Kamis 09 Mei 2019, 07:20 WIB

Pengembalian Pajak Trump Rugikan US$1,7 M

mediaindonesia | Internasional
 Pengembalian Pajak Trump Rugikan US$1,7 M

AFP
ilustrasi Donald Trump

 

KERUGIAN nyata Donald Trump lebih besar daripada hampir semua pembayar pajak orang Amerika lainnya. Dengan demikian, ia terhindar dari membayar pajak pendapatan selama 8 dari 10 tahun.

Pajak Presiden Donald Trump menunjukkan bahwa ia kehilangan US$1,7 miliar selama satu dekade mulai pertengahan 1980-an, seperti dilaporkan The New York Times, Selasa (7/5).

Kerugian nyata Trump lebih besar daripada hampir semua wajib pajak orang Amerika lainnya, sedemikian rupa sehingga ia berhasil menghindari membayar pajak penghasilan selama 8 dari 10 tahun.

Formulir pajak federal Trump dari 1985 menunjukkan, ia melaporkan kerugian US$46,1 juta dari bisnis utamanya yang sebagian besar terdiri atas kasino, hotel, dan ruang ritel di gedung apartemen.

"Selama 10 tahun, mereka terus kehilangan uang, dengan kerugian mencapai US$1,7 miliar pada 1994," kata Times.

Laporan itu muncul sehari setelah Menteri Keuangan, Steven Mnuchin, membantah permintaan anggota parlemen Demokrat untuk bukti pengembalian pajak Trump, dengan mengatakan itu tidak ada tujuannya. Itu malah menimbulkan pertanyaan dan privasi pembayar pajak juga terancam.

"Saya memberi tahu Anda sekarang bahwa Departemen mungkin tidak secara sah memenuhi permintaan komite," kata Mnuchin dalam suratnya kepada Ketua Komite Cara dan Sarana DPR, Richard Neal.

House Ways and Means Committee telah meminta IRS untuk memberikan pengembalian pribadi dan bisnis Trump pada 2013 hingga 2018. Menteri Keuangan, Steven Mnuchin, menolak untuk melakukan pengembalian tersebut. "Ini tidak memiliki tujuan legislatif yang sah," ujar Mnuchin, Rabu (8/5).

Langkah Mnuchin tersebut kemungkinan akan memicu pertentangan hukum. Opsi utama bagi Partai Demokrat ialah memanggil IRS untuk pengembalian atau mengajukan gugatan.

Trump merupakan presiden pertama sejak era Watergate yang menolak untuk melaporkan pajaknya kepada publik.

Isu sensitif itu dianggap penting karena Trump menolak untuk merilis catatan pajaknya, sebagai kandidat Presiden AS yang seharusnya merupakan salah satu bentuk transparansi. (AFP/Yan/I-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Argentina Konfirmasi kasus Cacar Monyet Pertama di Amerika Latin

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 21:33 WIB
Kemenkes menambahkan bahwa sang pasien sehat dan orang-orang yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien tersebut berada di bawah...
DOK DPD RI

Bertemu Presiden CECF, Sultan: Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah Konferensi Pemuda Lintas Agama Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 21:24 WIB
Sebagai negara yang plural dan toleran, Indonesia diminta untuk bersedia melangsungkan konferensi Pemuda Lintas Agama...
AFP/Satellite image ©2020 Maxar Technologies.

AS dan Belanda Waswas Supertanker Tua Bawa Sejuta Barel Minyak

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 20:16 WIB
Bulan lalu, PBB meluncurkan rencana menurunkan minyak dari supertanker ke kapal sementara selama empat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya