Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur bekerja sama dengan Nyalanesia meluncurkan Festival Literasi Kutai Timur #1, program pengembangan literasi sekolah untuk jenjang SD dan SMP.
Inisiatif ini dirancang sebagai solusi terpadu yang menggabungkan fasilitas penerbitan buku, pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat kabupaten, dengan tujuan menumbuhkan budaya literasi yang terukur, inklusif, dan menyenangkan di lingkungan sekolah.
Acara peluncuran program diadakan secara online, yang dihadiri oleh ratusan Kepala Sekolah dan guru di Kabupaten Kutai Timur.
Acara tersebut juga menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur serta Founder Nyalanesia, sebagai simbol komitmen kolaborasi untuk memulai program ini.
Founder Nyalanesia, Lenang Manggala, dalam acara tersebut menegaskan bahwa orientasi program tidak berhenti pada label profesi penulis bagi peserta didik, melainkan pada proses belajar dan berkarya yang utuh. Menulis sebagai cara untuk mendorong peserta didik agar berani berkarya sedari dini.
“Meskipun nanti anak-anak itu dilatih, difasilitasi agar bisa menulis karya dan diterbitkan bukunya, program ini sama sekali bukan tentang menjadikan anak-anak sebagai penulis. Tapi memfasilitasi anak-anak untuk belajar dan juga berkarya,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Jadi, biarkan anak-anak menjadi content creator, pengusaha, penyanyi, guru, apa pun itu. Jadi tidak semua anak yang berkarya nanti kita dorong untuk menjadi penulis. Menulis adalah cara kita untuk mendukung anak-anak menyampaikan gagasannya, memaparkan kegelisahannya, dan juga melatih anak-anak untuk bisa berkarya sedari dini.”
Menurut Lenang, Festival Literasi Kutai Timur #1 menjadi momentum bagi sekolah untuk memperbaiki iklim belajar pasca-pandemi dan di tengah arus digitalisasi.
“Jadi, saya rasa Festival Literasi Kutai Timur ini akan menjadi titik awal bagi siswa-siswi dan guru-guru di Kutai Timur untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan lebih bermakna bagi anak-anak kita,” ungkap Lenang.
Dukungan pemerintah daerah disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono. Ia membuka sambutan dengan apresiasi atas kolaborasi lintas pihak. Ia memberikan apresiasi kepada para pihak, salah satunya Nyalanesia yang telah berkenan menjadi mitra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membantu terselenggaranya program ini.
“Yang pertama ingin saya sampaikan adalah ucapan terima kasih saya, khususnya kepada Nyalanesia yang telah berkenan menjadi mitra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur untuk membantu terselenggaranya Festival Literasi Daerah Kutai Timur," kata Mulyono
Ia selanjutnya menyoroti tantangan literasi di tengah kemudahan akses informasi digital yang berpotensi menggerus kebiasaan membaca dan menulis.
“Yang ingin saya sampaikan hari ini adalah tantangan kita saat ini, dengan mudahnya kita mendapatkan segala hal melalui dunia digital, ada hal-hal yang mulai tergerus. Terutama terkait kebiasaan positif literasi anak-anak kita dalam hal membaca maupun menulis,” ujarnya.
Mulyono menutup dengan ajakan kolaborasi luas agar program memberi dampak nyata.
“Pada kesempatan kali ini, saya selaku Kepala Dinas memberikan dukungan dan semangat kepada kita semua, khususnya para korwil, kepala sekolah, dan guru-guru. Mari kita sukseskan kegiatan Festival Literasi Daerah ini,” pungkasnya.
Melalui program ini, seluruh sekolah yang menjadi peserta program akan difasilitasi dan bertualang bersama serangkaian kegiatan yang meliputi: Pelatihan Penulisan dan Sertifikasi Kompetensi, Penulisan dan Perlombaan Literasi, Penerbitan dan Percetakan Buku, Fasilitas Pembuatan dan Pengelolaan Website Literasi Sekolah, Konsultasi dan Pengembangan Program Literasi, Penganugerahan Penghargaan dan Hadiah, hingga Puncak Acara Festival Literasi Kutai Timur #1. (Z-1)
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kolaborasi ini dimulai dengan mengadakan Training of Trainers secara virtual yang dihadiri oleh 191 fasilitator dari Purwakarta, Malang, Kediri, Pekalongan, dan Probolinggo.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana membagikan buku ke TBM di Pandeglang dan menegaskan komitmennya mengawal sejarah dan sastra sebagai pelajaran wajib dalam RUU Sisdiknas
Perempuan menjadi kelompok yang paling banyak menjadi korban, terutama pada modus penipuan emosional dan relasi personal.
Nota kesepahaman ini sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah pusat dengan daerah yang melingkupi peningkatan literasi, pemartabatan Bahasa Indonesia, pelindungan bahasa daerah
Sebanyak 13.333 siswa dan guru dari 332 sekolah di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, berpartisipasi pada Festival Literasi Kutai Timur #1.
Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved