Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJALANKAN ibadah puasa bukan berarti harus menghentikan total aktivitas fisik. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Raspati, Sp.KO, menekankan pentingnya tetap berolahraga selama bulan Ramadan demi menjaga kebugaran fisik agar tidak menurun.
Menurut dokter lulusan Universitas Indonesia ini, kunci utama tetap aktif saat berpuasa terletak pada penyesuaian strategi.
"Ketika kita ingin tetap aktif, pasti ada penyesuaian strateginya," ujar Andhika, dikutip Kamis (12/2).
Pemilihan waktu menjadi faktor krusial agar kondisi tubuh tidak tumbang. Andhika memaparkan tiga opsi waktu yang bisa dipilih masyarakat sesuai dengan kondisi fisiknya masing-masing:
1. Pagi Hari Setelah Sahur
Olahraga di waktu ini cukup ideal karena tubuh masih mengantongi cadangan energi yang cukup dari asupan makanan dan minuman saat sahur. Namun, ia memberikan catatan khusus agar intensitasnya tetap dijaga.
Andhika menyarankan untuk menghindari latihan yang memicu keringat berlebih guna mencegah dehidrasi, mengingat tubuh masih harus bertahan tanpa cairan hingga sore hari.
"Kalau mau latihan pagi, hindari latihan yang menguras banyak keringat, (contoh olahraga yang tidak menguras keringat) misalnya nge-gym di ruangan ber-AC," jelasnya.
2. Sore Hari Menjelang Berbuka (Ngabuburit)
Waktu ini merupakan pilihan paling populer bagi banyak orang. Meski demikian, Andhika mengingatkan bahwa kondisi energi tubuh di sore hari biasanya berada di titik terendah karena perut kosong sepanjang hari.
Ia menyarankan agar masyarakat tidak memaksakan diri, terutama pada minggu pertama Ramadan saat tubuh masih beradaptasi.
"Jangan yang terlalu eksplosif, karena (kadar) gula sudah habis sepanjang hari enggak makan. Pilih yang mudah kayak jalan santai, slow jogging, pokoknya yang intensitas rendah. Itu enggak masalah," tambahnya.
3. Setelah Berbuka Puasa
Opsi ini dianggap sebagai pilihan yang paling aman secara medis karena cadangan energi sudah kembali terisi. Namun, syarat utamanya adalah tidak mengonsumsi makanan berat secara berlebihan saat berbuka agar tubuh tidak merasa begah saat bergerak.
"Mungkin sekadar minum jus supaya mengisi energi sedikit dipakai salat Maghrib, siap latihan," saran Andhika sebagai tips bagi mereka yang ingin berlatih setelah berbuka.
Andhika menegaskan bahwa mengabaikan aktivitas fisik sama sekali selama sebulan penuh dapat berdampak negatif pada tingkat kebugaran seseorang.
Dengan melakukan modifikasi pada jenis latihan dan waktu pelaksanaannya, masyarakat tetap bisa menjalankan ibadah sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara optimal. (Ant/Z-1)
RAMADAN selalu datang dengan misi yang sama: jeda dari hiruk-pikuk kehidupan, kesempatan menata ulang batin, dan panggilan untuk memurnikan relasi manusia dengan Tuhan dan sesamanya
Ramadan adalah momentum terbaik untuk menyatukan kembali energi kebaikan lintas angkatan.
Agar tubuh tetap bertenaga dan fokus dalam beribadah, pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci krusial yang harus diperhatikan masyarakat.
Kunci utama menjaga kesehatan ginjal terletak pada pemenuhan cairan yang cukup.
Jika biasanya trafik memuncak saat jam kerja atau waktu santai di rumah, di bulan Ramadan, lonjakan utama justru terjadi saat dini hari.
Bermain padel saat bulan puasa sebaiknya dilakukan dalam waktu terbatas, yakni maksimal selama 45 menit menjelang waktu berbuka.
Kegiatan ini bertujuan menguatkan ukhuwah Islamiyah serta memperkuat sinergi dan silaturahmi antar rekan seprofesi yang tergabung dalam INI dan IPPAT.
Kalau zakat bisa berubah jadi beras, biaya sekolah, atau modal kecil buat hidup sebulan ke depan, ya kenapa harus ditahan?
DT Peduli kembali menggelar program Ramadan Peduli Negeri (RPN) 2026 dengan tema Teguhkan Kepedulian untuk Saudaramu di Pelosok dan Lintas Negeri.
Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional, Laznas Yakesma terus menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.
RAMADAN selalu datang dengan misi yang sama: jeda dari hiruk-pikuk kehidupan, kesempatan menata ulang batin, dan panggilan untuk memurnikan relasi manusia dengan Tuhan dan sesamanya
SUKU Dinas Sosial Jakarta Selatan menyampaikan bahwa anggapan besarnya peluang ekonomi di Ibu Kota menjadi salah satu pemicu kedatangan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved