Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Jejak Sejarah di Balik Reruntuhan, Masjid Kuno Abad ke-8 Ditemukan di Dekat Danau Galilea

Thalatie K Yani
26/2/2026 11:10
Jejak Sejarah di Balik Reruntuhan, Masjid Kuno Abad ke-8 Ditemukan di Dekat Danau Galilea
Arkeolog temukan reruntuhan masjid abad ke-8 di Tiberias, Israel. Ternyata dibangun di atas pasar Romawi kuno, mengungkap sejarah awal penyebaran Islam.(Tiberias/ Tiberiades Excavations)

PARA arkeolog di Israel berhasil mengungkap struktur bangunan yang diyakini sebagai salah satu masjid tertua di dunia. Reruntuhan ini ditemukan di kota Tiberias, di sepanjang tepi Laut Galilea (Danau Tiberias), memberikan perspektif baru tentang struktur sosial serta penyebaran Islam pada masa awal.

Penemuan ini menjadi istimewa karena lokasinya yang berlapis sejarah. Ekskavasi menunjukkan bahwa masjid tersebut dibangun di atas reruntuhan struktur pasar Romawi yang jauh lebih tua.

Evolusi Struktur dari Pasar ke Tempat Ibadah

Awalnya, para peneliti mengira bangunan tersebut merupakan struktur dari periode Bizantium. Namun, penggalian lebih dalam mengungkapkan fondasi yang berasal dari abad ke-8 Masehi, tepatnya pada periode Umayyah.

Katya Cytryn-Silverman, seorang spesialis arkeologi Islam dari Universitas Ibrani Yerusalem yang memimpin penggalian tersebut, menjelaskan signifikansi temuan ini. Menurutnya, meskipun struktur luar mungkin terlihat seperti sisa-sisa bangunan umum, detail arsitekturnya mengonfirmasi fungsinya sebagai tempat ibadah Muslim.

"Ini adalah masjid tertua di dunia yang dapat digali," ujar Cytryn-Silverman. Ia menambahkan penemuan ini mengubah pemahaman kita tentang bagaimana kekuasaan Islam awal berintegrasi dengan kota-kota yang sudah ada sebelumnya.

Simbol Toleransi dan Adaptasi

Penemuan ini tidak hanya berbicara tentang agama, tetapi juga tentang tata kota. Masjid tersebut terletak di pusat kota, berdampingan dengan gereja dan sinagoga yang tetap berfungsi pada masa itu. Hal ini menunjukkan adanya periode koeksistensi atau toleransi antarumat beragama di Tiberias saat wilayah tersebut baru saja berada di bawah kendali pemerintahan Islam.

Beberapa poin penting dari penemuan ini meliputi:

  • Lokasi Strategis: Dibangun di atas bekas pasar terbuka (macellum) dari zaman Romawi.
  • Struktur Bangunan: Memiliki denah persegi panjang dengan mihrab (ceruk doa) yang menghadap ke arah Mekkah.
  • Transformasi Bertahap: Situs ini menunjukkan bahwa penakluk Muslim tidak menghancurkan kota, melainkan mengadaptasi infrastruktur yang ada untuk kebutuhan masyarakat baru.

Pentingnya Bagi Arkeologi Dunia

Penemuan di Tiberias ini menambah daftar pendek masjid-masjid dari abad pertama Islam yang berhasil diidentifikasi secara arkeologis. Karena banyak masjid awal lainnya yang masih digunakan hingga saat ini (seperti Masjid Nabawi atau Masjidil Haram), arkeolog jarang memiliki kesempatan untuk menggali fondasi aslinya secara menyeluruh.

Dengan temuan ini, para ahli berharap dapat mempelajari lebih lanjut tentang teknik konstruksi awal Islam dan bagaimana transisi budaya terjadi dari periode Bizantium ke periode kekhalifahan di wilayah Levant. (Jerusalam Post/Arab News/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya