Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
SATU unit intelijen militer Rusia diam-diam menawarkan hadiah kepada gerilyawan yang memiliki hubungan dengan Taliban untuk membunuh pasukan koalisi, termasuk pasukan Amerika di Afghanistan, menurut sebuah laporan yang diterbitkan, Jumat (26/6).
Mengutip para pejabat intelijen AS, The New York Times melaporkan tawaran itu datang bahkan ketika pembicaraan damai sedang dilakukan untuk mengakhiri kekerasan jangka panjang di wilayah tersebut.
AS telah mengetahui selama berbulan-bulan unit Rusia secara diam-diam menawarkan hadiah untuk serangan 2019 dan beberapa gerilyawan Afghanistan diyakini telah mengumpulkan uang hadiah yang ditawarkan, menurut pejabat yang berbicara tanpa menyebut nama.
Sejumlah serangan pada 2019 menewaskan 20 tentara AS di Afghanistan tetapi tidak jelas pembunuhan mana yang dicurigai.
Baca juga: Pesawat Militer Tiongkok Kembali Terbangi Wilayah Taiwan
Presiden AS Donald Trump dan Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih berkumpul pada akhir Maret untuk membahas masalah ini dan menimbang beberapa respons, termasuk pengaduan diplomatik ke Moskow yang menuntut diakhirinya praktik tersebut dan meningkatkan serangkaian sanksi. Tetapi Washington belum mengotorisasi langkah apa pun, menurut para pejabat.
Unit Rusia telah dikaitkan dengan upaya pembunuhan dan operasi rahasia lainnya di Eropa yang dimaksudkan untuk mengacaukan Barat atau membalas dendam pada pengkhianat, kata mereka.
"Setiap keterlibatan dengan Taliban yang mengakibatkan kematian pasukan AS akan juga menjadi eskalasi besar dari apa yang disebut perang hibrida Rusia melawan AS, sebuah strategi untuk mengacaukan musuh melalui kombinasi taktik seperti serangan siber, penyebaran berita palsu, dan operasi militer rahasia," kata para pejabat.
Rusia belum mengomentari tuduhan itu tetapi Moskow berjanji akan memberikan respons bila dibutuhkan. (AA/A-2)
Chuck Schumer mengungkapkan bahwa sejak 28 Februari sedikitnya 140 personel militer AS mengalami luka-luka, termasuk delapan orang dengan luka serius.
Amerika Serikat melepas 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis (SPR), bagian dari aksi kolektif International Energy Agency (IEA).
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran tetap dipersilakan berpartisipasi pada Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, meski konflik Timur Tengah memanas.
IRGC luncurkan gelombang ke-38 Operasi True Promise 4. Pangkalan Al-Udairi di Kuwait dan markas Fifth Fleet AS di Mina Salman Port hancur diserang rudal dan drone.
Utusan Iran Amir Saeid Iravani sebut rancangan resolusi DK PBB bias dan rusak reputasi PBB karena bela agresi AS-Israel. Cek data korban sipil Iran di sini.
Update konflik Iran 2026: Serangan gabungan AS-Israel di Distrik Vahdat Fardis tewaskan 3 orang. Simak kronologi, motif regime change, dan reaksi Rusia.
Zakharova menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap aturan internasional dan menekankan bahwa fasilitas diplomatik harus dilindungi.
Gedung Putih menyatakan tidak senang jika Rusia benar-benar membagikan intelijen kepada Iran di tengah konflik Timur Tengah, namun belum melontarkan kecaman keras.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Trump panik harga minyak melonjak akibat perang Iran-Israel. Washington berencana cabut sanksi negara penghasil minyak demi stabilkan pasar dan pasokan global.
Rosatom evakuasi ratusan pekerja dan keluarga dari PLTN Bushehr, Iran. Pembangunan Unit 2 dan 3 dihentikan sementara akibat situasi keamanan yang kian membahayakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved