Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam setiap kegiatan, baik itu pertemuan formal, pengajian, maupun acara santai, memulainya dengan hal yang baik adalah sebuah keharusan bagi umat Islam. Membaca doa pembuka acara merupakan salah satu adab penting yang diajarkan dalam agama untuk memohon keberkahan dan kelancaran dari Allah SWT. Dengan melafalkan doa di awal majelis, kita berharap agar segala pembicaraan dan aktivitas yang dilakukan bernilai ibadah serta terhindar dari kesia-siaan.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap berbagai variasi doa yang dapat digunakan sebagai mukadimah atau pembuka, mulai dari yang singkat hingga yang biasa digunakan dalam acara resmi. Berikut adalah panduan lengkapnya.
Secara syariat, memulai sesuatu dengan menyebut nama Allah adalah bentuk pengakuan hamba atas kekuasaan Sang Pencipta. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan pujian kepada Allah (Hamdalah), maka perkara tersebut akan terputus keberkahannya. Oleh karena itu, doa pembuka acara berfungsi sebagai jembatan spiritual yang menghubungkan aktivitas duniawi kita dengan rida Ilahi.
Selain mendatangkan pahala, doa pembuka juga berfungsi untuk menenangkan hati para pembicara dan peserta, menjernihkan pikiran, serta menciptakan suasana yang khidmat dan kondusif.
Berikut adalah beberapa pilihan doa yang bisa Anda bacakan sesuai dengan konteks acara yang sedang berlangsung.
Doa ini adalah yang paling umum digunakan karena ringkas namun padat makna. Doa ini mencakup puji-pujian kepada Allah dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ
Latin:
Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin, wabihi nasta'iinu 'alaa umuuriddunya waddiin. Wassholatu wassalamu 'alaa asyrafil mursaliin, nabiyyinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi washahbihi ajma'iin. Amma ba'du.
Artinya:
"Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Kepada-Nya kita memohon pertolongan dalam urusan dunia dan agama. Selawat dan salam semoga tercurah kepada nabi yang paling mulia, Nabi kita Muhammad SAW, beserta keluarga dan seluruh sahabat-sahabatnya. Adapun sesudah itu."
Bagi pembawa acara (MC) atau penceramah, doa ini sangat dianjurkan. Doa ini merupakan doa Nabi Musa AS ketika hendak menghadapi Firaun, sebagaimana termaktub dalam Surat Taha ayat 25-28. Doa ini bertujuan memohon kelapangan dada dan kemudahan dalam berbicara.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Latin:
Rabbisyrahli shadri wayassirli amri wahlul 'uqdatam mil-lisani yafqahu qauli.
Artinya:
"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku."
Doa ini sering dibaca oleh Rasulullah SAW dan para sahabat saat memulai khotbah atau majelis ilmu. Isinya sangat mendalam, mengingatkan manusia akan ketakwaan.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Latin:
Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta'iinuhu wa nastaghfiruhu, wa na'uudzu billahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a'maalinaa, mayyahdihillahu falaa mudhillalah, wa mayyudhlil falaa haadiyalah. Asyhadu an-laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluh.
Artinya:
"Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya dan memohon ampunan-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."
Untuk acara yang bersifat formal seperti seminar nasional, rapat kerja, atau pelantikan, biasanya doa pembuka dikombinasikan dengan bahasa Indonesia agar dapat diamini oleh seluruh hadirin dengan khidmat. Namun, tetap diawali dengan mukadimah bahasa Arab.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَ فِي الْإِسْلَامِ الْيُسْرَ وَالسَّمَاحَةَ، وَبَعَثَ نَبِيَّهُ بِالْحَنِيفِيَّةِ السَّمْحَةِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ بَعَثَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Latin:
Alhamdulillahi alladzi ja'ala fil-islami al-yusra was-samahah, wa ba'atsa nabiyyahu bil-hanifiyyati as-samhah, wash-shalatu was-salamu 'ala man ba'atsahullahu rahmatan lil 'alamin, wa 'ala alihi wa sahbihi ajma'in.
Setelah membaca mukadimah di atas, Anda dapat melanjutkannya dengan doa harapan dalam Bahasa Indonesia, seperti memohon kelancaran acara, kesatuan hati para peserta, dan hasil keputusan yang bermanfaat bagi umat dan bangsa.
Agar doa yang dipanjatkan lebih mustajab dan berkesan, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan oleh siapa pun yang memimpin doa:
Sebagai pelengkap, setelah memahami doa pembuka acara, penting juga untuk mengetahui doa penutupnya. Doa ini dikenal sebagai doa Kafaratul Majelis.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Latin:
Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.
Artinya:
"Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu."
Demikianlah kumpulan doa pembuka acara yang dapat Anda amalkan. Semoga setiap kegiatan yang kita lakukan senantiasa mendapatkan rida dan kemudahan dari Allah SWT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved