Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Rahasia Halusinasi Kultus Misteri Yunani Kuno, Jamur Beracun Jadi Ramuan Suci?

Thalatie K Yani
02/3/2026 14:00
Rahasia Halusinasi Kultus Misteri Yunani Kuno, Jamur Beracun Jadi Ramuan Suci?
Studi terbaru mengungkap bagaimana pendeta Yunani Kuno kemungkinan mengolah jamur ergot yang beracun menjadi minuman psikedelik untuk ritual Eleusis yang misterius.(Dok: Evangelos Dadiotis and Romanos Antonopoulos)

SELAMA ribuan tahun, pusat keagamaan Eleusis di Yunani Kuno menyimpan rahasia besar tentang ritual "Eleusinian Mysteries". Para inisiasi yang mengikuti pemujaan Dewi Demeter dan Persephone ini dilaporkan mengalami penglihatan spiritual yang luar biasa. Kini, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa pengalaman mistis tersebut kemungkinan dipicu oleh pengolahan jamur beracun yang diubah menjadi minuman psikedelik.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports pada 13 Februari lalu, melakukan eksperimen laboratorium untuk membuktikan apakah jamur ergot (Claviceps purpurea) dapat dibuat tidak beracun namun tetap mempertahankan sifat halusinogennya menggunakan teknologi kuno.

Jembatan Eksperimental dari Abu Kayu

Teori bahwa kultus Eleusis menggunakan zat psikedelik dari ergot, yang dikenal sebagai teori "Psychedelic Eleusis", telah populer sejak 1970-an. Namun, studi ini adalah yang pertama memberikan bukti eksperimental melalui metode yang tersedia 3.000 tahun lalu.

"Pertanyaan utamanya adalah apakah ergot yang beracun secara realistis dapat diolah menjadi sesuatu yang psikoaktif tetapi tidak mematikan dengan metode yang tersedia di masa kuno," ujar Evangelos Dadiotis, ilmuwan farmasi dari University of Athens, kepada Live Science.

Tim peneliti menggunakan larutan alkali sederhana yang terbuat dari campuran air dan abu kayu, teknologi yang sangat dikenal di dunia kuno. Larutan ini terbukti mampu memecah protein beracun dalam jamur ergot, namun tetap menyisakan senyawa halusinogen bernama lysergic acid amide (LSA). Sebagai catatan, LSA adalah kerabat kimia dari LSD, meski kekuatannya jauh lebih rendah.

Ritual Rahasia dan Ramuan "Kykeon"

Kultus Eleusis adalah salah satu inisiasi keagamaan paling dihormati, bahkan diikuti oleh kaisar Romawi seperti Augustus. Ritual tahunannya melibatkan prosesi suci, mandi ritual di laut, pengorbanan hewan, dan puasa selama beberapa hari. Puncaknya, para peserta meminum ramuan misterius bernama kykeon yang terbuat dari jelai dan rempah-rempah.

Dadiotis dan koleganya menduga ekstrak ergot yang telah diolah ditambahkan ke dalam kykeon. Penggunaan mint (pulegium) dalam ramuan tersebut diduga berfungsi untuk menutupi rasa pahit dari ekstrak jamur. Teori ini diperkuat oleh penemuan jejak kimia psikoaktif pada vas seremonial dan plak gigi individu di situs Eleusis di Spanyol pada 2002.

Bukti Kimia, Bukan Bukti Sejarah

Meskipun hasil penelitian ini secara teknis sangat akurat, beberapa ahli mengingatkan agar tidak terburu-buru menyimpulkan. Sharday Mosurinjohn, pakar studi agama dari Queens University, menyatakan bahwa kelayakan kimiawi bukanlah bukti sejarah.

"Apa yang ditunjukkan (studi ini) adalah kelayakan kimiawi dalam konteks teknologi kuno yang masuk akal," kata Mosurinjohn. Namun, ia menambahkan bahwa studi ini belum membuktikan bahwa pengolahan tersebut benar-benar dilakukan di masa lalu atau para inisiasi benar-benar mengonsumsi dosis psikoaktif selama ritual.

Hingga saat ini, perdebatan apakah pengalaman spiritual di Eleusis murni berasal dari pengabdian religius atau dibantu oleh zat kimia tetap menjadi "misteri" yang sesuai dengan namanya. (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya