan, Rabu (10/2/2021)

 

AMERIKA Serikat dan seorang ahli WHO, pada Sabtu (13/2) meminta lebih banyak data dari Beijing tentang asal-usul pandemi virus korona, setelah misi WHO berjuang di Tiongkok untuk membuat kemajuan terkait covid-19.

Tim ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan rekan Tiongkok mengunjungi tempat-tempat penting di sekitar kota Wuhan, tempat kasus covid-19 pertama kali terdeteksi. Namun, mereka mengatakan belum dapat menjelaskan sifat transmisi awal. Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan negaranya memiliki keprihatinan yang mendalam tentang temuan awal dari penyelidikan tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan AFP, Peter Ben Embarek, yang memimpin misi WHO, mengatakan bahwa timnya telah meminta lebih banyak data. 

"Ada campuran rasa frustrasi, tetapi juga campuran dari ekspektasi yang realistis dalam hal apa yang mungkin dilakukan dalam kerangka waktu tertentu," tambahnya.

Para ahli percaya penyakit yang telah menewaskan hampir 2,4 juta orang di seluruh dunia itu berasal dari kelelawar dan dapat ditularkan ke manusia melalui mamalia lain. Tetapi sementara virus itu pertama kali ditemukan di Wuhan pada Desember 2019, masih belum jelas kapan dan di mana penularan itu sebenarnya dimulai.

Sementara itu, Jerman meningkatkan keamanan perbatasannya, dengan menutup perbatasannya dengan Republik Ceko dan sebagian Austria.

"Saya harus melintasi perbatasan sebelum tengah malam," kata pengemudi profesional Ludvik Boucek kepada AFP pada Sabtu sore saat dia mencuci truknya di area layanan di Rozvadov, Ceko. "Saya senang operator perusahaan memberi tahu saya tentang penutupan itu. Saya belum mendengar apa-apa tentang itu," tambahnya.

baca juga: Tak Ada Indikasi Covid-19 Menyebar di Wuhan Sebelum Desember 2019

Pada Sabtu, Portugal, di antara negara-negara yang paling terpukul di dunia, memperpanjang penangguhan penerbangan dari Inggris dan Brasil hingga 1 Maret. Di Lisbon, pada Jumat, kontrol perbatasan dengan negara tetangga Spanyol diperpanjang hingga 1 Maret. (AFP/OL-3)

Baca Juga

dok.mi

Presiden AAYG Dukung Pemerintah RI Wujudkan Perdamaian Dunia

👤mediandonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 14:45 WIB
Presiden Asian African Youth Government (AAYG), Respiratori Saddam Al Jihad mendukung pemerintah RI untuk terlibat aktif mewujudkan...
dok.AFP

Ukraina Klaim Sukses Buat Rusia Kelabakan di Krimea

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 11:21 WIB
Ukraina telah menyatakan kesuksesan atas sejumlah serangan di Krimea yang membuat Rusia panik. Kyiv akan melanjutkannya sampai kekuatan...
AFP/MOHAMMED ABED

Israel Akhirnya Akui Membunuh 5 Anak Palestina yang Sedang Bermain

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 10:52 WIB
Saat terjadinya serangan, militer Israel sempat mengklaim kelima anak itu tewas akibat terkena roket milik Jihad...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya