Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM sejarah perjalanan Islam, ada satu momen saat Rasulullah SAW merasa sangat bahagia melebihi kebahagiaan memiliki seisi dunia. Kebahagiaan itu bukan disebabkan oleh harta atau kemenangan militer yang berdarah-darah, melainkan turunnya wahyu saat beliau kembali dari Hudaibiyah. Wahyu tersebut adalah Surat Al-Fath.
Surat ke-48 di juz 26 dalam Al-Qur'an ini terdiri dari 29 ayat dan tergolong surat Madaniyah. Nama Al-Fath sendiri berarti Kemenangan.
Namun, kemenangan yang dimaksud di sini memiliki dimensi yang sangat luas, mulai dari kemenangan diplomasi, kemenangan jiwa (sakinah), hingga janji kemenangan mutlak di masa depan. Memasuki tahun 2026, relevansi pesan dalam surat ini semakin kuat sebagai panduan manusia dalam menghadapi ketidakpastian global dengan ketenangan hati.
Kata Fathan Mubina yang membuka surat ini sering kali disalahpahami hanya sebagai penaklukan wilayah secara fisik. Secara etimologi, Al-Fath berarti membuka sesuatu yang tertutup. Dalam konteks spiritual dan sejarah, inilah pembukaan jalan dakwah yang sebelumnya terhambat oleh konflik dan permusuhan.
Kemenangan dalam Surat Al-Fath adalah kemenangan paradigma. Allah SWT mengajarkan bahwa terkadang suatu langkah yang terlihat seperti mundur atau mengalah (seperti dalam Perjanjian Hudaibiyah) sebenarnya adalah pintu pembuka bagi kemenangan yang jauh lebih besar. Ini adalah pesan tentang resiliensi dan kepercayaan penuh pada ketetapan Tuhan.
Baca juga: Rahasia Kecerdasan Ulama Mengapa Membaca Ratusan Kali Lebih Utama
Memahami Surat Al-Fath tidak bisa dilepaskan dari peristiwa Hudaibiyah pada tahun ke-6 Hijriah. Saat itu, Rasulullah SAW bersama sekitar 1.400 sahabat berangkat menuju Mekah untuk melaksanakan umrah. Namun, mereka dihadang oleh kaum musyrik Quraisy di Hudaibiyah.
Setelah negosiasi yang alot, lahirlah Perjanjian Hudaibiyah. Secara sekilas, isi perjanjian tersebut tampak merugikan umat Islam, seperti keharusan menunda umrah hingga tahun depan dan poin-poin yang dianggap tidak adil oleh sebagian sahabat. Namun, di tengah suasana kebatinan sahabat yang merasa kalah, Allah SWT justru menurunkan ayat, "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata."
Surat ini turun sebagai jawaban atas keraguan dan kesedihan para sahabat. Allah menegaskan bahwa perdamaian dan gencatan senjata tersebut adalah kemenangan strategis yang memungkinkan Islam tersebar luas tanpa peperangan.
Baca juga: Surat Al-Hujurat Makna, Asbabun Nuzul, dan Pesan Moral Lengkap
Surat Al-Fath mengandung poin-poin fundamental yang menjadi pilar keimanan dan kekuatan mental umat:
Baca juga: Surat Qaf Makna, Asbabun Nuzul, dan Keutamaan Membacanya
Berikut beberapa keutamaan yang diyakini oleh para ulama berdasarkan hadis dan atsar:
| Keutamaan | Penjelasan Spiritual |
|---|---|
| Pahala Fathul Makkah | Mendapatkan pahala seperti orang yang ikut serta dalam pembukaan kota Makkah. |
| Ketenangan Jiwa | Wasilah untuk meredakan kecemasan dan menghadirkan rasa tenang (sakinah). |
| Keberkahan Rezeki | Sering dibaca sebagai doa pembuka pintu-pintu kebaikan dan keberhasilan usaha. |
Lebih detail, abusyuja.com melansir sejumlah fadhilah dan khasiat membaca Surat Al-Fath.
1. Surat Al-Fath termasuk Al-Matsani untuk Rasulullah SAW sebagai pengganti kitab Injil.
2. Surat Al-Fath dapat dijadikan wasilah doa agar harta benda kita terlindungi, keluarga, serta kelak akan berkumpul dengan orang-orang yang ikhlas di surga.
Abi Abdullah berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Lindungilah harta kalian, istri-istri kalian, dan sahaya kalian dari kerusakan dengan membaca surat inna fatahna (Surat Al-Fath), karena sesungguhnya barangsiapa yang istikamah membaca surat itu, pada hari kiamat kelak ada seruan yang didengar oleh makhluk, "Engkau termasuk hamba Allah yang ikhlas, kalian (malaikat) kumpulkan ia dengan orang-orang soleh dari hamba-hamba-Ku, kalian tempatkan mereka di dalam surga An’Na’im, dan kalian berikan mereka minuman arak yang dicampur dengan kafur.'" (Tsawabul A’mal, halaman 144)
3. Surat Al-Fath dapat dijadikan wasilah doa agar memperoleh pahala seperti yang melakukan baiat dalam perang Fathu Makkah.
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Barangsiapa yang membaca surat ini (Surat Al-Fath), Allah akan mencatatnya sebagai pahala seperti pahala orang yang berbaiat kepada Nabi di bawah pohon dan memegang teguh baiatnya itu, serta seperti pahala orang yang menyertai Nabi dalam hari Fathul Makkah. Barangsiapa yang membacanya dan meletakkannya di bawah kepalanya, ia akan terlindungi dari pencuri. Dan barangsiapa yang menulisnya di dalam lembaran kertas, perkataannya akan didengar oleh orang-orang. Tiada yang terucap darinya, kecuali akan diterima dan dipercaya." (Tafsirul Burhan, Juz 7, halaman 227)
4. Surat Al-Fath dapat dijadikan wasilah doa agar memperoleh kekayaan yang penuh berkah. Adapun caranya yaitu dengan membaca Surat Al-Fath ayat 29 secara istikamah.
5. Surat Al-Fath dapat dijadikan wasilah doa agar terlindungi dari peperangan, memperoleh kebaikan, sembuh dari demam, dan terhindar dari tenggelam.
Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barangsiapa yang menulisnya (Surat Al-Fath), dan (membacanya) membawanya dalam peperangan dan permusuhan, ia akan terlindungi dari semua itu dan ia juga akan dibukakan pintu kebaikan untuknya. Barangsiapa yang meminum airnya karena sedang demam dan takut, ia akan merasa tenang dan ketakutannya pun akan hilang. Dan barangsiapa yang membacanya ketika sedang berada di tengah lautan, ia akan aman dari (musibah) tenggelam, dengan izin Allah." (Tafsirul Burhan, Juz 7, halaman 227)
Baca juga: Rahasia Makna Az-Zahir Menemukan Keberadaan Allah di Balik Semesta
Karena perjanjian tersebut memberi pengakuan politik pada Islam dan membuka jalur dakwah damai yang jauh lebih efektif daripada perang.
Dianjurkan dibaca kapan saja, namun banyak ulama menyarankan membacanya setelah shalat Subuh atau di malam hari untuk meraih ketenangan hati.
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Sakinah adalah ketenangan batin yang diberikan Allah kepada hamba-Nya agar tetap teguh dan tidak putus asa dalam menghadapi ujian hidup.
Surat Al-Fath bukan sekadar catatan sejarah tentang Perjanjian Hudaibiyah, melainkan manual abadi tentang bagaimana meraih kemenangan sejati melalui kesabaran, diplomasi, dan keteguhan iman. Dengan memahami makna, asbabun nuzul, dan kandungannya, kita diajarkan untuk selalu optimis bahwa di balik setiap kesulitan yang tampak seperti kekalahan, Allah telah menyiapkan kemenangan yang nyata. (I-2)
Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Arab, Latin, dan Arti
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Pelajari makna mendalam, asbabun nuzul, dan pesan utama Surat Al-Hujurat sebagai panduan etika sosial dan kunci keharmonisan umat Islam di era modern.
Pelajari makna mendalam Surat Qaf, asbabun nuzul ayat 38 tentang bantahan terhadap Yahudi, pesan utama hari kebangkitan, hingga keutamaan membacanya.
Pelajari makna mendalam Surat Adz-Dzariyat, sejarah Asbabun Nuzul, kandungan inti tentang rezeki, hingga keutamaan membacanya untuk kehidupan.
Pelajari makna mendalam Surat Ath-Thur, asbabun nuzul, pesan utama tentang hari kiamat, hingga keutamaan membacanya untuk ketenangan hati dan iman.
Pelajari makna mendalam Surat An-Najm, sejarah turunnya (Asbabun Nuzul), keutamaan membacanya, hingga tips praktis implementasi dalam kehidupan sehari-hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved