Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH produksi Falcon Pictures bersiap mengangkat kisah sosok penyair besar Tanah Air, Chairil Anwar, ke layar lebar.
"Kami percaya, kisah Chairil adalah kisah tentang keberanian untuk hidup dengan caranya sendiri. Tentang semangat yang tak pernah padam,
bahkan setelah raga tiada," ujar produser Falcon Pictures, Frederica, dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (11/11).
Film ini akan mengangkat kisah Chairil Anwar, pujangga yang dengan puisinya mengguncang zaman dengan sejumlah karya seperti Aku, Karawang-Bekasi, Doa, dan Diponegoro, bukan sekadar deretan kata, melainkan letupan jiwa muda yang menolak tunduk.
Melalui film ini, Falcon Pictures ingin menghadirkan kembali sosok Chairil bukan hanya sebagai sastrawan, tetapi sebagai manusia yang mencintai, memberontak, dan hidup sepenuh tenaga.
Dengan proyek Chairil Anwar ini, Falcon Pictures sekali lagi menegaskan komitmen untuk menghadirkan kisah-kisah yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menghidupkan ingatan kolektif bangsa tentang kata, tentang keberanian, dan tentang manusia yang menulis hidupnya dengan tinta abadi.
Kabar itu juga disampaikan Falcon Pictures melalui unggahan di akun media sosial Instagram resminya menampilkan potret ikonik sang penyair.
Dalam unggahan tersebut, Falcon mengajak publik ikut serta menebak siapa aktor yang paling pantas memerankan sang penyair muda yang hidupnya pendek namun membara.
"Film Chairil Anwar. Segera di bioskop. Menurut kalian siapa nih yang cocok berperan sebagai Chairil Anwar?," tulis unggahan
di media sosial @falconpictures. (Ant/Z-1)
Puisi “Perempuan dan Tubuhnya” karya Akromah Zonic menyoroti objektifikasi, pengawasan sosial, dan nilai tubuh perempuan melalui lirik reflektif yang kuat dan menyentuh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
Kontribusi Chairil Anwar lewat puisi tersohor seperti Aku, Doa, dan Derai-Derai Cemara menjadikannya simbol perlawanan dan kebebasan berpikir.
Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing.
Dilengkapi layanan chat multibahasa, Sahabat-AI mampu memahami nuansa bahasa, merangkai kata, dan menghasilkan karya sastra dalam bahasa lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved