Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa kesiapan mental dan pemahaman anak merupakan syarat mutlak sebelum mereka diizinkan mengakses ruang digital.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar Ramadhan, menekankan pentingnya bagi anak untuk memahami apa yang akan mereka cari atau lihat di internet.
"Ketika kita ingin melepas anak-anak di dunia digital, kita harus menunggu mereka siap dulu. Siap artinya mereka mengerti apa yang dilihat, dibaca, dan paham konsekuensinya," ujar Alfreno dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (5/2)
Alfreno menyoroti fenomena pola asuh yang kontradiktif. Saat ini, banyak orangtua sangat protektif di dunia nyata, namun justru cenderung kurang waspada saat anak-anak mereka menjelajahi ruang digital.
Ia menganalogikan akses digital dengan kemandirian anak di dunia nyata. Sebagaimana orangtua hanya memberi izin anak keluar rumah setelah dinilai mandiri, prinsip yang sama seharusnya berlaku sebelum memberikan akses ke platform digital.
Sebagai langkah konkret, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi ini dirancang untuk mendisiplinkan platform digital agar menerapkan verifikasi usia yang ketat.
"PP TUNAS kerangkanya untuk menertibkan platform yang ada di dunia digital. Jadi bukan memberikan sanksi orangtua. Sanksi untuk platform mulai dari teguran, denda administratif, hingga pemblokiran jika melanggar," tegas Alfreno.
Selain media sosial, pemerintah memberikan perhatian khusus pada gim daring yang memiliki fitur interaksi antar-pemain karena risiko tingginya.
Untuk itu, Indonesia Game Rating System (IGRS) dihadirkan sebagai panduan bagi orang tua guna mengklasifikasikan gim berdasarkan usia dan risiko.
Ancaman teknologi Kecerdasan Buatan (AI), khususnya deepfake, juga menjadi sorotan tajam. Teknologi ini mampu memanipulasi wajah seseorang menjadi konten hoaks atau pornografi yang sangat merusak.
"Deepfake bisa membuat konten tidak lazim dengan wajah tokoh publik atau orang yang kita kenal. Jika konten seperti ini dilihat anak usia 9 atau 10 tahun, tentu sangat berbahaya," tambahnya.
Sebagai langkah preventif, kementerian telah memblokir fitur atau platform yang terbukti memfasilitasi konten berbahaya tersebut.
Di akhir pernyataannya, Alfreno mengajak orangtua untuk menjadi garda terdepan dalam pendampingan anak. Interaksi digital sebaiknya tidak bersifat pasif.
Orangtua disarankan melakukan interaksi dua arah, seperti menonton film dokumenter bersama dan mendiskusikannya, ketimbang membiarkan anak bermain gim sendirian dalam waktu yang lama.
Langkah kolaboratif antara regulasi pemerintah dan pengawasan aktif orang tua diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang aman dan memberdayakan bagi tumbuh kembang anak Indonesia. (Ant/Z-1)
Kebersamaan bisa dilakukan oleh ayah maupun ibu, tergantung siapa yang memiliki kesempatan.
Pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Inisiatif ini mempertegas komitmen platform dalam melibatkan orangtua secara langsung untuk menyusun kebijakan dan pengembangan Roblox di masa depan.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Sistem pengawasan internet yang diterapkan suatu negara dapat memengaruhi bagaimana konten digital beredar serta seberapa besar ruang anonimitas yang tersedia bagi pengguna.
Layanan Internet Merah Putih (IMP) resmi diperkenalkan sebagai pengembangan baru layanan internet satelit broadband untuk menjawab kebutuhan konektivitas nasional yang terus berkembang.
Banyak orang sudah membuktikan bisa dapat penghasilan tanpa harus nunggu keterima kerja kantoran. Kuncinya bukan instan, tapi tahu jalur yang masuk akal dan mau konsisten jalani prosesnya.
Melalui BRImo, nasabah BRI bisa melakukan pembayaran TV kabel dan internet dengan cepat, aman, dan bahkan lebih hemat berkat promo cashback menarik.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved