Jumat 22 Januari 2021, 18:09 WIB

Calon Menkeu AS Setuju Kenaikan Pajak Perusahaan dan Orang Kaya 

Nur Aivanni | Internasional
Calon Menkeu AS Setuju Kenaikan Pajak Perusahaan dan Orang Kaya 

AFP/Kevin Dietsch
Calon Menteri keuangan As Janet Yellen

 

CALON Menteri Keuangan Janet Yellen mengatakan dia akan bekerja sama dengan anggota parlemen untuk mempercepat serangkaian kenaikan pajak pada perusahaan dan orang kaya.

Yellen, yang menunggu persetujuan Senat untuk jabatan itu mengirimkan tanggapan tertulis untuk pertanyaan tindak lanjut anggota Komite Keuangan Senat tentang topik-topik yang mencakup perubahan iklim hingga kebijakan sanksi. Dokumen setebal 114 halaman tersebut diperoleh oleh Bloomberg News.

Panel Keuangan Senat dijadwalkan untuk memajukan pencalonan Yellen pada Jumat waktu setempat, meskipun pemungutan suara konfirmasi yang lengkap di Senat mungkin tidak akan terjadi sampai pekan depan.

Yellen berjanji untuk bekerja dengan anggota Kongres tentang apakah rumah tangga yang berpenghasilan kurang dari $400.000 setahun akan dilindungi dari pembalikan pemotongan pajak yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump tahun 2017. Itu merupakan sesuatu yang dijanjikan Biden saat kampanye.

Baca juga : Elon Musk Tebar Sayembara Rp1,4 T, Apa Tantangannya?

Dia juga menghindari pertanyaan apakah pencabutan pemotongan pajak negara bagian dan lokal, seperti yang diusulkan oleh Biden, akan memberikan pemotongan pajak yang besar bagi orang Amerika yang kaya, sementara tidak melakukan apa-apa bagi mereka yang berada di bagian bawah distribusi pendapatan. 

Dia justru secara langsung menanggapi kritik terhadap rencana Biden untuk mengurangi ambang batas pajak federal estate.

Yellen pun membantah kritik dari Partai Republik bahwa menaikkan tarif pajak perusahaan menjadi 28% dari 21% seperti yang diusulkan Biden akan membuat AS kurang kompetitif. Uang itu, katanya, dapat digunakan untuk berinvestasi dalam infrastruktur dan program lain yang meningkatkan bisnis Amerika.

Yellen menyarankan agar orang kaya dapat diaudit dengan tarif yang lebih tinggi di bawah masa jabatannya. Penegakan IRS yang lebih kuat adalah salah satu cara untuk menghindari Kongres dalam mendatangkan lebih banyak pendapatan. (Al Jazeera/OL-7)

Baca Juga

medicalnewstoday.com

Risiko Kematian Covid-19 Tinggi di Negara Berpenduduk Obesitas

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Maret 2021, 19:00 WIB
Tingkat kematian akibat Covid-19 sekitar 10 kali lebih tinggi di negara-negara yang setidaknya terdapat 50 persen orang dewasa mengalami...
americamagazine.org

Paus Fransiskus Bertolak ke Irak

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Maret 2021, 18:35 WIB
Dia akan memimpin misa di sebuah gereja Baghdad, bertemu dengan ulama Muslim Syiah Irak di kota selatan Najaf, serta melakukan perjalanan...
AFP

Tiongkok Bakal Rombak Sistem Pemilu di Hong Kong

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 05 Maret 2021, 18:15 WIB
Hong Kong bersiap untuk lebih banyak pergolakan politik ketika Kongres Rakyat Nasional (NPC) Tiongkok mempertimbangkan proposal untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya