Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KISAH hidup penyair legendaris Indonesia, Chairil Anwar, atau yang dijuluki Si Binatang Jalang, dipastikan segera diproduksi ke layar lebar.
Rumah produksi Falcon Pictures mengumumkan keseriusannya menggarap film biopik yang diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat tokoh sentral Angkatan '45 tersebut, dimulai tahap awal dengan fokus utama pada pematangan skrip.
"Untuk script development-nya saja butuh satu tahun," ujar Frederica, dikutip Senin (24/11).
Kontribusi sang penyair lewat puisi tersohor seperti Aku, Doa, dan Derai-Derai Cemara menjadikannya simbol perlawanan dan kebebasan berpikir.
Tanggal wafatnya, 28 April, bahkan ditetapkan sebagai Hari Puisi Nasional.
Falcon Pictures berharap film ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga perayaan terhadap warisan sastra dan keberaniannya.
Menurut Frederica, siapa yang duduk di kursi sutradara dan pemeran utama masih dibicarakan.
Menariknya, Falcon Pictures mengajak publik berpartisipasi dengan melontarkan pertanyaan, 'Menurut kalian siapa nih yang cocok berperan sebagai Chairil Anwar?' melalui media sosial mereka.
Respons publik membanjiri kolom komentar, menyebutkan nama-nama aktor besar maupun baru, sambil berharap film ini dapat menyajikan sosok Chairil yang jujur, liar, dan penuh gejolak.
Frederica hanya memberi petunjuk singkat bahwa pemeran Chairil Anwar nanti pastilah seorang 'seniman' sejati.
Nyala abadi Si Binatang Jalang memiliki pengaruh besar dalam kesusastraan Indonesia. Ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45, sekaligus puisi modern Indonesia. Chairil Anwar bahkan dianggap berjasa dalam pembaruan puisi Indonesia.
Chairil Anwar diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Dia mulai dikenal publik setelah pemuatan puisinya yang berjudul Nisan pada 1942, saat usianya 20 tahun.
Karya-karyanya yang monumental di antaranya puisi Aku, Derai-Derai Cemara, Diponegoro, Senja di Pelabuhan Kecil, dan Doa. (Ant/Z-1)
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Puisi “Perempuan dan Tubuhnya” karya Akromah Zonic menyoroti objektifikasi, pengawasan sosial, dan nilai tubuh perempuan melalui lirik reflektif yang kuat dan menyentuh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
Falcon Pictures ingin menghadirkan kembali sosok Chairil bukan hanya sebagai sastrawan, tetapi sebagai manusia yang mencintai, memberontak, dan hidup sepenuh tenaga.
Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing.
Dilengkapi layanan chat multibahasa, Sahabat-AI mampu memahami nuansa bahasa, merangkai kata, dan menghasilkan karya sastra dalam bahasa lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved