Selasa 17 Desember 2019, 07:45 WIB

RI Dorong Mitra ASEM Tingkatkan Konektivitas

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
RI Dorong Mitra ASEM Tingkatkan Konektivitas

Dok Kemenlu RI
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

 

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan Asia dan Eropa harus semakin meningkatkan konektivitas yang berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Menlu Retno pada 14th Asia Europe Meeting (ASEM) Foreign Ministers’ Meeting (ASEM FMM14) di Madrid, Senin (16/12) waktu setempat.

Dalam pertemuan Pleno ASEM FMM14, Menlu Retno menekankan dua hal. Pertama, konektivitas strategic outlook sangat penting dalam penciptaan konektivitas yang berkesinambungan, khususnya di era yang penuh ketidakpastian.

Dari pengalaman di Asia Tenggara, strategic outlook ASEAN telah membantu ASEAN menciptakan komunitas yang terikat dengan nilai-nilai dialog dan kerja sama.

Baca juga: Filipina Berjuang Temukan Korban di Bawah Bangunan Ambruk

Nilai-nilai tersebut telah menjadi fondasi bagi prakarsa ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

“Asia dan Eropa harus memperkuat strategic outlook yang mempromosikan kolaborasi, ekonomi yang inklusif dan terbuka serta paradigma yang saling menguntungkan,” ujar Retno.

Kedua, Menlu RI menegaskan Asia dan Eropa perlu memperkuat future connectivity, khususnya konektivitas ekonomi digital.

Pada sesi retreat, Retno menekankan pentingnya memelihara kerja sama dan prinsip-prinsip multilateralisme dalam menghadapi berbagai persoalan dunia termasuk isu Palestina dan juga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), termasuk kelapa sawit yang telah membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Selain menghadiri ASEM FMM tersebut, Menlu Retno juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Austria, Bangladesh, RRT, Kazakshtan, Sekjen ASEAN, serta State Secretary of Prime Minister Swedia secara terpisah.

Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEM tahun ini mengusung tema “Asia and Europe: Together for Effective Multilateralism”.

Berbagai isu telah dibahas seperti penegakan multilateralisme, kesetaraan gender, penanggulangan terorisme, keamanan maritim, serta isu keamanan siber.

Mereka juga membahas isu SDG, perubahan iklim, sampah laut, pengembangan konektivitas ASEM, serta perkembangan di kawasan seperti Korea Utara, Rakhine, Iran, Palestina, Ukraina, dan Afghanistan.

ASEM FMM14 dipimpin Perwakilan Tinggi Uni Eropa, Josep Borrell, dan dihadiri 31 menteri luar negeri, Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi, dan 17 wakil menteri luar negeri mitra ASEM.

Sejak didirikan pada 1996, ASEM terus berkembang hingga mencakup 53 mitra yang terdiri dari 10 negara anggota ASEAN, Australia, Bangladesh, India, Jepang, Kazakhstan, Korea Selatan, Mongolia, Pakistan, Tiongkok, Rusia, Selandia Baru, dan Sekretariat ASEAN, serta 28 negara anggota Uni Eropa, Norwegia, Swiss, dan Uni Eropa. (OL-2)

Baca Juga

Ye Aung THU / AFP

Junta Militer Myanmar Tuntut 6 Jurnalis

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 03 Maret 2021, 16:08 WIB
Wakil presiden berita internasional AP Ian Philips menyerukan agar Thein Zaw segera...
AFP/ALexey Nikolsky/Sputnik

Dijatuhkan Sanksi Baru, Rusia Minta AS tidak Main Api

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 03 Maret 2021, 14:47 WIB
Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut sanksi AS sebagai serangan anti-Rusia yang bermusuhan dengan dalih yang tidak masuk...
AFP/SAI AUNG MAIN

Usai di Kudeta, Presiden Myanmar Hadapi 2 Dakwaan Baru

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 03 Maret 2021, 14:10 WIB
Presiden Myanmar Win Myint menghadapi tuntutan pelanggaran konstitusi dan dakwaan melanggar protokol untuk menghentikan laju...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya