Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
SASTRAWAN senior sekaligus Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), Noorca M Massardi, kembali memperkaya khazanah literasi Indonesia dengan meluncurkan dua karya terbaru di 2026. Momentum ini sekaligus menjadi pembuktian konsistensi Noorca dalam berkarya yang tidak mengenal batas usia.
Kedua karya tersebut adalah kumpulan puisi berjudul 72 Rumah dan Hal Ihwal di Sekitarnya serta sebuah novel bertajuk Pemakan Buah.
Peluncuran ini merupakan bagian dari tradisi pribadi Noorca yang telah ia jalankan selama satu dekade terakhir.
"Memang saya sudah bertekad selama 10 tahun terakhir ini, ingin membuat kumpulan puisi. Sesuai dengan setiap kali ulang tahun untuk hadiah saya pribadi," ujar Noorca, dikutip Selasa (17/3).
Kumpulan puisi 72 Rumah dan Hal Ihwal di Sekitarnya merupakan buku puisi kesembilan karya Noorca.
Dalam karya ini, ia merefleksikan kehidupan keseharian melalui metafora ruang domestik.
Menariknya, buku ini diperkaya dengan sentuhan visual berupa ilustrasi karya sang istri, Rayni N. Massardi.
Noorca menyoroti hal-hal remeh yang sering luput dari perhatian orang awam namun memiliki makna mendalam jika digali lebih jauh.
"Misalnya piring, orang enggak peduli sama piring kan, paling makan terus jadi selesai, tapi dari piring itulah kita hidup menikmati hasil dari payah begitu kan," tuturnya menjelaskan filosofi di balik puisinya.
Berbeda dengan kumpulan puisinya yang bersifat reflektif, novel Pemakan Buah hadir sebagai karya fiksi panjang ketujuh yang mengusung genre epik futuristik.
Novel ini mengambil latar di Kerajaan Terrajannah, sebuah alegori yang memotret dinamika sosial-politik kontemporer, mulai dari intrik politik, dilema hukum, hingga korupsi kekuasaan.
"Novel ini tentang misteri buah terlarang, buah pengetahuan. Yang ketika orang memakannya, itu mendapatkan sesuatu yang di luar dugaan," kata lulusan *École Supérieure de Journalisme* (ESJ) Paris tersebut.
Acara peluncuran buku yang digelar di GIK ini dikemas dalam format Panggung & Dialog Kebudayaan. Acara tersebut dimeriahkan dengan monolog, pembacaan puisi, serta sesi bedah karya bersama sastrawan Ikhsan Risfandi (IRZI) dan HM. Nasruddin Anshoriy Ch (Gus Nas).
Sebagai bentuk komitmen terhadap edukasi publik, dilakukan pula penyerahan simbolis 250 paket buku kepada mahasiswa, perpustakaan, dan komunitas literasi.
Noorca M Massardi sendiri merupakan sosok yang memiliki rekam jejak panjang di dunia pers dan seni. Saat ini, ia tengah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua LSF periode 2024–2028.
Dedikasinya di dunia sastra pun telah diakui secara nasional, terbukti dengan diterimanya penghargaan "50 Tahun Berkarya di Bidang Sastra dan Bahasa" dari Kemendikbudristek pada 2024 lalu. (Ant/Z-1)
Bagi publik, pencantuman pasal TPPU adalah simbol keseriusan negara; sebuah pesan bahwa pelaku tidak hanya akan dipenjara, tetapi harta hasil kejahatannya pun akan dikejar hingga akarnya.
Lewat buku Swipe Therapy, Mira merangkum fase paling rapuh dalam hidupnya, mulai dari rencana pernikahan yang batal hingga kembali menavigasi labirin dunia dating apps.
Total nilai dari ketiga jam tangan yang biasa dikenakan Bill Gates sehari-hari hanya mencapai US$124 atau sekitar Rp2,1 juta saja.
BBW Surabaya 2026 akan diselenggarakan di Convention Hall, Tunjungan Plaza 3, Lantai 6, mulai dari 29 Januari hingga 8 Februari 2026.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Puisi “Perempuan dan Tubuhnya” karya Akromah Zonic menyoroti objektifikasi, pengawasan sosial, dan nilai tubuh perempuan melalui lirik reflektif yang kuat dan menyentuh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
Kontribusi Chairil Anwar lewat puisi tersohor seperti Aku, Doa, dan Derai-Derai Cemara menjadikannya simbol perlawanan dan kebebasan berpikir.
Falcon Pictures ingin menghadirkan kembali sosok Chairil bukan hanya sebagai sastrawan, tetapi sebagai manusia yang mencintai, memberontak, dan hidup sepenuh tenaga.
Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved