Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Aku Laut, Aku Ombak: Pesan Penting dari Puisi Iverdixon Tinungki untuk Jaga Laut Indonesia

Cornelius Juan Prawira
12/12/2025 18:03
Aku Laut, Aku Ombak: Pesan Penting dari Puisi Iverdixon Tinungki untuk Jaga Laut Indonesia
Puisi Aku Laut, Aku Ombak.(Freepik)

PUISI Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia. Puisi ini mengingatkan bahwa laut bukan hanya tempat indah, tetapi ruang yang menyimpan sejarah, budaya, dan kehidupan banyak orang. 

Di tengah kondisi laut Indonesia yang semakin terancam, pesan dalam puisi ini terasa penting untuk mengajak kita lebih peduli dan menjaga laut agar tetap sehat.

Laut sebagai Ruang Cerita

Ketika puisi menyebut “taufan selat Basilan mengantar mahkota enam kerajaan”, laut muncul sebagai tempat perjalanan panjang para leluhur. Baris seperti “syair manusia perahu melintas abad” menunjukkan bagaimana laut membawa cerita dan hubungan antarpulau selama berabad-abad. 

Puisi ini mengingatkan bahwa laut adalah bagian dari jati diri bangsa; tempat yang menjadi penghubung, bukan penghalang. Laut dalam puisi Tinungki hadir sebagai ruang hidup yang mengajarkan keteguhan, sebagaimana ombak yang terus bergerak tanpa henti.

Ajakan untuk Jaga Laut Indonesia

Melalui baris “ikan tak letih di pusaran arus, paus hiu menunggang gelombang”, laut digambarkan penuh kehidupan. Namun ada pula peringatan dalam larik “tak ada tempat bersembunyi bila kuda angin berpacu”, yang menggambarkan bahwa laut bisa rusak bila keseimbangannya terganggu.

 Kondisi ini sesuai dengan kenyataan hari ini: sampah plastik, penangkapan ikan yang berlebihan, dan kerusakan terumbu karang membuat laut Indonesia berada dalam situasi yang mengkhawatirkan.

Dengan menghadirkan laut sebagai sesuatu yang “berbicara” kepada manusia, puisi ini mengajak kita merasakan pentingnya merawat laut. Ketika penulis menutup dengan “akulah laut, akulah ombak”, ia seakan berkata bahwa manusia dan laut saling terhubung. (Perpus Ar-Rohmah/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya