Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Diduga Terinfeksi Patogen Strain Flu Burung, 50 Angsa Ditemukan Mati di Sungai Beku di Lockport Kanada

Media Indonesia
13/12/2025 13:00
Diduga Terinfeksi Patogen Strain Flu Burung, 50 Angsa Ditemukan Mati di Sungai  Beku di Lockport Kanada
Virus Flu Burung(Dok Istimewa)

SEBANYAK 50 angsa ditemukan mati di atas salju di Sungai Merah yang membeku di Lockport, sekitar 15 kilometer sebelah utara Winnipeg, Kanada. Sebelumnya, sebanyak 165 bangkai angsa disingkirkan dari kolam di Niverville, 20 kilometer selatan Winnipeg. Tes laboratorium memastikan angsa-angsa itu mati karena penyakit yang sangat patogen strain H5N1 dari H5 virus flu burung.

“Kami belum menguji angsa yang mati di Lockport, namun berdasarkan jumlah dan sebarannya, kami angsa ini mati akibat penyakit yang sama,” kata ahli biologi dari Dinas Margasatwa Kanada, Frank Baldwin.

Flu burung, atau flu burung, disebut “wabah unggas” ketika diidentifikasi di Italia pada tahun 1878 dan perlahan-lahan berkembang menjadi penyakit menular. Situ CDC  AS menyebut strain H5 yang dominan saat ini, H5N1, muncul di Tiongkok pada tahun 1996 dan sejak itu menyebar secara global. 

“Jadi virus ini adalah sesuatu yang berevolusi pada burung, namun ini adalah situasi yang menarik tahun ini, karena kita belum pernah melihat tingkat kematian pada angsa seperti ini sebelumnya,” kata Baldwin.

Sebelumnya, virus flu burung tidak membahayakan burung-burung yang bermigrasi. Pada tahun 2021, ketika kematian burung liar yang belum pernah terjadi sebelumnya mulai terjadi, kata Baldwin. Kasus pertama pada burung liar di Manitoba terdeteksi pada musim semi 2022.

Badan Kesehatan Masyarakat Kanada menganggap virus H5N1 berisiko rendah bagi manusia. Kanada hanya memiliki dua kasus yang dikonfirmasi pada manusia: satu pada tahun 2014 pada wisatawan yang bepergian ke luar negeri dan kembali ke Kanada, dan satu kasus lokal  di British Columbia pada akhir tahun 2024.

Meskipun demikian, Baldwin mengatakan masyarakat perlu mengambil tindakan pencegahan di sekitar unggas yang mati. 

Sebelumnya, 726 unggas mati telah diuji di Manitoba tahun ini, dan 54 di antaranya positif mengidap H5N1. Jumlah angsa yang mati di satu lokasi, seperti di Niverville dan Lockport, jarang terjadi, kata Baldwin.

“Ini benar-benar memprihatinkan karena ini bukan sesuatu yang pernah kita lihat sebelumnya," ujarnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik