Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) RI mengonfirmasi bahwa dua penerbangan internasional dari Indonesia menuju Emirat Arab mengalami pengalihan pendaratan. Langkah ini diambil menyusul penutupan ruang udara Emirat akibat insiden jatuhnya pesawat tanpa awak atau drone di sejumlah wilayah negara tersebut pada Senin (16/3).
Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemenlu RI, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa terdapat ratusan penumpang asal Indonesia yang berada dalam dua penerbangan maskapai Emirates tersebut.
Laporan dari perwakilan Indonesia di UEA menyebutkan bahwa serpihan drone ditemukan di beberapa titik di wilayah Dubai, termasuk area yang berdekatan dengan Bandara Internasional Dubai. Insiden ini sempat memicu kebakaran pada tangki bahan bakar di dekat bandara.
Otoritas Penerbangan Sipil Emirat (GCAA) mengambil langkah preventif dengan menutup sementara ruang udara dan menghentikan aktivitas di Bandara Internasional Dubai. Selain di Dubai, serpihan drone juga dilaporkan jatuh di wilayah Fujairah dan Umm Al Quwain.
Heni Hamidah menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban dalam insiden jatuhnya serpihan drone tersebut. Pihak Kemenlu melalui perwakilan RI di Emirat terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat serta pihak maskapai.
"Sejauh ini, tidak terdapat laporan WNI yang menjadi korban ataupun meminta bantuan terkait insiden tersebut," ujar Heni dalam keterangan tertulisnya.
Berdasarkan laporan terbaru dari kantor berita WAM pada Selasa (17/3), GCAA membuka kembali ruang udara Emirat setelah situasi dinilai membaik dan aman bagi aktivitas penerbangan sipil. Perwakilan RI di UEA tetap memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan bagi seluruh WNI yang terdampak pengalihan tersebut. (Ant/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved