Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Makna Inna Fatahna Laka Fathan Mubina: Tafsir dan Keutamaan

Wisnu Arto Subari
22/12/2025 23:40
Makna Inna Fatahna Laka Fathan Mubina: Tafsir dan Keutamaan
(Youtube Achmad Hudaifi)

Arti dan Makna Mendalam Inna Fatahna

Dalam khazanah Al-Qur'an, terdapat kalimat pembuka yang sangat agung dan sering menjadi wirid atau doa bagi umat Muslim untuk memohon kemenangan serta kemudahan urusan. Kalimat tersebut adalah inna fatahna, yang merupakan permulaan dari Surat Al-Fath.

Ayat ini memiliki makna historis dan spiritual yang sangat dalam berkaitan erat dengan peristiwa Hudaibiyah yang menjadi titik balik kemenangan umat Islam di masa Nabi Muhammad SAW.

Banyak umat Muslim mencari makna dari inna fatahna laka fathan mubina untuk memahami janji Allah SWT mengenai kemenangan yang nyata. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai bacaan, tafsir, hingga keutamaan ayat ini yang perlu Anda ketahui.

Baca juga: Tulisan Aamiin Ya Rabbal Alamin Arab, Arti, dan Keutamaannya

Bacaan Surat Al-Fath Ayat 1-3: Arab, Latin, dan Terjemahan

Ayat "Inna Fatahna" terdapat pada ayat pertama Surat Al-Fath. Biasanya, ayat ini dibaca serangkaian dengan ayat kedua dan ketiga karena memiliki kesinambungan makna yang utuh mengenai pengampunan dosa dan pertolongan Allah yang dahsyat. Berikut adalah teks lengkapnya:

Ayat 1

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا

Latin: Innā fataḥnā laka fat-ḥam mubīnā(n).

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepadamu kemenangan yang nyata,"

Ayat 2

لِّيَغْفِرَ لَكَ ٱللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنۢبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَٰطًا مُّسْتَقِيمًا

Latin: Liyagfira lakallāhu mā taqaddama min żambika wa mā ta'akhkhara wa yutimma ni‘matahū ‘alaika wa yahdiyaka ṣirāṭam mustaqīmā(n).

Artinya: "agar Allah mengampuni dosa-dosamu yang lalu dan yang akan datang, menyempurnakan nikmat-Nya atasmu, menunjukimu ke jalan yang lurus,"

Ayat 3

وَيَنصُرَكَ ٱللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا

Latin: Wa yanṣurakallāhu naṣran ‘azīzā(n).

Artinya: "dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)."

Baca juga: Doa Robbisyrohli Sodri Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Tafsir dan Asbabun Nuzul

Untuk memahami kedalaman makna inna fatahna, kita perlu merujuk pada latar belakang turunnya ayat ini (Asbabun Nuzul). Ayat ini turun setelah peristiwa Perjanjian Hudaibiyah pada tahun ke-6 Hijriah.

Pada saat itu, banyak sahabat Nabi yang merasa kecewa karena isi perjanjian tersebut seolah-olah merugikan umat Islam dan mereka gagal memasuki Mekah untuk berumrah tahun itu.

Namun, Allah SWT justru menyebut peristiwa tersebut sebagai Fathan Mubina (kemenangan yang nyata). Mengapa demikian? Berikut penjelasannya menurut para ahli tafsir:

  • Kemenangan Diplomasi: Perjanjian Hudaibiyah memberikan pengakuan resmi kaum Quraisy terhadap eksistensi negara Madinah.
  • Penyebaran Islam: Selama masa gencatan senjata, dakwah Islam berkembang pesat tanpa gangguan perang, dan jumlah orang yang masuk Islam meningkat drastis.
  • Jalan Menuju Fathu Makkah: Perjanjian ini menjadi landasan strategis yang dua tahun kemudian memungkinkan terjadinya pembebasan kota Mekkah (Fathu Makkah) tanpa pertumpahan darah.

Baca juga: Sholat Dzuhur Berapa Rakaat Ini Niat, Tata Cara, dan Waktunya

Keutamaan Membaca Inna Fatahna (Surat Al-Fath)

Membaca dan mentadabburi Surat Al-Fath, khususnya ayat-ayat awal, memiliki keutamaan yang luar biasa. Berikut adalah beberapa fadhilah yang tercatat dalam hadis dan atsar sahabat:

1. Surat yang Paling Dicintai Rasulullah SAW

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Umar bin Khattab r.a. menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya semalam telah diturunkan kepadaku sebuah surat yang lebih aku cintai daripada dunia dan seisinya." Kemudian beliau membaca Inna fatahna laka fathan mubina.

2. Doa Pembuka Rezeki dan Jalan Keluar

Banyak ulama yang menyarankan membaca ayat ini sebagai wasilah untuk memohon pertolongan Allah saat menghadapi kesulitan. Kalimat "Fathan Mubina" mengandung optimisme bahwa Allah akan membukakan jalan (fath) dari arah yang tidak disangka-sangka, baik itu dalam urusan karir, jodoh, maupun penyelesaian masalah utang.

Baca juga: Urutan Surat Juz 30 dalam Alquran, Dibaca saat Salat

3. Ketenangan Hati (Sakinah)

Dalam rangkaian Surat Al-Fath, Allah juga menyebutkan tentang penurunan sakinah (ketenangan) ke dalam hati orang-orang mukmin. Membaca ayat ini dengan penuh keyakinan dapat menjadi terapi spiritual untuk menghilangkan kecemasan dan ketakutan akan masa depan.

Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengamalkan inna fatahna bukan hanya sekadar membacanya di lisan, tetapi juga meyakini bahwa setiap kesulitan pasti disertai kemudahan. Semangat "kemenangan" dalam ayat ini mengajarkan kita untuk:

  1. Bersabar dalam Proses: Seperti Hudaibiyah, terkadang apa yang kita anggap kemunduran adalah cara Allah menyusun ancang-ancang untuk lompatan kesuksesan yang lebih jauh.
  2. Optimis pada Janji Allah: Meyakini bahwa pertolongan Allah (Nasran Aziza) itu nyata dan kuat.
  3. Memperbaiki Hubungan dengan Allah: Kemenangan sejati diawali dengan ampunan Allah (Liyaghfira lakallahu), sehingga taubat adalah kunci pembuka pintu rezeki.

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai makna, bacaan, dan keutamaan ayat pembuka Surat Al-Fath. Semoga kita semua mendapatkan kemenangan yang nyata dan ridha dari Allah SWT.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya