Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pelatihan Menulis Puisi Festival Literasi Kutai Timur #1, Hadirkan Oka Rusmini sebagai Narasumber Nasional

Basuki Eka Purnama
10/11/2025 12:02
Pelatihan Menulis Puisi Festival Literasi Kutai Timur #1, Hadirkan Oka Rusmini sebagai Narasumber Nasional
Pelatihan daring penulisan puisi di ajang Festival Literasi Kutai Timur #1 yang menghadirkan Oka Rusmini(MI/HO)

DALAM rangkaian Festival Literasi Kutai Timur #1, Nyalanesia bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Daring bertema “Menulis Puisi dari Hal Terdekat di Sekitar Kita”, Kamis (30/10), pukul 10.00–11.30 WITA melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini menghadirkan Oka Rusmini, penyair dan novelis nasional yang dikenal lewat novel legendaris Tarian Bumi. Karya-karyanya banyak mengangkat isu perempuan dan budaya Bali, menjadikannya sosok penulis yang kuat dalam menghadirkan nilai-nilai kearifan lokal melalui sastra. Ia juga merupakan penerima S.E.A. Write Award, penghargaan bergengsi di bidang sastra Asia Tenggara.

Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing untuk belajar penulisan puisi, termasuk tanya-jawab dan praktik langsung menulis dengan didampingi oleh penyair nasional.

Dalam sesi pelatihan, Oka Rusmini mengajak peserta yang terdiri dari guru dan siswa untuk menemukan inspirasi menulis dari hal-hal sederhana di sekitar mereka. Ia menyampaikan bahwa generasi muda saat ini sebenarnya sudah terbiasa menulis, hanya saja belum menyadari potensi itu sepenuhnya.

“Generasi kita saat ini sebenarnya sangat jago menulis. Ketika mereka menulis status di media sosial, itu sudah bukti bahwa mereka bisa menulis. Menulis puisi pun serupa,seperti saat kita menyadari sedang berada di suatu tempat, lalu ingin menuliskannya di media sosial. Di situ ada kepekaan, ada kesadaran dari kegiatan sehari-hari yang bisa jadi bahan puisi,” ujar Oka Rusmini.

Dalam sesi tersebut, Oka Rusmini juga menjelaskan dua teknik sederhana untuk memancing ide menulis puisi. Pertama, dengan mengamati panca indera memperhatikan apa yang dilihat, didengar, dicium, disentuh, atau diingat dari pengalaman sehari-hari. Detail kecil ini dapat menjadi pemicu lahirnya baris pertama puisi. 

Kedua, dengan menentukan emosi utama yang ingin disampaikan, seperti rindu, sedih, marah, atau tenang. Dengan memadukan satu detail indera dan satu emosi, peserta dapat mulai menulis puisi dengan cara yang alami dan mengalir.

Pelatihan ini menjadi wadah penting bagi para guru dan siswa di Kutai Timur untuk memperluas wawasan serta kemampuan literasi, khususnya dalam bidang penulisan kreatif. 

Melalui kegiatan ini, Nyalanesia dan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kutai Timur berharap semangat literasi dapat tumbuh semakin kuat di kalangan pelajar, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai ruang positif yang mendukung setiap karya siswa-siswinya..

Festival Literasi Kutai Timur #1 hadir berkat kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur bersama dengan Nyalanesia. Melalui program ini, seluruh sekolah yang menjadi peserta program akan difasilitasi dan bertualang bersama serangkaian kegiatan yang meliputi: Pelatihan Penulisan dan Sertifikasi Kompetensi, Penulisan dan Perlombaan Literasi, Penerbitan dan Percetakan Buku, Fasilitas Pembuatan dan Pengelolaan Website Literasi Sekolah, Konsultasi dan Pengembangan Program Literasi, Penganugerahan Penghargaan dan Hadiah, hingga Puncak Acara Festival Literasi Kutai Timur #1. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik