BIRO Investigasi Federal (FBI) mengeluarkan peringatan kepada aparat penegak hukum di Los Angeles mengenai kemungkinan Iran meluncurkan serangan pesawat tak berawak (drone) ke California. Serangan tersebut diduga akan diluncurkan dari laut sebagai bentuk "serangan kejutan".
Meski demikian, pejabat intelijen Amerika Serikat dan California menyatakan sejauh ini belum ditemukan ancaman spesifik yang mendasari memo tersebut. Peringatan ini diketahui berasal dari informasi yang diterima sebelum eskalasi konflik di Iran saat ini.
Gubernur California, Gavin Newsom, menegaskan kesiapsiagaan pihaknya melalui unggahan di platform X. "Meskipun kami tidak mengetahui adanya ancaman mendesak saat ini, kami tetap bersiap menghadapi keadaan darurat apa pun di negara bagian kami," tulisnya.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut memberikan tanggapan saat dikonfirmasi mengenai laporan tersebut. "Hal ini sedang diselidiki, namun banyak hal yang sedang terjadi dan yang bisa kita lakukan adalah menghadapinya saat hal itu muncul," ujar Trump di Joint Base Andrews.
Ketegangan ini dipicu ancaman militer Iran yang bersumpah akan menyerang kepentingan ekonomi AS dan Israel di kawasan Timur Tengah, termasuk sektor perbankan. Langkah ini merupakan respons atas laporan serangan udara yang menghantam sebuah bank di Teheran pada Selasa malam hingga Rabu dini hari, yang menewaskan sejumlah staf.
Komando operasional pusat militer Iran, Khatam Al-Anbiya, dalam pernyataannya yang disiarkan televisi pemerintah menyebutkan bahwa musuh telah memberikan mereka "kebebasan" untuk menargetkan pusat ekonomi dan bank milik Amerika Serikat dan "rezim Zionis".
Menteri Luar Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi insiden tersebut lewat unggahan di X. "Cabang bank tertua di negara saya dibom saat penuh dengan karyawan. Angkatan Bersenjata kami yang kuat akan menuntut balas atas kejahatan ini," tegasnya.
Selain sektor perbankan, agensi berita Iran, Tasnim, merilis daftar target potensial lainnya melalui Telegram. Daftar tersebut mencakup kantor raksasa teknologi dunia seperti Amazon, Google, Microsoft, dan Nvidia yang berada di negara-negara Teluk serta Israel.
"Dengan perluasan perang regional menuju perang infrastruktur, cakupan target potensial Iran secara bertahap meluas," tulis Tasnim.
Ancaman terhadap sektor teknologi ini mulai terasa nyata setelah pekan lalu pihak Amazon melaporkan bahwa dua pusat data mereka di Uni Emirat Arab terkena serangan langsung drone. Insiden tersebut sempat mengganggu layanan cloud di sebagian wilayah Timur Tengah. (BBC/AFP/Z-2)
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Spanyol.
Ancaman Iran menyerang kapal tanker di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasar energi global di tengah konflik dengan AS.
Biaya perang AS-Israel melawan Iran mencapai $11,3 miliar dalam satu minggu. Di tengah inflasi domestik, pengeluaran militer ini memicu kecaman keras dari Kongres.
Presiden Donald Trump menegaskan militer AS telah melumpuhkan kekuatan Iran dalam hitungan jam, namun ia menolak untuk menarik pasukan lebih awal.
Eskalasi konflik di Timur Tengah kian mencekam. Tiga kapal kargo diserang di Selat Hormuz saat Iran mengancam akan memblokir total pasokan minyak ke AS dan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved