Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH penemuan arkeologi yang mengerikan sekaligus menakjubkan terus menjadi perbincangan hangat di dunia sains. Dikenal sebagai "Manusia Altamura", kerangka manusia purba ditemukan dalam kondisi yang sangat tidak biasa, terjebak dan menyatu dengan dinding gua di Italia.
Melansir laporan dari IFLScience dan LADBible, kerangka ini tidak hanya terkubur. Kerangka ini telah menjadi bagian dari struktur gua akibat proses geologi selama ratusan ribu tahun.
Manusia Altamura diyakini sebagai seorang Neanderthal yang mengalami nasib sangat malang sekitar 128.000 hingga 187.000 tahun yang lalu. Berdasarkan analisis para ahli, pria ini diduga terjatuh ke dalam lubang pembuangan (sinkhole) yang sempit di sistem gua Lamalunga, dekat Altamura, Italia.
Akibat luka-luka yang dialaminya dan kondisi lubang yang mustahil untuk dipanjat, ia diyakini tewas perlahan karena kelaparan dan dehidrasi di dalam kegelapan abadi. Seiring berjalannya waktu, sisa-sisa tubuhnya tidak membusuk dengan cara biasa.
Tetesan air yang kaya kalsit di dalam gua terus menyelimuti tulangnya. Proses ini menciptakan formasi batu kapur yang disebut "popcorn gua" (speleothem), yang perlahan-lahan membungkus kerangka tersebut hingga akhirnya menyatu dan melekat permanen pada dinding gua.
Meskipun penemuan ini terlihat mengerikan, bagi para ilmuwan, Manusia Altamura adalah "harta karun" informasi. Melansir data dari Psyche, karena kerangka ini tertutup rapat oleh lapisan kalsit, materi genetiknya terjaga dengan sangat baik. Pada tahun 2015, peneliti berhasil mengambil sampel DNA dari tulang belikatnya, menjadikannya sampel DNA Neanderthal tertua yang pernah berhasil diekstraksi.
Para arkeolog memutuskan untuk tidak memindahkan kerangka tersebut dari dinding gua. Risiko kerusakan pada fosil yang sangat rapuh ini dianggap terlalu tinggi jika harus dipisahkan dari formasi batunya.
Sebagai gantinya, penelitian dilakukan secara in-situ (di lokasi asli) menggunakan teknologi pemindaian laser dan sensor digital untuk merekonstruksi wajah dan struktur tubuhnya tanpa harus menyentuh tulangnya secara langsung. Hingga kini, gua Lamalunga tetap menjadi salah satu situs paleoantropologi paling penting di dunia. (IFLScience/LADBible/Psyche/Z-2)
Studi terbaru menemukan perbedaan tiga huruf genetik dalam “genom gelap” yang membuat wajah neanderthal lebih besar dan kuat dibanding manusia modern.
Penelitian ini menggunakan teknologi pemindaian 3D, pemodelan geometris. Serta analisis mikroskopis untuk memetakan pertumbuhan bagian tengah wajah yang mencakup hidung
Penelitian terbaru menunjukkan Neanderthal bukan manusia gua bodoh seperti anggapan umum. Ini fakta tentang Neanderthal.
Sejak genom Neanderthal berhasil diteliti secara lengkap pada 2010, para ilmuwan menemukan 4 persen DNA manusia modern merupakan warisan dari Neanderthal.
Penelitian baru mengungkap kemungkinan ketidakcocokan genetik antara manusia modern dan Neanderthal menyebabkan keguguran pada keturunan hibrida.
Cuaca ekstrem di Italia memicu rentetan longsor salju fatal. Tiga orang, termasuk warga negara Prancis dan Jerman, dilaporkan tewas di Piedmont dan Dolomites.
Departemen Perdagangan AS memutuskan untuk memangkas rencana kenaikan tarif impor pasta asal Italia dari 92% menjadi kisaran 24-29%.
Jejak-jejak dinosaurus tersebut membentang hingga ratusan meter di sebuah dinding gunung di Lembah Fraele.
PRESIDEN Palestina Mahmoud Abbas mendesak Italia mengakui Negara Palestina. Langkah tersebut akan membantu melindungi solusi dua negara dan memperkuat fondasi perdamaian.
Parlemen Italia menyetujui undang-undang femisida yang menetapkan pembunuhan terhadap perempuan bermotif gender sebagai kejahatan khusus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved