Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Edukasi agar Anak Berani ke Dokter lewat Buku

Abdillah M Marzuqi
16/1/2026 18:58
Edukasi agar Anak Berani ke Dokter lewat Buku
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter(Dok.HO)

DOKTER bisa menjadi menakutkan bagi sebagian orang. Pengalaman takut ke dokter merupakan hal yang umum dialami, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami, serta menawarkan sudut pandang baru dalam menghadapi rasa takut tersebut.

Bekerja sama dengan penerbit Stiletto Book, buku ini dihadirkan bukan sekadar sebagai bacaan anak, melainkan sebagai media edukasi yang bersifat universal dan relevan bagi berbagai kalangan, untuk membangun perspektif yang lebih positif terhadap kesehatan dan dunia medis.

“Kami ingin buku ini bisa dinikmati oleh siapa saja. Bukan hanya anak-anak yang belajar untuk berani, tetapi juga orang tua dan orang dewasa sebagai pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan dengan cara yang menyenangkan,” ungkap Karen Nijsen dalam keterangan yang diterima (16/1).

Mika & Maka: Berani ke Dokter diperkaya dengan ilustrasi berwarna karya Himawati yang menghadirkan nuansa ceria, ramah, dan menenangkan, sehingga pembaca dapat menikmati pengalaman membaca yang menyenangkan sekaligus bermakna.

Meskipun dikemas melalui karakter anak-anak yang menggemaskan, Mika dan Maka, buku ini membawa pesan yang mendalam dan lintas usia. Tanpa nada menggurui, cerita di dalamnya berupaya menghapus stigma negatif serta kecemasan yang kerap muncul terkait kunjungan ke dokter. Lebih dari itu, buku ini secara umum mengajarkan nilai keberanian dalam menghadapi rasa takut, sebuah keterampilan emosional yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

"Buku ini lahir dari keresahan yang sangat dekat dengan kehidupan keluarga pada umumnya, Indonesia. Banyak orangtua menghadapi kecemasan anak setiap kali harus pergi ke dokter, dan sering kali rasa takut itu tumbuh karena kurangnya pemahaman, atau persepsi yang buruk," tambahnya.

Kolaborasi itu mempertemukan latar belakang yang saling melengkapi. Maria Ardelia dikenal sebagai penulis novel sekaligus dokter spesialis neurologi, yang kerap mengangkat isu kesehatan dan kemanusiaan melalui pendekatan naratif yang hangat dan membumi. Sementara itu, Karen Nijsen merupakan sosok yang peduli serta aktif berkecimpung dalam dunia sosial dan edukasi anak, dengan perhatian khusus pada isu kesejahteraan anak dan pembentukan karakter sejak dini. Hal itu menjadikan perspektif dalam buku yang tidak hanya informatif, tetapi juga empatik dan relevan dengan kebutuhan keluarga masa kini.

"Kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih hangat dan manusiawi. Melalui Mika dan Maka, kami berusaha mengubah persepsi bahwa dokter bukan sosok yang menakutkan, melainkan teman yang membantu menjaga kesehatan. Harapannya, anak-anak Indonesia dapat tumbuh dengan relasi yang lebih sehat dan positif terhadap dunia medis sejak dini," sambungnya.

Maria Ardelia menambahkan bahwa fleksibilitas pesan dalam buku ini menjadikannya relevan untuk berbagai konteks. “Mika & Maka dirancang agar pesannya dapat sampai ke semua kalangan, karena keberanian lahir dari cara kita menghadapi ketakutan, dalam hal apa pun. 

"Kami berharap buku ini dapat menjadi bacaan positif di lingkungan keluarga maupun pendidikan, khususnya dalam menanamkan gaya hidup sehat dan keberanian sejak dini,” pungkas Maria. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya