Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT infeksi yang menyerang paru-paru masih menjadi perhatian serius di tingkat global. Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan sejumlah patogen lama maupun baru terus muncul dan berpotensi menyebabkan infeksi pernapasan berat.
Meski tidak selalu memicu wabah besar, penyakit-penyakit ini memiliki tingkat keparahan tinggi dan dapat berujung pada komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan individu dengan penyakit penyerta.
Berikut empat penyakit infeksi paru berat yang saat ini masih dipantau secara ketat oleh otoritas kesehatan dunia.
Avian influenza, khususnya virus influenza A subtipe H5N1, merupakan penyakit zoonosis yang menular dari unggas ke manusia. Infeksi terjadi melalui kontak langsung dengan unggas terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi. Dalam beberapa laporan WHO, kasus manusia masih ditemukan di sejumlah negara Asia dan Amerika.
Pada manusia, flu burung dapat menyebabkan pneumonia berat dan gangguan pernapasan akut. Tingkat kematian pada kasus yang terkonfirmasi tergolong tinggi, meskipun penularan antarmanusia masih terbatas. Hingga kini, pemantauan dilakukan secara ketat untuk mencegah potensi mutasi yang dapat meningkatkan penularan.
MERS-CoV adalah penyakit pernapasan akibat coronavirus yang pertama kali diidentifikasi pada 2012 di Timur Tengah. Virus ini ditularkan dari unta ke manusia dan dapat menyebar antarmanusia dalam kondisi tertentu, terutama di fasilitas kesehatan.
WHO mencatat angka kematian MERS cukup tinggi dibandingkan penyakit pernapasan lainnya. Gejala umum meliputi demam, batuk, dan sesak napas, yang pada kasus berat dapat berkembang menjadi gagal napas. Hingga saat ini, belum tersedia vaksin atau terapi spesifik untuk MERS, sehingga pencegahan dan pengendalian infeksi menjadi langkah utama.
Influenza musiman masih menjadi penyebab utama infeksi paru berat di berbagai negara. Beberapa strain virus influenza dapat menyebabkan Severe Acute Respiratory Infection (SARI), terutama pada lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
Meski sering dianggap penyakit ringan, influenza berat berkontribusi pada angka rawat inap dan kematian setiap tahunnya. Perubahan genetik virus yang terjadi secara berkala membuat influenza tetap relevan sebagai ancaman kesehatan masyarakat global.
Virus Nipah merupakan patogen zoonosis yang berasal dari kelelawar dan dapat menular ke manusia melalui hewan perantara atau makanan yang terkontaminasi. Kasus terbaru dilaporkan di Asia Selatan dan mendapat perhatian internasional karena tingkat fatalitasnya yang tinggi.
Infeksi Nipah dapat menyebabkan pneumonia berat dan gangguan saraf seperti ensefalitis. Hingga kini, belum tersedia obat maupun vaksin khusus untuk penyakit ini, sehingga perawatan bersifat suportif dan membutuhkan fasilitas medis yang memadai.
Keempat penyakit tersebut menunjukkan bahwa ancaman infeksi paru berat masih nyata. Sebagian besar berasal dari penularan hewan ke manusia dan belum memiliki pengobatan spesifik. Oleh karena itu, pemantauan berkelanjutan, deteksi dini, dan kesiapsiagaan sistem kesehatan menjadi kunci dalam mengurangi risiko dampak yang lebih luas. (World Health Organization/Z-2)
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
DISEASE Outbreak News (DONs) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan resmi meninggalnya pasien akibat infeksi virus Nipah (NiV) di Banglades
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
BARU-baru ini outbreak virus Nipah menyebabkan kewaspadaan kesehatan di banyak negara Asia. Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai gejala, kenali penularan dan pengobatannya
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
Tes laboratorium memastikan angsa-angsa itu mati karena penyakit yang sangat patogen strain H5N1 dari H5 virus flu burung.
Pemerintah pusat mengadakan pertemuan dengan para menteri terkait di Tokyo untuk memastikan kerja sama yang erat antar instansi dalam menangani kasus flu burung yang merebak di Hokkaido.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan virus influenza D memiliki karakteristik zoonosis seperti Flu Burung atau virus Nipah.
Selandia Baru bersiap menghadapi ancaman flu burung H5N1 dengan memvaksinasi burung langka seperti kakapo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved