Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGUCAP salam dan menjawabnya merupakan salah satu anjuran mulia bagi umat Islam saat bertemu dengan saudara seiman. Salam bukan sekadar sapaan formal, melainkan lafaz doa yang mengandung permohonan keselamatan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT.
Namun, sering muncul pertanyaan di tengah masyarakat mengenai redaksi jawaban salam yang paling tepat. Apakah menggunakan Wa’alaikumsalam atau Wa’alaikumussalam? Dikutip dari darulmaarif.net, meski sekilas terdengar serupa, keduanya memiliki perbedaan struktur bahasa (gramatikal) dalam kajian ilmu alat (nahwu).
Sebelum membedah redaksi yang paling tepat, penting untuk memahami hukum menjawab salam. Berdasarkan kesepakatan para ulama (ijma'), menjawab salam merupakan kewajiban.
Imam An-Nawawi dalam kitab Majmu’ Syarh Muhadzab menjelaskan:
"Adapun menjawab salam hukumnya wajib menurut ijma’ Ulama. Jika ucapan salam ditujukan untuk satu orang, orang tersebut hukumnya fardlu ‘ain menjawabnya. Jika ucapan salam ditujukan untuk orang banyak, hukum menjawabnya fardlu kifayah."
Artinya, jika Anda dikirimkan salam secara pribadi (japri) melalui pesan singkat seperti WhatsApp, hukum membalasnya adalah wajib bagi Anda secara individu. Namun, jika salam dikirimkan ke dalam grup, kewajiban tersebut gugur jika sudah ada satu anggota grup yang mewakili untuk menjawabnya.
Baca juga : Tulisan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dalam Arab dan Latin yang Benar
Di era digital, salam sering kali dikirimkan melalui tulisan. Sayyid Bakri dalam kitab Ia’natut Tholibiin menegaskan bahwa kewajiban menjawab salam tetap berlaku meski salam tersebut berbentuk tulisan.
“Wajib bagi orang yang dikirim salam untuk menjawabnya dengan segera, baik itu secara lisan maupun tulisan. Dan apabila dikirim salam dalam bentuk tulisan, boleh membalasnya secara lisan maupun dengan tulisan.”
Baca juga: Hukum Doa lewat Stiker WhatsApp untuk Orang Meninggal Sampai atau Tidak
Dalam kaidah bahasa Arab, perbedaan kedua kalimat ini terletak pada penggunaan Al-Ta’rif (Alif Lam) dan Isim Nakirah.
Dalam kitab Al-Adzkaar, Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa jawaban minimal yang sah adalah Wa 'alaikassalaam atau Wa 'alaikumussalam. Bahkan, jika huruf wawu di depan dihilangkan menjadi 'Alaikumussalaam, jawaban tersebut tetap dianggap sah dan mencukupi.
Menggunakan kalimat Wa 'alaikum salam (tanpa alif lam pada kata salam) hukumnya diperbolehkan dan sudah dianggap menggugurkan kewajiban menjawab salam. Hal ini dikonfirmasi dalam kitab Hasyiyah Al-Jamaal dan Mughnil Muhtaaj.
Baca juga: Makan Sahur Wajib Berhenti saat Awal atau Akhir Azan Subuh
Meskipun kedua versi di atas diperbolehkan, para ulama bersepakat bahwa menggunakan Al-Ta’rif atau Ma’rifat (menggunakan Alif Lam) adalah yang paling utama. Maka, pengucapan Wa'alaikumussalam lebih dianjurkan daripada Wa'alaikumsalam.
Kitab Mughnil Muhtaaj menyebutkan, "Cukup kiranya lafadz Salamun 'Alaikum sebagai awalan dan lafadz Wa aAlaikumsalam sebagai jawab salam. Akan tetapi memakai ta’rif (Alif Lam) pada keduanya lebih utama."
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Bagi umat Muslim, menjawab salam dengan redaksi Wa'alaikumsalam maupun Wa'alaikumussalam keduanya adalah benar dan sah secara hukum syariat. Namun, jika ingin mengejar keutamaan (af dhal), sangat dianjurkan menggunakan redaksi Wa'alaikumussalam (dengan Alif Lam).
Dengan saling mendoakan melalui salam yang sempurna, diharapkan ukhuwah Islamiyah antar sesama Muslim semakin erat dan penuh berkah. Wallahu a’lam bish-shawabi. (I-2)
Masih bingung beda Waalaikumussalam dan Waalaikumsalam? Simak penjelasan Kiai Subhan Makmun, rahasia huruf Waw, dan hukum menjawab salam yang benar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved