Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PROFESOR Ilmu Gizi Pangan dari IPB University, Budi Setiawan, mengingatkan masyarakat untuk mengendalikan konsumsi minuman manis selama bulan Ramadan. Pasalnya, kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula saat berbuka puasa berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan apabila tidak dikontrol.
Menurut Budi, terdapat kecenderungan masyarakat memilih makanan dan minuman manis saat berbuka puasa sebagai upaya mengembalikan kadar gula darah yang menurun setelah berpuasa seharian.
“Selain sebagai sumber energi, kecenderungan mengonsumsi makanan atau minuman manis saat berbuka bertujuan untuk segera mengembalikan kadar gula darah yang menurun selama berpuasa,” ujarnya, Senin (23/2).
Ia menjelaskan, konsumsi makanan dan minuman manis juga dapat memicu rasa puas dan bahagia akibat meningkatnya produksi hormon serotonin yang dipengaruhi asupan karbohidrat dan gula.
Namun demikian, gula merupakan komponen pangan yang perlu dibatasi karena berada di puncak piramida gizi seimbang.
Berdasarkan ketentuan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL), batas konsumsi gula harian yang dianjurkan adalah 50 gram atau setara dengan empat sendok makan.
“Konsumsi apa pun kalau berlebihan tentu saja tidak baik, makanya pedomannya adalah gizi seimbang,” tegasnya.
Ia menilai, konsumsi minuman manis secara berlebihan, baik saat berbuka maupun sahur, tidak mendukung pemenuhan gizi seimbang.
Kondisi perut yang cepat terasa penuh akibat minuman manis juga berpotensi mengurangi konsumsi makanan bergizi lain, seperti sayur, buah, dan sumber protein.
Lebih lanjut, asupan gula berlebih dapat meningkatkan risiko karies atau kerusakan gigi serta memicu kenaikan berat badan akibat kelebihan energi.
Pada penderita diabetes mellitus, konsumsi gula berlebih juga dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah yang berisiko terhadap penyakit jantung, serta memicu gangguan pencernaan akibat meningkatnya asam lambung.
Sebagai alternatif, ia menyarankan masyarakat memilih minuman yang lebih sehat saat berbuka puasa, seperti air kelapa muda maupun jus buah dan sayur tanpa tambahan gula berlebih.
Ia juga merekomendasikan konsumsi buah manis alami, seperti kurma segar (ruthob) maupun kurma kering, dalam jumlah terbatas.
“Akan tetapi, tentu saja tidak boleh berlebihan, cukup satu atau tiga butir saja,” pungkasnya. (Z-1)
Memaksakan diri kembali ke porsi normal atau lebih tinggi secara mendadak meningkatkan risiko mulai dari cedera sampai terkena sindrom overtraining
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Jika kondisi tidak mereda dan terjadi gejala berat yang ditandai dengan nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, maka sebaiknya jangan memaksakan diri berpuasa.
puasa tidak hanya membawa spirit ilahiah, melainkan juga memiliki konstruksi nilai dan orientasi insaniyah.
Rasa lapar saat puasa berkaitan erat dengan komposisi menu sahur.
Pemerintah mengklaim harga barang kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri 2026 lebih stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Arah kebijakan Baznas ke depan termasuk target pengumpulan zakat nasional yang ditetapkan mencapai Rp160 triliun dan Baznas pusat sebesar Rp10 triliun pada 2031.
Momentum Ramadan mendorong spektrum belanja yang lebih luas—dari kebutuhan harian hingga pengeluaran yang lebih aspiratif.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Human Initiative terus melakukan evaluasi dalam setiap pelaksanaan program.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved