Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Doa Robbisyrohli Sodri: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Wisnu Arto Subari
22/12/2025 23:21
Doa Robbisyrohli Sodri: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Ilustrasi.(Freepik)

Robbisrohli atau lengkapnya Robbisyrohli sodri wayassirli amri merupakan penggalan doa yang sangat masyhur di kalangan umat Islam. Doa ini sejatinya adalah permohonan yang dipanjatkan oleh Nabi Musa AS kepada Allah SWT ketika beliau diperintahkan untuk menghadapi Raja Firaun yang terkenal kejam dan zalim.

Doa ini tidak hanya berfungsi sebagai permohonan agar dimudahkan dalam berbicara, tetapi juga memohon kelapangan dada dan kemudahan dalam segala urusan yang sedang dihadapi.

Dalam kehidupan sehari-hari, doa ini sering diamalkan oleh mereka yang hendak melakukan presentasi, berpidato, menghadapi ujian lisan, atau sekadar ingin menenangkan hati saat menghadapi masalah pelik. Keutamaan doa ini terletak pada esensi penyerahan diri dan permohonan kekuatan mental serta kefasihan lisan kepada Sang Pencipta.

Bacaan Doa Robbisrohli (Surat Taha Ayat 25-28)

Doa Robbisrohli termaktub di dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surat Taha ayat 25 hingga 28. Berikut adalah bacaan lengkapnya dalam tulisan Arab, latin, beserta terjemahannya:

Ayat 25

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي

Latin: Qāla rabbisyraḥ lī ṣadrī

Artinya: "Dia (Musa) berkata, 'Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku,'"

Ayat 26

وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

Latin: Wa yassir lī amrī

Artinya: "dan mudahkanlah untukku urusanku,"

Baca juga: Makna Inna Fatahna Laka Fathan Mubina Tafsir dan Keutamaan

Ayat 27

وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي

Latin: Waḥlul ‘uqdatam mil lisānī

Artinya: "dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,"

Baca juga: Sholat Dzuhur Berapa Rakaat Ini Niat, Tata Cara, dan Waktunya

Ayat 28

يَفْقَهُوا قَوْلِي

Latin: Yafqahụ qaulī

Artinya: "agar mereka mengerti perkataanku."

Tafsir dan Makna Mendalam Doa Nabi Musa

Memahami makna di balik doa ini akan membuat pengamalannya menjadi lebih khusyuk. Berdasarkan tafsir dari berbagai ulama, doa yang terdapat dalam Surat Taha ini memiliki empat poin permintaan utama yang sangat krusial bagi kesuksesan seseorang dalam mengemban tugas berat:

  1. Kelapangan Dada (Mental yang Kuat): Kalimat Rabbisyraḥ lī ṣadrī bermakna permohonan agar hati menjadi tenang, sabar, dan siap menerima segala konsekuensi dakwah atau tugas. Dada yang lapang adalah kunci untuk tidak mudah emosi atau putus asa saat menghadapi tekanan.
  2. Kemudahan Urusan: Kalimat Wa yassir lī amrī adalah permohonan agar Allah menghilangkan segala rintangan yang menghalangi tujuan. Nabi Musa menyadari bahwa menghadapi Firaun adalah misi mustahil tanpa campur tangan Allah.
  3. Kefasihan Lisan: Kalimat Waḥlul ‘uqdatam mil lisānī merujuk pada kondisi fisik Nabi Musa yang konon memiliki kekakuan pada lidahnya (cadel) akibat peristiwa di masa kecil. Beliau memohon agar kekakuan itu dihilangkan agar komunikasinya lancar.
  4. Pemahaman Audiens: Kalimat Yafqahụ qaulī menekankan bahwa tujuan akhir dari komunikasi adalah pemahaman. Percuma berbicara panjang lebar jika lawan bicara tidak mengerti substansinya.

Baca juga: Tulisan Aamiin Ya Rabbal Alamin Arab, Arti, dan Keutamaannya

Keutamaan Mengamalkan Doa Robbisrohli

Bagi umat Muslim masa kini, doa ini memiliki relevansi yang sangat tinggi. Berikut adalah beberapa keutamaan dan waktu yang tepat untuk mengamalkannya:

1. Meningkatkan Rasa Percaya Diri (Public Speaking)

Bagi Anda yang sering gugup saat harus berbicara di depan umum, doa ini sangat dianjurkan. Rasa gugup seringkali membuat "dada terasa sempit" dan lidah menjadi kelu. Dengan membaca doa ini, kita memohon ketenangan jiwa sehingga materi yang disampaikan dapat mengalir dengan baik dan mudah dipahami oleh pendengar.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

2. Memohon Kemudahan Saat Ujian

Para pelajar atau mahasiswa yang sedang menghadapi ujian lisan, sidang skripsi, atau wawancara kerja dapat merutinkan doa ini. Inti dari doa ini adalah memohon agar apa yang ada di pikiran dapat tersampaikan dengan jelas melalui lisan, serta memohon agar penguji atau pewawancara dapat memahami maksud kita dengan baik.

3. Melunakkan Hati Lawan Bicara

Sebagaimana Nabi Musa menggunakan doa ini sebelum bertemu Firaun, kita juga bisa menggunakannya saat harus bernegosiasi atau berbicara dengan atasan yang tegas, klien yang sulit, atau orang yang sedang marah. Doa ini menjadi wasilah spiritual untuk memohon perlindungan dan kelancaran diplomasi.

Baca juga: 30 Juz 114 Surat dalam Al-Quran, Yuk Hafalkan

Cara Mengamalkan

Tidak ada ritual khusus yang memberatkan untuk mengamalkan doa ini. Anda dapat membacanya kapan saja, terutama pada momen-momen berikut:

  • Dibaca setelah shalat fardhu sebagai wirid harian untuk memohon kemudahan hidup.
  • Dibaca berulang kali (sebanyak-banyaknya) saat menunggu giliran presentasi atau wawancara untuk menenangkan detak jantung.
  • Dibaca saat membuka majelis atau memulai pidato agar Allah membimbing lisan kita dari kesalahan ucap.

Dengan memahami dan mengamalkan doa Robbisrohli, kita diajarkan untuk selalu menyandarkan segala kemampuan diri kepada Allah SWT. Sehebat apapun persiapan teknis kita, ketenangan hati dan kemudahan urusan hanyalah milik Allah semata.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya