Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Rayakan Usia ke-72, Noorca M Massardi Rilis Kumpulan Puisi dan Novel Futuristik

Basuki Eka Purnama
17/3/2026 07:11
Rayakan Usia ke-72, Noorca M Massardi Rilis Kumpulan Puisi dan Novel Futuristik
Sastrawan sekaligus Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Noorca M. Massardi (kedua dari kanan) ketika menghadiri acara peluncuran dua karya bertajuk "Menjaga Nyala Literasi" di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Jakarta, Minggu (15/3/2026).(ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

SASTRAWAN senior sekaligus Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), Noorca M Massardi, kembali memperkaya khazanah literasi Indonesia dengan meluncurkan dua karya terbaru di 2026. Momentum ini sekaligus menjadi pembuktian konsistensi Noorca dalam berkarya yang tidak mengenal batas usia.

Kedua karya tersebut adalah kumpulan puisi berjudul 72 Rumah dan Hal Ihwal di Sekitarnya serta sebuah novel bertajuk Pemakan Buah. 

Peluncuran ini merupakan bagian dari tradisi pribadi Noorca yang telah ia jalankan selama satu dekade terakhir.

"Memang saya sudah bertekad selama 10 tahun terakhir ini, ingin membuat kumpulan puisi. Sesuai dengan setiap kali ulang tahun untuk hadiah saya pribadi," ujar Noorca, dikutip Selasa (17/3).

Refleksi Domestik dan Metafora Rumah

Kumpulan puisi 72 Rumah dan Hal Ihwal di Sekitarnya merupakan buku puisi kesembilan karya Noorca. 

Dalam karya ini, ia merefleksikan kehidupan keseharian melalui metafora ruang domestik. 

Menariknya, buku ini diperkaya dengan sentuhan visual berupa ilustrasi karya sang istri, Rayni N. Massardi.

Noorca menyoroti hal-hal remeh yang sering luput dari perhatian orang awam namun memiliki makna mendalam jika digali lebih jauh.

"Misalnya piring, orang enggak peduli sama piring kan, paling makan terus jadi selesai, tapi dari piring itulah kita hidup menikmati hasil dari payah begitu kan," tuturnya menjelaskan filosofi di balik puisinya.

Alusio Politik dalam Pemakan Buah

Berbeda dengan kumpulan puisinya yang bersifat reflektif, novel Pemakan Buah hadir sebagai karya fiksi panjang ketujuh yang mengusung genre epik futuristik. 

Novel ini mengambil latar di Kerajaan Terrajannah, sebuah alegori yang memotret dinamika sosial-politik kontemporer, mulai dari intrik politik, dilema hukum, hingga korupsi kekuasaan.

"Novel ini tentang misteri buah terlarang, buah pengetahuan. Yang ketika orang memakannya, itu mendapatkan sesuatu yang di luar dugaan," kata lulusan *École Supérieure de Journalisme* (ESJ) Paris tersebut.

Komitmen Edukasi dan Literasi

Acara peluncuran buku yang digelar di GIK ini dikemas dalam format Panggung & Dialog Kebudayaan. Acara tersebut dimeriahkan dengan monolog, pembacaan puisi, serta sesi bedah karya bersama sastrawan Ikhsan Risfandi (IRZI) dan HM. Nasruddin Anshoriy Ch (Gus Nas).

Sebagai bentuk komitmen terhadap edukasi publik, dilakukan pula penyerahan simbolis 250 paket buku kepada mahasiswa, perpustakaan, dan komunitas literasi.

Noorca M Massardi sendiri merupakan sosok yang memiliki rekam jejak panjang di dunia pers dan seni. Saat ini, ia tengah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua LSF periode 2024–2028. 

Dedikasinya di dunia sastra pun telah diakui secara nasional, terbukti dengan diterimanya penghargaan "50 Tahun Berkarya di Bidang Sastra dan Bahasa" dari Kemendikbudristek pada 2024 lalu. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik