MENGUCAPKAN dan menjawab salam adalah tradisi mulia dalam Islam yang bukan sekadar sapaan, melainkan doa keselamatan. Namun, sering kali muncul perdebatan di tengah masyarakat mengenai redaksi jawaban yang paling tepat: apakah Wa 'alaikumussalam atau Wa 'alaikumsalam?
Meski terdengar serupa, para ulama, termasuk Kiai Subhan Makmun (Rais Syuriyah PBNU), menekankan ada perbedaan mendasar dari sisi kaidah bahasa Arab (gramatika) dan kedalaman maknanya. Artikel ini akan mengupas tuntas rahasia di balik lafaz salam, hukum menjawabnya, hingga rahasia huruf waw yang sering kita ucapkan.
Perbedaan Waalaikumussalam dan Waalaikumsalam
Perbedaan utama antara kedua lafaz ini terletak pada penggunaan artikel Al (Alif Lam Ma'rifah) pada kata Salam.
Baca juga: Tulisan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dalam Arab dan Latin yang Benar
1. Wa 'alaikumussalam (Menggunakan Al)
Dalam kaidah bahasa Arab, penggunaan Al menunjukkan bentuk ma'rifah (khusus/spesifik). Kiai Subhan Makmun menjelaskan bahwa ketika kita menjawab dengan Waalaikumussalam, keselamatan yang dimaksud adalah keselamatan yang spesifik dan sempurna dari Allah SWT. Ini jawaban yang paling sepadan dengan ucapan Assalamu'alaikum yang juga menggunakan Al.
2. Wa 'alaikumsalam Tanpa "Al)
Lafaz ini sering kali merupakan hasil penyingkatan atau kebiasaan lisan. Tanpa Al, kata Salam menjadi nakirah (umum). Secara maknawi, keselamatan yang dimaksud menjadi bersifat umum dan tidak sespesifik doa yang dipanjatkan dalam bentuk ma'rifah.
Berdasarkan Surat An-Nisa ayat 86, umat Islam diperintahkan untuk membalas penghormatan (salam) dengan yang lebih baik atau minimal serupa. Oleh karena itu, menjawab dengan lafaz yang lengkap dan menggunakan ma'rifah (Wa 'alaikumussalam) sangat dianjurkan agar sepadan dengan doa yang diberikan oleh orang yang memulai salam.
Baca juga: Asmaul Husna Allah As-Salam Selamat dari Cacat dan Menyelamatkan
Rahasia Huruf Waw pada Kalimat Wa Alaikumus Salam
Pernahkah Anda memperhatikan mengapa jawaban salam selalu diawali dengan huruf Wa (Waw)? Secara harfiah, Wa berarti dan. Namun, dalam tafsir Al-Qur'an, huruf ini menyimpan rahasia mendalam.
Huruf waw di sini berfungsi sebagai Waw Athaf (kata sambung) yang mengaitkan doa keselamatan tersebut kembali kepada si pemberi salam. Ini menunjukkan prinsip kebersamaan dan kolektivitas dalam Islam. Kita tidak hanya meminta keselamatan untuk diri sendiri, tetapi secara otomatis mendoakan kembali orang yang mendoakan kita.
Baca juga: Hukum Gadis Muda Memberi dan Menjawab Salam kepada Nonmahram
Hukum Menjawab Salam: Wajib atau Sunnah?
Para ulama sepakat mengenai pembagian hukum salam sebagai berikut:
- Mengucapkan Salam: Hukumnya adalah Sunnah Muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan).
- Menjawab Salam: Hukumnya adalah Wajib.
- Jika salam ditujukan kepada individu, maka hukumnya Fardhu Ain.
- Jika salam ditujukan kepada kelompok, hukumnya Fardhu Kifayah.
Baca juga: Arti Al-Muqtadir dalam Asmaul Husna, Dalil, Perbedaannya dengan Al-Qadir
Tabel Keutamaan Pahala Ucapan Salam
| Lafaz Salam | Pahala (Kebaikan) |
|---|---|
| Assalamu'alaikum | 10 Kebaikan |
| Assalamu'alaikum Warahmatullah | 20 Kebaikan |
| Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh | 30 Kebaikan |
FAQ: Pertanyaan Sering Diajukan
Bolehkah menjawab salam hanya dengan Wa 'alaikum?
Secara bahasa, Wa 'alaikum berarti dan atas kalian. Meskipun maknanya tersambung, para ulama menganjurkan untuk menyempurnakan jawaban sesuai perintah Al-Qur'an agar mendapatkan pahala yang sempurna.
Baca juga: Surat Ar-Rahman Makna, Asbabun Nuzul, Keutamaan Membacanya, dan Tulisannya
Bagaimana cara menjawab salam dari nonmuslim?
Rasulullah SAW mengajarkan untuk menjawab dengan kalimat yang ringkas, yaitu Wa 'alaikum (Dan atas kalian juga).
Apakah menjawab salam di pesan singkat (WhatsApp) wajib?
Ya, menjawab salam dalam bentuk tulisan hukumnya sama dengan menjawab salam lisan, yaitu wajib segera dibalas.
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Kesimpulan
Menjawab salam dengan redaksi Wa 'alaikumussalam adalah pilihan yang lebih utama dan sesuai dengan kaidah bahasa Arab yang sempurna. Dengan memahami makna di balik setiap huruf dan lafaznya, kita tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi juga menghayati doa keselamatan yang kita pertukarkan dengan sesama muslim. (I-2)
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
