Senin 11 Januari 2021, 21:35 WIB

Netanyahu Perintahkan Bangun Ratusan Rumah Ilegal di Tepi Barat

Mediaindonesia.com | Internasional
Netanyahu Perintahkan Bangun Ratusan Rumah Ilegal di Tepi Barat

AFP/Menahem Kahana
Burung jalak berkelompok di atas lembah Yordania di Tepi Barat sebelum mendarat untuk tidur, Minggu (10/1).

 

PERDANA Menteri Israel pada Senin (11/1) mengarahkan pihak berwenang untuk menyetujui pembangunan 800 rumah baru bagi pemukim Yahudi di Tepi Barat yang diduduki beberapa hari sebelum pemerintahan pro-Israel Presiden Donald Trump meninggalkan kantor.

"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengarahkan bahwa rencana akan dikembangkan untuk pembangunan sekitar 800 unit di Yudea dan Samaria," bunyi pernyataan dari kantor perdana menteri menggunakan istilah alkitabiah untuk Tepi Barat.

Presiden terpilih Joe Biden, yang akan dilantik minggu depan, telah mengindikasikan bahwa pemerintahannya akan memulihkan kebijakan Amerika Serikat yang menentang perluasan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki.

Pemerintahan Trump memberikan dukungan AS yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada kelompok-kelompok pemukim ilegal itu. Ini disorot oleh deklarasi dari Menteri Luar Negeri Mike Pompeo pada 2019 bahwa Washington tidak lagi memandang permukiman sebagai pelanggaran hukum internasional.

Pompeo pada November juga menjadi diplomat top AS pertama yang mengunjungi pemukiman di Tepi Barat, yang diduduki Israel sejak Perang Enam Hari 1967.
Netanyahu menghadapi pemilihan ulang pada 23 Maret, pemungutan suara keempat Israel, hanya dalam waktu kurang dari dua tahun.

Serangkaian jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa perdana menteri veteran menghadapi tantangan sayap kanan yang kuat dari kandidat pro-pemukim Gideon Saar, yang membelot dari Partai Likud Netanyahu bulan lalu untuk mencalonkan diri melawan perdana menteri.

Menurut analis politik Israel, Netanyahu secara luas diperkirakan akan membuat serangkaian permainan untuk meraih suara sayap kanan, termasuk dengan memperkuat kebijakan pro permukiman ilegal itu, sebelum pemungutan suara.

Pernyataan dari kantor Netanyahu mengatakan bahwa 100 unit baru akan dibangun di permukiman Tal Menashe, tempat pembunuhan Esther Horgen Prancis-Israel bulan lalu. Dinas keamanan Israel mengatakan pemukim itu dibunuh oleh warga Palestina Mohammed Cabha dan mengklaim dia memiliki motif politik atas pembunuhannya terkait dengan pendudukan.

Perintah Netanyahu untuk memajukan pembangunan permukiman belum final. Soalnya, proses tersebut harus menyelesaikan beberapa fase birokrasi dan kemungkinan tantangan hukum dari kelompok antipendudukan sebelum konstruksi dimulai.

Saat ini ada sekitar 450.000 pemukim Yahudi di Tepi Barat, yang tinggal di tengah-tengah sekitar 2,8 juta orang Palestina. Semua permukiman Yahudi di Tepi Barat dianggap ilegal oleh banyak komunitas internasional. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Atta Kenare.

Hizbullah Libanon Nilai Ebrahim Raisi sebagai Perisai Lawan Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 20 Juni 2021, 17:36 WIB
Erdogan mengatakan dia yakin kerja sama antara kedua negara akan semakin diperkuat dan dia siap bekerja sama dengan...
CHRIS STOWERS/AFP/GETTY IMAGES

Tiongkok Tekan Tujuh Staf Perdagangan Taiwan di Hong Kong

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 20 Juni 2021, 17:20 WIB
Pihak berwenang Hong Kong yang di bawah kendali Tiongkok memaksa tujuh pegawai Taiwan menandatangani janji bawah Taiwan adalah wilayah...
STR / AFP

Tiongkok Telah Beri Suntikan 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 20 Juni 2021, 16:50 WIB
Jumlah suntikan dosis Covid-19 yang diberikan di Tiongkok telah melewati angka satu miliar atau lebih dari sepertiga dari dosis Covid-19 di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perlindungan Ganda terhadap Virus Korona dan Flu

DALAM perlombaan vaksin, perusahaan AS Novavax terlambat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya