Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Orangtua Diingatkan untuk Siap Menghadapi Keadaan Darurat Medis Saat Bepergian Bersama Anak

Basuki Eka Purnama
07/2/2026 06:16
Orangtua Diingatkan untuk Siap Menghadapi Keadaan Darurat Medis Saat Bepergian Bersama Anak
Ilustrasi(Freepik)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat, khususnya orangtua, untuk senantiasa mengantisipasi kemungkinan terjadinya darurat medis saat melakukan perjalanan jauh bersama buah hati. Hal ini dilakukan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan anak selama di perjalanan.

Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menekankan bahwa langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.

"IDAI mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orangtua yang akan melakukan perjalanan jauh bersama bayi dan anak, untuk selalu mempersiapkan diri dengan memeriksakan kondisi kesehatan anak sebelum bepergian," ujar Piprim melalui keterangan resmi. dikutip Sabtu (7/2).

Selain pemeriksaan fisik, persiapan logistik medis pribadi juga menjadi poin krusial. 

Piprim menganjurkan orangtua untuk membawa berbagai keperluan medis, termasuk obat-obatan pribadi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik sang anak. Langkah ini dinilai penting agar penanganan awal bisa dilakukan secara mandiri sebelum mendapatkan bantuan profesional.

Lebih lanjut, orangtua juga diminta untuk proaktif mempelajari prosedur permintaan pertolongan darurat pada sarana transportasi yang digunakan, baik itu pesawat, kereta api, maupun kapal laut. 

Kecepatan tindakan menjadi kunci utama, mengingat kondisi darurat medis pada anak memerlukan penanganan yang cepat dan tepat dari tenaga medis.

Imbauan ini berkaca pada insiden medis yang terjadi di udara baru-baru ini. IDAI memberikan apresiasi tinggi kepada Dr. dr. Erli Meichory Viorika, Sp.A, anggota IDAI Cabang Bengkulu, yang secara sigap memberikan pertolongan pertama pada bayi berusia 22 bulan yang mengalami kejang dalam penerbangan Citilink QG 990 rute Jakarta-Bengkulu pada Mei 2025.

"Ini merupakan refleksi langsung dari komitmen profesi dokter anak yang siap membantu dalam situasi apapun sesuai dengan sumpah dan etik kedokteran, meskipun berada di luar lingkungan klinis formal," tegas Piprim.

Melalui peristiwa ini, IDAI berharap para orangtua semakin mawas diri dan membekali diri dengan pengetahuan dasar serta kesiapan medis yang matang sebelum menempuh perjalanan jauh. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya