Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
"DI mana dunia?" Itulah kalimat terakhir yang dibagikan Yaqeen Hammad, gadis berusia 11 tahun asal Gaza, dalam salah satu video terakhirnya di media sosial.
Beberapa hari kemudian, pada Jumat (23/5) ia menjadi korban serangan udara Israel di Deir Al-Balah.
Kepergiannya menjadi sorotan dunia bertepatan dengan peringatan Hari Anak-Anak Tak Berdosa Korban Agresi Internasional pada 4 Juni sebagai simbol masa depan anak-anak yang direnggut oleh konflik.
Yaqeen, yang dikenal sebagai influencer termuda di Gaza, rutin membuat video penyemangat dan aktif dalam kegiatan kemanusiaan bersama saudaranya melalui organisasi nirlaba Ouena.
Di tengah pengepungan dan konflik, ia membagikan kiat bertahan hidup untuk membantu masyarakat. Kini, wajah dan pesannya menjadi simbol kepedihan akan nasib anak-anak di tengah konflik berkepanjangan.
Menurut UNICEF, lebih dari 50.000 anak menjadi korban tewas atau luka sejak pecahnya konflik terbaru antara Israel dan Hamas.
Ribuan lain mengalami pengungsian atau menjadi yatim piatu akibat kekerasan yang terus berlanjut sejak serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 lain.
Dokter bedah trauma asal Amerika Serikat (AS) Dr. Feroze Sidhwa menyampaikan kesaksian memilukan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada 28 Mei.
Selama dua kali misinya ke Gaza, termasuk yang terbaru di bulan Maret dan April di Kompleks Medis Nasser di Khan Younis, ia menyatakan bahwa kondisi rumah sakit di wilayah tersebut sangat memprihatinkan.
"Saya bekerja di rumah sakit tanpa sterilitas, listrik, atau anestesi," ujarnya seperti dilansir Arab News, Rabu (4/6).
"Anak-anak meninggal bukan karena luka mereka tidak bisa disembuhkan, tetapi karena kami kekurangan darah, antibiotik, dan persediaan paling dasar," tambahnya.
Dia juga menekankan bahwa selama lima minggu bertugas, tidak ada satu pun pasiennya yang merupakan pejuang, melainkan anak-anak dan warga sipil yang menderita akibat ledakan dan luka parah.
Menurut data PBB, hingga Mei 2025, sekitar 470.000 orang di Gaza berada di ambang kelaparan, sementara seluruh penduduk wilayah tersebut mengalami kerawanan pangan ekstrem.
Sebanyak 71.000 kasus malanutrisi akut diperkirakan terjadi hingga Maret 2026, termasuk 14.100 yang tergolong parah. Krisis ini semakin diperparah dengan minimnya akses bantuan kemanusiaan yang terhambat oleh konflik dan blokade.
Pada 24 Mei, satu hari setelah kematian Yaqeen, serangan udara Israel menghantam rumah Dr. Alaa Al-Najjar, seorang dokter anak di Khan Younis yang tengah bertugas di rumah sakit.
Ledakan tersebut menewaskan sembilan dari 10 anaknya, termasuk bayi berusia tujuh bulan dan anak tertua yang baru berumur 12 tahun.
Suaminya, Dr. Hamdi, juga dokter, akhirnya meninggal pada 31 Mei akibat luka parah.
Dua hari kemudian, dunia dikejutkan oleh kemunculan Ward Jalal Al-Sheikh Khalil, bocah tujuh tahun yang selamat dari kobaran api setelah serangan udara menghantam Sekolah Fahmi Al-Jarjawi di Kota Gaza.
Dalam video yang menyebar luas, Ward menangis dan berkata lirih.
"Terjadi penembakan dan semua saudara kandung saya tewas," ujarnya.
Serangan tersebut diklaim oleh Israel menargetkan kompleks militan, tetapi menyebabkan kematian puluhan warga sipil, termasuk 18 anak-anak.
"Dalam kurun waktu 72 jam akhir pekan ini, gambar-gambar dari dua serangan mengerikan memberikan bukti lebih lanjut tentang biaya yang tidak masuk akal dari perang kejam terhadap anak-anak di Jalur Gaza," kata Edouard Beigbeder, Direktur Regional UNICEF.
Selain kerusakan fisik, krisis kesehatan mental anak-anak di Gaza juga mengkhawatirkan.
Menurut War Child Alliance, hampir setengah dari anak-anak menunjukkan tanda-tanda keinginan bunuh diri. Anak-anak sekecil lima tahun bertanya mengapa mereka selamat sementara keluarga mereka tidak.
"Berapa banyak lagi anak perempuan dan laki-laki yang harus mati? Tingkat kengerian seperti apa yang harus disiarkan langsung sebelum masyarakat internasional benar-benar bertindak?" pungkas Beigbeder. (I-2)
Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace berisiko dimanfaatkan sebagai legitimasi politik bagi agenda yang tidak sejalan dengan nilai yang diperjuangkan terkait kemerdekaan Palestina
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih menjadi perdebatan.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengambil komitmen lanjutan di Board of Peace (BoP), terutama terkait rencana keanggotaan tetap.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah meminta Pemerintah Indonesia mengambil sikap kritis, aktif, dan terukur di Board of Peace (BoP), agar tetap sejalan dengan kemerdekaan palestina
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah memandang pembentukan Board of Peace (BoP) patut dicermati secara kritis, lembaga ini harus jelas soal roadmap kemerdekaan Palestina
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
MENURUT dokumen FBI tahun 2020, Jeffrey Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan dilatih sebagai mata-mata di bawah arahannya.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
TERPIDANA kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengatakan kepada seorang pengusaha Qatar bahwa Doha perlu 'bernyanyi dan menari' untuk Israel.
Citra satelit ungkap militer Israel buldoser Pemakaman Perang Gaza. Makam tentara Sekutu PD I & II hancur, memicu kecaman atas penodaan situs bersejarah militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved