Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangkaian Festival Literasi Kutai Timur #1, Nyalanesia bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Daring bertema “Menulis Puisi dari Hal Terdekat di Sekitar Kita”, Kamis (30/10), pukul 10.00–11.30 WITA melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini menghadirkan Oka Rusmini, penyair dan novelis nasional yang dikenal lewat novel legendaris Tarian Bumi. Karya-karyanya banyak mengangkat isu perempuan dan budaya Bali, menjadikannya sosok penulis yang kuat dalam menghadirkan nilai-nilai kearifan lokal melalui sastra. Ia juga merupakan penerima S.E.A. Write Award, penghargaan bergengsi di bidang sastra Asia Tenggara.
Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing untuk belajar penulisan puisi, termasuk tanya-jawab dan praktik langsung menulis dengan didampingi oleh penyair nasional.
Dalam sesi pelatihan, Oka Rusmini mengajak peserta yang terdiri dari guru dan siswa untuk menemukan inspirasi menulis dari hal-hal sederhana di sekitar mereka. Ia menyampaikan bahwa generasi muda saat ini sebenarnya sudah terbiasa menulis, hanya saja belum menyadari potensi itu sepenuhnya.
“Generasi kita saat ini sebenarnya sangat jago menulis. Ketika mereka menulis status di media sosial, itu sudah bukti bahwa mereka bisa menulis. Menulis puisi pun serupa,seperti saat kita menyadari sedang berada di suatu tempat, lalu ingin menuliskannya di media sosial. Di situ ada kepekaan, ada kesadaran dari kegiatan sehari-hari yang bisa jadi bahan puisi,” ujar Oka Rusmini.
Dalam sesi tersebut, Oka Rusmini juga menjelaskan dua teknik sederhana untuk memancing ide menulis puisi. Pertama, dengan mengamati panca indera memperhatikan apa yang dilihat, didengar, dicium, disentuh, atau diingat dari pengalaman sehari-hari. Detail kecil ini dapat menjadi pemicu lahirnya baris pertama puisi.
Kedua, dengan menentukan emosi utama yang ingin disampaikan, seperti rindu, sedih, marah, atau tenang. Dengan memadukan satu detail indera dan satu emosi, peserta dapat mulai menulis puisi dengan cara yang alami dan mengalir.
Pelatihan ini menjadi wadah penting bagi para guru dan siswa di Kutai Timur untuk memperluas wawasan serta kemampuan literasi, khususnya dalam bidang penulisan kreatif.
Melalui kegiatan ini, Nyalanesia dan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kutai Timur berharap semangat literasi dapat tumbuh semakin kuat di kalangan pelajar, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai ruang positif yang mendukung setiap karya siswa-siswinya..
Festival Literasi Kutai Timur #1 hadir berkat kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur bersama dengan Nyalanesia. Melalui program ini, seluruh sekolah yang menjadi peserta program akan difasilitasi dan bertualang bersama serangkaian kegiatan yang meliputi: Pelatihan Penulisan dan Sertifikasi Kompetensi, Penulisan dan Perlombaan Literasi, Penerbitan dan Percetakan Buku, Fasilitas Pembuatan dan Pengelolaan Website Literasi Sekolah, Konsultasi dan Pengembangan Program Literasi, Penganugerahan Penghargaan dan Hadiah, hingga Puncak Acara Festival Literasi Kutai Timur #1. (Z-1)
Puisi “Perempuan dan Tubuhnya” karya Akromah Zonic menyoroti objektifikasi, pengawasan sosial, dan nilai tubuh perempuan melalui lirik reflektif yang kuat dan menyentuh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
Kontribusi Chairil Anwar lewat puisi tersohor seperti Aku, Doa, dan Derai-Derai Cemara menjadikannya simbol perlawanan dan kebebasan berpikir.
Falcon Pictures ingin menghadirkan kembali sosok Chairil bukan hanya sebagai sastrawan, tetapi sebagai manusia yang mencintai, memberontak, dan hidup sepenuh tenaga.
Dilengkapi layanan chat multibahasa, Sahabat-AI mampu memahami nuansa bahasa, merangkai kata, dan menghasilkan karya sastra dalam bahasa lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved