Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM WHO dan pakar Tiongkok mengungkapkan, tidak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa covid-19 menyebar di pusat kota Wuhan, Tiongkok sebelum Desember 2019.
"Tidak ada indikasi penularan SARS-COV-2 pada populasi periode sebelum Desember 2019," kata Liang Wannian, Kepala Tim Tiongkok, pada konferensi pers.
Dia pun menambahkan bahwa tidak cukup bukti untuk menentukan apakah virus telah menyebar di kota sebelumnya.Misi itu juga mengatakan belum menemukan inang hewan yang bertanggung jawab untuk menularkan virus ke manusia.
Baca juga : Pakistan Setujui Penggunaan Sputnik V dari Rusia
“Penularan dari hewan mungkin terjadi, tetapi sejauh ini inang reservoir masih harus diidentifikasi," kata Wannian.
“Hipotesis insiden laboratorium sangat tidak mungkin untuk menjelaskan masuknya virus ke dalam populasi manusia,” kata Peter Ben Embarek, kepala misi WHO.
"Oleh karena itu, tidak ada dalam hipotesis yang akan kami sarankan untuk penelitian di masa depan," pungkasnya. (Arab News/Ol-2)
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
Sapto mengatakan, awalnya pihak berusaha menghubungi pemilik rumah namun tak membuahkan hasil. Begitu pula kepada para penyewa sebelumnya yang juga tidak kooperatif.
VARIAN virus Corona baru pada kelelawar terdeteksi oleh Peneliti di Institut Virologi Wuhan, Seperti SARS-CoV-2, virus kelelawar, HKU5-CoV-2 mengandung fitur
SEBUAH tim di Tiongkok telah menemukan virus corona kelelawar baru. Ia disebut membawa risiko penularan dari hewan ke manusia karena menggunakan reseptor manusia yang sama dengan Covid-19
Analisis CIA mencakup pemeriksaan lebih mendalam terhadap kondisi di laboratorium keamanan tinggi di Wuhan, Tiongkok, sebelum wabah terjadi.
Penyebabnya berasal dari kebocoran dari laboratorium di Wuhan, Tiongkok.
Departemen Energi Amerika Serikat (AS) telah menyimpulkan bahwa pandemi kemungkinan besar muncul dari kebocoran laboratorium di Wuhan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved