Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Dahsyatnya Surat Al-Qamar, Mukjizat Terbelahnya Bulan dan Syafaat Hari Kiamat

Media Indonesia
23/2/2026 06:34
Dahsyatnya Surat Al-Qamar, Mukjizat Terbelahnya Bulan dan Syafaat Hari Kiamat
Sejumlah jemaah mengisi waktu puasa dengan membaca Alquran setelah melaksanakan sholat Ashar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (20/2/2026).(MI/AGUS MULYAWAN)

SURAT Al-Qamar adalah surat ke-54 dalam juz 27 di Al-Qur'an yang terdiri dari 55 ayat. Masuk dalam golongan Makkiyyah, surat ini memiliki ritme yang kuat dan peringatan yang tegas.

Nama Al-Qamar yang berarti Bulan diambil dari ayat pertama yang mengisahkan salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW, yaitu terbelahnya bulan. Lebih jelasnya, simak pemaparan di bawah ini.

Asbabun Nuzul: Mukjizat Terbelahnya Bulan

Peristiwa turunnya ayat pertama Surat Al-Qamar berkaitan erat dengan tantangan kaum musyrikin Quraisy. Berdasarkan riwayat Imam Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi dari Abdullah bin Mas’ud dan Anas bin Malik, penduduk Mekah meminta bukti kenabian kepada Rasulullah SAW.

Atas izin Allah SWT, Rasulullah SAW menunjukkan bulan yang terbelah menjadi dua bagian. Satu bagian bulan di atas bukit Abu Qubais dan bagian lainnya di atas bukit Qaiqa’an.

Meski melihat dengan mata kepala sendiri, kaum kafir Quraisy justru berpaling dan berkata, "Ini adalah sihir Ibnu Abi Kabsyah yang terus-menerus." Sebagai respons atas pengingkaran tersebut, Allah SWT menurunkan ayat 1-2.

Kandungan Inti Surat Al-Qamar

Surat ini bukan sekadar bercerita tentang keajaiban langit, melainkan membawa pesan-pesan fundamental bagi umat manusia:

  • Peringatan Hari Kiamat: Dibuka dengan pernyataan bahwa kiamat sudah dekat (Iqtarabatis-sa'ah), mengajak manusia untuk segera sadar.
  • Kisah Kaum Terdahulu: Mengulas kehancuran kaum Nabi Nuh, 'Ad, Tsamud, Luth, dan Fir'aun sebagai pelajaran sejarah.
  • Kemudahan Al-Qur'an: Penegasan bahwa Allah telah memudahkan Al-Qur'an untuk dipahami sebagai pelajaran (disebutkan 4 kali).
  • Segala Sesuatu dengan Takdir: Penegasan pada ayat 49 bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu menurut ukuran yang tepat.
  • Catatan Amal: Segala perbuatan manusia, sekecil apa pun, tercatat dalam kitab-kitab catatan amal yang akan dibuka di akhirat kelak.
Info Penting: Ayat ke-17, 22, 32, dan 40 memiliki bunyi yang sama, "Walaqad yassarnal-qur'ana lidz-dzikri fahal min muddakir" (Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?).

Baca juga: Hanya 7 Menit per Salat Taktik Khatam Al-Quran 30 Juz tanpa Ganggu Jadwal Kerja

Keutamaan Membaca Surat Al-Qamar

Membaca dan mengamalkan Surat Al-Qamar memiliki fadhilah yang luar biasa:

  1. Wajah Bersinar di Hari Kiamat: Allah akan membangkitkan pembacanya dengan wajah bersinar laksana bulan purnama.
  2. Kemudahan di Alam Kubur: Dalam riwayat disebutkan pembaca setia akan menaiki unta dari surga saat keluar dari kubur.
  3. Sunnah Shalat 'Ied: Rasulullah SAW sering membaca surat ini saat shalat Idul Fitri dan Idul Adha karena kelengkapan pesannya.
  4. Dicintai Sesama Manusia: Sebagian ulama menyebutkan bahwa menulis surat ini pada hari Jumat (waktu Zuhur) dan membawanya dapat mendatangkan rasa hormat dan cinta dari orang lain atas izin Allah.

Baca juga: Waalaikumsalam atau Waalaikumussalam Mana yang Lebih Utama Menjawab Salam

FAQ (People Also Ask)

Mengapa bulan terbelah dalam Surat Al-Qamar?
Bulan terbelah sebagai mukjizat fisik untuk membuktikan kenabian Muhammad SAW atas permintaan kaum musyrikin Quraisy.

Apa pesan utama dari pengulangan ayat kemudahan Al-Qur'an?
Menekankan bahwa tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak mempelajari Al-Qur'an karena Allah telah menjamin kemudahannya.

Kapan waktu terbaik membaca Surat Al-Qamar?
Membacanya setiap malam sangat dianjurkan, atau saat shalat Idul Fitri/Adha mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Kesimpulan

Surat Al-Qamar adalah pengingat bagi hati yang lalai. Melalui bukti mukjizat yang nyata dan sejarah kaum terdahulu, kita diajak untuk merenung dan segera kembali kepada petunjuk Allah sebelum hari kiamat tiba.

Surat Al-Qamar dalam tulisan Arab, Latin, terjemahan

Berikut bacaan lengkap Surat Al-Qamar ayat 1 sampai 55 dalam teks Arab, Latin, dan Terjemahan Bahasa Indonesia.

Surat Al-Qamar (1-55)

1

اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

iqtarabatis-sā‘atu wansyaqqal-qamar(u).

Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah.

2

وَاِنْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ

wa iy yarau āyatay yu‘riḍū wa yaqūlū siḥrum mustamirr(un).

Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus menerus.”

3

وَكَذَّبُوْا وَاتَّبَعُوْٓا اَهْوَاۤءَهُمْ وَكُلُّ اَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ

wa każżabū wattaba‘ū ahwā'ahum wa kullu amrim mustaqirr(un).

Dan mereka mendustakan (Muhammad) dan mengikuti keinginannya, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.

4

وَلَقَدْ جَاۤءَهُمْ مِّنَ الْاَنْۢبَاۤءِ مَا فِيْهِ مُزْدَجَرٌۙ

wa laqad jā'ahum minal-ambā'i mā fīhi muzdajar(un).

Dan sungguh, telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap kekafiran),

5

حِكْمَةٌ ۢ بَالِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُۙ

Ḥikmatum bāligatun famā tugnin-nużur(u).

(itulah) suatu hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka),

6

فَتَوَلَّ عَنْهُمْ ۘ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ اِلٰى شَيْءٍ نُّكُرٍۙ

fa tawalla ‘anhum, yauma yad‘ud-dā‘i ilā syai'in nukur(in).

maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan),

7

خُشَّعًا اَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَاثِ كَاَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنْتَشِرٌۙ

khusysya‘an abṣāruhum yakhrujūna minal-ajdāṡi ka'annahum jarādum muntasyir(un).

pandangan mereka tertunduk, ketika mereka keluar dari kuburan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan,

8

مُّهْطِعِيْنَ اِلَى الدَّاعِۗ يَقُوْلُ الْكٰفِرُوْنَ هٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ

muhṭi‘īna ilad-dā‘(i), yaqūlul-kāfirūna hāżā yaumun ‘asir(un).

dengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit.”

9

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ فَكَذَّبُوْا عَبْدَنَا وَقَالُوْا مَجْنُوْنٌ وَّازْدُجِرَ

każżabat qablahum qaumu nūḥin fakażżabū ‘abdanā wa qālū majnūnuw wazdujir(a).

Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul), maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, “Dia orang gila!” Lalu diusirnya dengan ancaman.

10

فَدَعَا رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَغْلُوْبٌ فَانْتَصِرْ

fa da‘ā rabbahū annī maglūbun fantaṣir.

Maka dia (Nuh) mengadu kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).”

11

فَفَتَحْنَآ اَبْوَابَ السَّمَاۤءِ بِمَاۤءٍ مُّنْهَمِرٍۖ

fa fataḥnā abwābas-samā'i bimā'im munhamir(in).

Lalu Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah,

12

وَّفَجَّرْنَا الْاَرْضَ عُيُوْنًا فَالْتَقَى الْمَاۤءُ عَلٰٓى اَمْرٍ قَدْ قُدِرَ ۚ

wa fajjarnal-arḍa ‘uyūnan faltaqal-mā'u ‘alā amrin qad qudir(a).

dan Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air maka bertemulah (air-air) itu sehingga (meluap menimbulkan) keadaan (bencana) yang telah ditetapkan.

13

وَحَمَلْنٰهُ عَلٰى ذَاتِ اَلْوَاحٍ وَّدُسُرٍۙ

wa ḥamalnāhu ‘alā żāti alwāḥiw wa dusur(in).

Dan Kami angkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak,

14

تَجْرِيْ بِاَعْيُنِنَاۚ جَزَاۤءً لِّمَنْ كَانَ كُفِرَ

tajrī bi'a‘yuninā, jazā'al liman kāna kufir(a).

yang berlayar dengan pemeliharaan (pengawasan) Kami sebagai balasan bagi orang yang telah diingkari (kaumnya).

15

وَلَقَدْ تَّرَكْنٰهَآ اٰيَةً فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

wa laqat taraknāhā āyatan fahal mim muddakir(in).

Dan sungguh, kapal itu telah Kami jadikan sebagai tanda (pelajaran). Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

16

فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).

Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!

17

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).Islam

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

18

كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

każżabat ‘ādun fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).

Kaum ‘Ad pun telah mendustakan. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!

19

اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا صَرْصَرًا فِيْ يَوْمِ نَحْسٍ مُّسْتَمِرٍّۙ

innā arsalnā ‘alaihim rīḥan ṣarṣaran fī yaumi naḥsim mustamirr(in).

Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus menerus,

20

تَنْزِعُ النَّاسَۙ كَاَنَّهُمْ اَعْجَازُ نَخْلٍ مُّنْقَعِرٍ

tanzi‘un-nās(a), ka'annahum a‘jāzu nakhlim munqa‘ir(in).

yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.

21

فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).

Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!

22

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ ࣖ

wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

23

كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِالنُّذُرِ

każżabat ṡamūdu bin-nużur(i).

Kaum Samud pun telah mendustakan peringatan itu.

24

فَقَالُوْٓا اَبَشَرًا مِّنَّا وَاحِدًا نَّتَّبِعُهٗٓ ۙاِنَّآ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍ

fa qālū abasyaram minnā wāḥidan nattabi‘uh(ū), innā iżal lafī ḍalāliw wa su‘ur(in).

Maka mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sungguh, kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila.

25

ءَاُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِنْۢ بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ اَشِرٌ

a'ulqiyaż-żikru ‘alaihi mim baininā bal huwa każżābun asyir(un).

Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta (dan) sombong.”

26

سَيَعْلَمُوْنَ غَدًا مَّنِ الْكَذَّابُ الْاَشِرُ

saya'lamūna gadam manil-każżābul-asyir(u).

Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta (dan) sombong itu.

27

اِنَّا مُرْسِلُوا النَّاقَةِ فِتْنَةً لَّهُمْ فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْۖ

innā mursilun-nāqati fitnatal lahum fartaqibhum waṣṭabir.

Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (Saleh).

28

وَنَبِّئْهُمْ اَنَّ الْمَاۤءَ قِسْمَةٌ ۢ بَيْنَهُمْۚ كُلُّ شِرْبٍ مُّحْتَضَرٌ

wa nabbi'hum annal-mā'a qismatum bainahum, kullu syirbim muḥtaḍar(un).

Dan beritahukanlah kepada mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu); setiap orang berhak mendapat giliran minum.

29

فَنَادَوْا صَاحِبَهُمْ فَتَعَاطٰى فَعَقَرَ

fa nādau ṣāḥibahum fa ta‘āṭā fa ‘aqar(a).

Maka mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan memotongnya.

30

فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

fakaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).

Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!

31

اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَكَانُوْا كَهَشِيْمِ الْمُحْتَظِرِ

innā arsalnā ‘alaihim ṣaiḥataw wāḥidatan fa kānū kahasyīmil-muḥtaẓir(i).

Kami kirimkan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk.

32

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

33

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوْطٍ ۢبِالنُّذُرِ

każżabat qaumu lūṭim bin-nużur(i).

Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan itu.

34

اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا اِلَّآ اٰلَ لُوْطٍ ۗنَجَّيْنٰهُمْ بِسَحَرٍۙ

innā arsalnā ‘alaihim ḥāṣiban illā āla lūṭ(in), najjaināhum bisaḥar(in).

Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Lut. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing,

35

نِّعْمَةً مِّنْ عِنْدِنَاۗ كَذٰلِكَ نَجْزِيْ مَنْ شَكَرَ

ni‘matam min ‘indinā, każālika najzī man syakar(a).

sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

36

وَلَقَدْ اَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ

wa laqad anżarahum baṭsyatanā fa tamārau bin-nużur(i).

Dan sungguh, dia (Lut) telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka mendustakan peringatan-Ku.

37

وَلَقَدْ رَاوَدُوْهُ عَنْ ضَيْفِهٖ فَطَمَسْنَآ اَعْيُنَهُمْ فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ

wa laqad rāwadūhu ‘an ḍaifihī fa ṭamasnā a‘yunahum fa żūqū ‘ażābī wa nużur(i).

Dan sungguh, mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku!

38

وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُّسْتَقِرٌّۚ

wa laqad ṣabbaḥahum bukratan ‘ażābum mustaqirr(un).

Dan sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang tetap.

39

فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ

fa żūqū ‘ażābī wa nużur(i).

Maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku!

40

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ ࣖ

wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

41

وَلَقَدْ جَاۤءَ اٰلَ فِرْعَوْنَ النُّذُرُۚ

wa laqad jā'a āla fir‘aunan-nużur(u).

Dan sungguh, peringatan telah datang kepada keluarga Fir‘aun.

42

كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كُلِّهَا فَاَخَذْنٰهُمْ اَخْذَ عَزِيْزٍ مُّقْتَدِرٍ

każżabū bi'āyātinā kullihā fa'akhażnāhum akhża ‘azīzim muqtadir(in).

Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semuanya, maka Kami azab mereka dengan azab dari Yang Mahaperkasa, Mahakuasa.

43

اَكُفَّارُكُمْ خَيْرٌ مِّنْ اُولٰۤىِٕكُمْ اَمْ لَكُمْ بَرَاۤءَةٌ فِى الزُّبُرِۚ

akuffārukum khairum min ulā'ikum am lakum barā'atun fiz-zubur(i).

Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum musyrikin) lebih baik dari mereka, ataukah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu?

44

اَمْ يَقُوْلُوْنَ نَحْنُ جَمِيْعٌ مُّنْتَصِرٌ

am yaqūlūna naḥnu jamī‘um muntaṣir(un).

Atau mereka mengatakan, "Kami ini golongan yang bersatu yang pasti menang."

45

سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّوْنَ الدُّبُرَ

sayuhzamul-jam‘u wa yuwallūnad-dubur(a).

Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.

46

بَلِ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَالسَّاعَةُ اَدْهٰى وَاَمَرُّ

balis-sā‘atu mau‘iduhum was-sā‘atu adhā wa amarr(u).

Bahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.

47

اِنَّ الْمُجْرِمِيْنَ فِيْ ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍۘ

innal-mujrimīna fī ḍalāliw wa su‘ur(in).

Sungguh, orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan akan berada dalam neraka (di akhirat).

48

يَوْمَ يُسْحَبُوْنَ فِى النَّارِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْۗ ذُوْقُوْا مَسَّ سَقَرَ

yauma yusḥabūna fin-nāri ‘alā wujūhihim, żūqū massa saqar(a).

Pada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah sentuhan api neraka.”

49

اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ

innā kulla syai'in khalaqnāhu biqadar(in).

Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

50

وَمَآ اَمْرُنَآ اِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ ۢبِالْبَصَرِ

wa mā amrunā illā wāḥidatun kalamḥim bil-baṣar(i).

Dan perintah Kami hanyalah (dengan) satu perkataan seperti kejapan mata.

51

وَلَقَدْ اَهْلَكْنَآ اَشْيَاعَكُمْ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

wa laqad ahlaknā asy-yā akum fahal mim muddakir(in).

Dan sungguh, telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu (kekafirannya). Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

52

وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ

wa kullu syai'in fa‘alūhu fiz-zubur(i).

Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.

53

وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ

wa kullu ṣagīriw wa kabīrim mustaṭar(un).

Dan segala (sesuatu) yang kecil maupun yang besar (semuanya) tertulis.

54

اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَهَرٍۙ

innal-muttaqīna fī jannātiw wa nahar(in).

Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai-sungai,

55

فِيْ مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيْكٍ مُّقْتَدِرٍ ࣖ

fī maq‘adi ṣidqin ‘inda malīkim muqtadir(in).

di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Mahakuasa. 

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya