Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan ia telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan pemimpin Taliban mengenai proses perdamaian di Afghanistan. Hal tersebut pertama kali disampaikan pemberontak mengenai sambungan telepon yang sangat tidak biasa antara Trump dan mantan pejuang Taliban Mullah Baradar.
Dikutip dari AFP, Selasa (3/3), pembicaraan tersebut berlangsung selama 35 menit. Trump pun mengonfirmasi pembicaraan tersebut.
"Kami melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan pemimpin Taliban hari ini," kata Trump di Washington.
"Hubungan saya dengan mullah sangat baik. Kami memiliki percakapan yang panjang hari ini dan Anda tahu, mereka ingin menghentikan kekerasan, mereka juga ingin menghentikan kekerasan," jelas Trump.
Dalam sebuah transkrip panggilan telepon yang dikeluarkan Taliban, Mullah Baradar mendesak Trump mengambil tindakan tegas sehubungan dengan penarikan pasukan asing dari Afghanistan.
Baca juga: Ramai-Ramai Mendukung Biden
Panggilan tersebut berlangsung sekitar pukul 14.40 waktu setempat, Selasa (3/3), yakni sehari setelah militan mengakhiri gencatan senjata sebagian yang dimaksudkan sebagai langkah pertama dalam kesepakatan damai yang lebih luas dalam perjanjian AS-Taliban yang ditandatangani pada Sabtu.
Kerusuhan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang masa depan pembicaraan antara pemberontak dan pemerintah Afghanistan yang didukung AS di Kabul yang akan dimulai 10 Maret.
Trump telah menggembar-gemborkan perjanjian damai sebagai cara untuk mengakhiri pertikaian berdarah.
Menurut ketentuan perjanjian itu, AS dan pasukan asing lainnya akan meninggalkan Afghanistan dalam waktu 14 bulan, asalkan Taliban memenuhi janji dan mengadakan pembicaraan dengan pemerintah di Kabul.
Perjanjian itu juga mencakup komitmen untuk menukar 5.000 tahanan Taliban yang ditahan oleh pemerintah Afghanistan dengan imbalan 1.000 tawanan.
Setelah penandatanganan kesepakatan pada Sabtu (29/2), Taliban secara terbuka mengklaim "kemenangan" atas AS dan pada Senin (2/3) mereka mengumumkan diakhirinya gencatan senjata sebagian dan melanjutkan serangan mereka terhadap pasukan nasional Afghanistan.
Sejak Senin (2/3), Taliban melakukan 33 serangan di 16 dari 34 provinsi Afghanistan, kata juru bicara kementerian dalam negeri Nasrat Rahimi.
"Akibatnya, enam warga sipil tewas dan 14 lainnya luka-luka. Delapan musuh juga tewas, 15 orang luka-luka," katanya melalui akun Twitter.
Dua tentara tewas dalam salah satu serangan di Provinsi Kandahar selatan, kata satu pernyataan pemerintah. Sementara itu, serangan di Provinsi Logar dekat Kabul menewaskan lima pasukan keamanan, kata juru bicara gubernur provinsi tersebut Didar Lawang kepada AFP. (OL-1)
PEMERINTAH Iran memperingatkan akan menindak keras demonstrasi anti-pemerintah di tengah perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Chuck Schumer mengungkapkan bahwa sejak 28 Februari sedikitnya 140 personel militer AS mengalami luka-luka, termasuk delapan orang dengan luka serius.
Amerika Serikat melepas 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis (SPR), bagian dari aksi kolektif International Energy Agency (IEA).
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran tetap dipersilakan berpartisipasi pada Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, meski konflik Timur Tengah memanas.
IRGC luncurkan gelombang ke-38 Operasi True Promise 4. Pangkalan Al-Udairi di Kuwait dan markas Fifth Fleet AS di Mina Salman Port hancur diserang rudal dan drone.
Utusan Iran Amir Saeid Iravani sebut rancangan resolusi DK PBB bias dan rusak reputasi PBB karena bela agresi AS-Israel. Cek data korban sipil Iran di sini.
FBI kirim memo peringatan potensi serangan drone Iran dari laut ke California.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Spanyol.
Ancaman Iran menyerang kapal tanker di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasar energi global di tengah konflik dengan AS.
Biaya perang AS-Israel melawan Iran mencapai $11,3 miliar dalam satu minggu. Di tengah inflasi domestik, pengeluaran militer ini memicu kecaman keras dari Kongres.
Presiden Donald Trump menegaskan militer AS telah melumpuhkan kekuatan Iran dalam hitungan jam, namun ia menolak untuk menarik pasukan lebih awal.
Eskalasi konflik di Timur Tengah kian mencekam. Tiga kapal kargo diserang di Selat Hormuz saat Iran mengancam akan memblokir total pasokan minyak ke AS dan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved