Sabtu 12 Oktober 2019, 09:12 WIB

Diancam Sanksi AS, Turki Tegaskan Terus Gempur Suriah

Basuki Eka Purnama | Internasional
Diancam Sanksi AS, Turki Tegaskan Terus Gempur Suriah

AFP/Adem ALTAN
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

 

PERTEMPURAN terjadi, Jumat (11/10), setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji melanjutkan serangan terhadap pasukan Kurdi di Suriah, mengabaikan ancaman dari negara lain termasuk Amerika Serikat (AS) yang mengancam akan menjatuhkan sanksi untuk Ankara.

Presiden AS Donald Trump, yang perintahnya untuk menarik pasukan AS dari perbatasan Suriah-Turki memicu serangan Turki, mengatakan Washington akan berusaha mendorong perdamaian.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper dengan keras meminta Turki menghentikan serangan mereka dan mengancam jika tidak akan ada konsekuensi serius.

Namun, Erdogan menegaskan serangan Turki tidak akan berhenti.

Baca juga: AS Ancam Jatuhkan Sanksi untuk Turki

"Kini, ada ancaman dari kiri dan kanan yang meminta kami untuk menghentikan serangan. Kami tidak akan berhenti!" tegasnya.

Pernyataan Erdogan untuk melanjutkan serangan yang disebut PBB telah menyebabkan 100 ribu orang mengungsi terjadi setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan Trump telah menyiapkan sanksi tegas untuk Ankara.

"Kami berharap tidak harus menjatuhkan sanksi itu. Namun, kami bisa menghancurkan ekonomi Turki jika dibutuhkan," kata Mnuchin. (AFP/OL-2)

Baca Juga

Gizmochina

Xiaomi Corp Jalakan Tes untuk 140 Kendaraan di Tiongkok Secara Otonom

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 11:22 WIB
Xiaomi Corp saat ini sedang menjalankan tes pada 140 kendaraan di seluruh Tiongkok untuk mengemudi secara otonom, kata CEO perusahaan Lei...
AFP

Abu Dhabi Hadirkan Festival Musik Korea Bulan Depan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 11:10 WIB
Festival musik Korea di Abu Dhabi yang dinamakan “Hyperound K-Fest 2022” akan diadakan pada 10 September di Etihad Arena di...
TANG CHHIN Sothy / AFP

112 Pabrik di Kamboja Dibuka Dalam Tujuh Bulan, Serap 76.624 Pekerja

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 08:24 WIB
Sebanyak 112 pabrik baru dengan total investasi US$1,19 miliar, telah dibuka di Kamboja selama tujuh bulan pertama 2022, kata juru bicara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya