Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Kemenag Gandeng 4 Lembaga Mitra Mesir untuk Perkuat Diplomasi Al-Qur’an Indonesia

Abdillah M Marzuqi
01/2/2026 21:55
Kemenag Gandeng 4 Lembaga Mitra Mesir untuk Perkuat Diplomasi Al-Qur’an Indonesia
Penandatanganan MoU kerja sama Kemenag dengan lembaga penerbitan di Mesir(Dok.HO)

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan sejumlah lembaga penerbitan dan distribusi di Mesir dalam rangkaian Cairo International Book Fair (CIBF) 2026 di Mesir. Kerja sama ini menjadi langkah strategis Indonesia dalam memperkuat diplomasi Al-Qur’an dan penguatan literasi keislaman di tingkat global.

“Seluruh MoU ini memiliki substansi kerja sama yang sama, mencakup bidang percetakan, penerbitan, distribusi mushaf Al-Qur’an, serta penguatan literasi dan pemikiran keislaman,” ujar Kepala Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Ditjen Bimas Islam Kemenag Ismail Nur di Kairo dalam keterangan yang diterima (1/2).

UPQ menandatangani MoU dengan 4 mitra, yaitu United Egypt Company for Trading and Individual Investment, Aldiplomasy.com (Arabic–English Editions), Dar-Mobdioun for Publishing and Distribution, serta United Arab Foundation.

Menurut Ismail, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada aspek produksi dan distribusi mushaf Al-Qur’an, tetapi juga diarahkan untuk membangun kolaborasi strategis internasional dalam penyebarluasan literasi Al-Qur’an, pendidikan keagamaan, serta penguatan pemikiran Islam moderat.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memperluas akses masyarakat Mesir dan kawasan sekitarnya terhadap mushaf Al-Qur’an Indonesia yang berkualitas, sahih, dan terverifikasi, sekaligus menguatkan peran Indonesia sebagai aktor global dalam diplomasi Al-Qur’an,” jelasnya.

Ia menambahkan, MoU tersebut juga membuka ruang dialog peradaban melalui penyelenggaraan pameran buku dan mushaf Al-Qur’an, seminar internasional, serta forum-forum ilmiah lintas negara. Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan menjadi medium pertukaran gagasan, keahlian, dan pengalaman antarnegara dalam pengembangan literasi keislaman global.

MoU ditandatangani di Kairo, Republik Arab Mesir, pada 29 Januari 2026, dan berlaku selama tiga tahun sejak 2026, dengan kemungkinan diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis para pihak.

Ismail menegaskan, penandatanganan MoU ini memiliki arti penting bagi UPQ dan Indonesia. Selain menjadi fondasi kerja sama internasional di kawasan Timur Tengah, langkah ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat rujukan percetakan Al-Qur’an yang profesional dan berstandar internasional.

“Kerja sama ini membuka jalur distribusi resmi dan berkelanjutan mushaf Al-Qur’an Indonesia di Mesir, yang kami harapkan dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kerja sama lanjutan, baik dalam program bersama, pameran internasional, maupun pertukaran keahlian percetakan mushaf,” ujarnya.

Ke depan, Ismail berharap, MoU tersebut dapat segera diimplementasikan secara nyata melalui program penerbitan dan distribusi Al-Qur’an yang berkelanjutan, sekaligus membangun ekosistem kerja sama jangka panjang antara UPQ dan mitra di Mesir. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya