Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Neanderthal Ternyata Gemar Koleksi Tengkorak Hewan Bertanduk

Thalatie K Yani
01/2/2026 09:46
Neanderthal Ternyata Gemar Koleksi Tengkorak Hewan Bertanduk
Manusia Neanderthal dengan hati-hati menempatkan tengkorak bison stepa (a – f), aurochs (g), badak (h, i) dan rusa merah (j, k) di dalam sebuah gua di wilayah yang sekarang menjadi Spanyol(Baquedano et al. Nature Human Behaviour (2023) CC-BY-4.0)

SELAMA ini, kerabat manusia yang telah punah, Neanderthal, sering dianggap sebagai makhluk yang hanya fokus pada kelangsungan hidup. Namun, sebuah studi terbaru di Gua Des-Cubierta, Spanyol, mengungkap sisi lain yang lebih religius atau kultural. Peneliti menemukan lebih dari 43.000 tahun lalu, Neanderthal dengan sengaja mengumpulkan dan menata puluhan tengkorak hewan bertanduk di dalam gua.

Gua yang terletak di wilayah tengah Iberia ini pertama kali ditemukan pada 2009. Tahun lalu, para peneliti mengumumkan temuan luar biasa berupa 35 tengkorak mamalia besar, termasuk bison stepa dan aurochs (sapi liar purba). Uniknya, sebagian besar tulang rahang hewan-hewan tersebut hilang, namun tanduk-tanduknya tetap utuh. Di lokasi yang sama, ditemukan pula 1.400 alat batu khas gaya Mousterian yang menjadi ciri khas Neanderthal.

Bukan Hasil Proses Alam

Awalnya, tumpukan material di dalam gua terlihat berantakan akibat reruntuhan batu selama ribuan tahun. Namun, tim peneliti yang dipimpin oleh Lucía Villaescusa Fernández dari University of Alcalá, Spanyol, melakukan pemetaan mendalam untuk membedakan mana material yang terbentuk oleh alam dan mana yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

"Apa yang awalnya tampak seperti akumulasi material yang tidak teratur, ternyata menyimpan catatan jelas tentang proses geologi dan aktivitas manusia," ujar Villaescusa Fernández.

Hasil studi yang diterbitkan di jurnal Archaeological and Anthropological Sciences ini mengonfirmasi Neanderthal menempatkan tengkorak-tengkorak tersebut secara berulang di area spesifik gua selama periode yang sangat lama, yakni antara 135.000 dan 43.000 tahun yang lalu.

Tradisi Lintas Generasi

Penempatan tengkorak secara berulang di lokasi yang tidak digunakan sebagai tempat tinggal ini menunjukkan bahwa perilaku tersebut kemungkinan besar adalah tradisi yang diwariskan lintas generasi. Menariknya, aktivitas ini tidak berkaitan dengan kebutuhan ekonomi atau pemenuhan pangan.

"Hal ini menonjolkan kapasitas mereka untuk praktik budaya yang tidak terkait langsung dengan kelangsungan hidup. Ini memiliki implikasi penting bagi cara kita memahami masyarakat Neanderthal, terutama dalam hal transmisi budaya dan tradisi bersama," tambah Villaescusa Fernández.

Simbolisme yang Berbeda dari Manusia Modern

Ludovic Slimak, arkeolog dari University of Toulouse yang tidak terlibat dalam studi ini, memuji pendekatan tim yang dianggap sangat objektif. Menurutnya, temuan ini memperkuat bukti adanya dunia simbolis dalam kehidupan Neanderthal.

"Daripada bertanya apakah Neanderthal 'memiliki simbolisme seperti kita', kita seharusnya bertanya perilaku bermakna seperti apa yang mereka kembangkan dengan cara mereka sendiri," kata Slimak.

Situs ini memberikan petunjuk kuat bahwa dunia makna Neanderthal memang ada, namun strukturnya mungkin sangat berbeda dari apa yang dipahami oleh Homo sapiens. (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya