Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Jaga Kebugaran Saat Ramadan, Ini Strategi Olahraga yang Tepat

Basuki Eka Purnama
12/2/2026 04:29
Jaga Kebugaran Saat Ramadan, Ini Strategi Olahraga yang Tepat
Ilustrasi(Freepik)

MENJALANKAN ibadah puasa bukan berarti harus menghentikan total aktivitas fisik. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Raspati, Sp.KO, menekankan pentingnya tetap berolahraga selama bulan Ramadan demi menjaga kebugaran fisik agar tidak menurun.

Menurut dokter lulusan Universitas Indonesia ini, kunci utama tetap aktif saat berpuasa terletak pada penyesuaian strategi. 

"Ketika kita ingin tetap aktif, pasti ada penyesuaian strateginya," ujar Andhika, dikutip Kamis (12/2).

Memilih Waktu yang Tepat

Pemilihan waktu menjadi faktor krusial agar kondisi tubuh tidak tumbang. Andhika memaparkan tiga opsi waktu yang bisa dipilih masyarakat sesuai dengan kondisi fisiknya masing-masing:

1. Pagi Hari Setelah Sahur

Olahraga di waktu ini cukup ideal karena tubuh masih mengantongi cadangan energi yang cukup dari asupan makanan dan minuman saat sahur. Namun, ia memberikan catatan khusus agar intensitasnya tetap dijaga.

Andhika menyarankan untuk menghindari latihan yang memicu keringat berlebih guna mencegah dehidrasi, mengingat tubuh masih harus bertahan tanpa cairan hingga sore hari. 

"Kalau mau latihan pagi, hindari latihan yang menguras banyak keringat, (contoh olahraga yang tidak menguras keringat) misalnya nge-gym di ruangan ber-AC," jelasnya.

2. Sore Hari Menjelang Berbuka (Ngabuburit)

Waktu ini merupakan pilihan paling populer bagi banyak orang. Meski demikian, Andhika mengingatkan bahwa kondisi energi tubuh di sore hari biasanya berada di titik terendah karena perut kosong sepanjang hari.

Ia menyarankan agar masyarakat tidak memaksakan diri, terutama pada minggu pertama Ramadan saat tubuh masih beradaptasi. 

"Jangan yang terlalu eksplosif, karena (kadar) gula sudah habis sepanjang hari enggak makan. Pilih yang mudah kayak jalan santai, slow jogging, pokoknya yang intensitas rendah. Itu enggak masalah," tambahnya.

3. Setelah Berbuka Puasa

Opsi ini dianggap sebagai pilihan yang paling aman secara medis karena cadangan energi sudah kembali terisi. Namun, syarat utamanya adalah tidak mengonsumsi makanan berat secara berlebihan saat berbuka agar tubuh tidak merasa begah saat bergerak.

"Mungkin sekadar minum jus supaya mengisi energi sedikit dipakai salat Maghrib, siap latihan," saran Andhika sebagai tips bagi mereka yang ingin berlatih setelah berbuka.

Konsistensi adalah Kunci

Andhika menegaskan bahwa mengabaikan aktivitas fisik sama sekali selama sebulan penuh dapat berdampak negatif pada tingkat kebugaran seseorang. 

Dengan melakukan modifikasi pada jenis latihan dan waktu pelaksanaannya, masyarakat tetap bisa menjalankan ibadah sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara optimal. (Ant/Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya