Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Jejak Produksi Minyak Zaitun Italia Terungkap Sejak Era Prasejarah

Thalatie K Yani
10/2/2026 13:43
Jejak Produksi Minyak Zaitun Italia Terungkap Sejak Era Prasejarah
Pemandangan melintasi ruang penyimpanan minyak di Vila San Rocco (Francolise), dengan baskom dekantasi (kanan) dan alas serta blok pengepres untuk penyangga di balik dinding pemisah.(Cotton dan Métraux 1985, pl. 21s; atas izin British School at Rome)

SELAMA ini, ekspansi Kekaisaran Romawi dianggap sebagai penggerak utama ekonomi minyak zaitun di Mediterania. Namun, penelitian terbaru mematahkan anggapan tersebut. Para arkeolog berhasil mendokumentasikan produksi minyak zaitun di semenanjung Italia telah dimulai lebih dari seribu tahun sebelum Roma bangkit menjadi kekuatan kekaisaran.

Temuan ini merevisi garis waktu sejarah dan menegaskan bahwa Italia telah memiliki ekonomi minyak yang mapan jauh sebelum sistem Romawi menyatukan wilayah tersebut. Penemuan ini merupakan hasil sintesis catatan arkeologi dan lingkungan yang dilakukan oleh Dr. Emlyn Dodd dari Institute of Classical Studies (ICS).

Bukti dari Dasar Danau dan Pori-pori Keramik

Salah satu bukti terkuat ditemukan di dasar danau melalui studi palinologi (pollen fosil). Lonjakan serbuk sari zaitun purba menunjukkan keberadaan pohon-pohon yang dikelola secara aktif oleh manusia di sekitar wilayah tersebut. Mengingat serbuk sari zaitun biasanya jatuh tidak jauh dari pohonnya (sekitar 90% jatuh dalam radius 500 meter), peningkatan tajam ini menjadi sinyal kuat adanya perkebunan lokal.

Selain polen, teknologi analisis residu organik menjadi kunci. Karena minyak zaitun jarang meninggalkan jejak fisik di tanah, para peneliti memeriksa pori-pori keramik purba. Hasilnya, ditemukan jejak lipid (lemak) pada guci penyimpanan besar di Italia selatan, yang mengindikasikan produksi minyak dalam skala lokal.

Evolusi dari Pohon Liar ke Industri

Sejarah ini bermula jauh sebelum pertanian formal mendominasi. Masyarakat di Sisilia, Apulia, Calabria, dan Sardinia diketahui telah menggunakan zaitun liar sebagai bahan bakar sejak 6.000 SM. Memasuki Zaman Perunggu, komunitas mulai melakukan pemangkasan pohon secara sengaja untuk merangsang pembungaan dan memastikan panen yang stabil.

Pada Zaman Besi, penggunaan minyak zaitun semakin meluas ke dalam pola makan, bahan bakar lampu, hingga ritual keagamaan. Saat Roma akhirnya menyerap wilayah-wilayah ini, minyak zaitun sudah menjadi kebutuhan pokok rumah tangga, bukan lagi barang mewah.

"Penggiling zaitun adalah peralatan yang mahal, membutuhkan keahlian khusus dalam pemahatan, pemasangan, perbaikan, dan penyesuaian," tulis Dr. Emlyn Dodd. Ia mencatat kerumitan teknologi yang digunakan pada masa itu.

Ketangguhan Industri Lokal

Penelitian ini juga membantah teori lama bahwa industri minyak Italia runtuh setelah abad kedua Masehi akibat persaingan dari provinsi-provinsi luar. Bukti terbaru menunjukkan bahwa budidaya tetap berlanjut meskipun impor meningkat. Di Pompeii, misalnya, para pekerja memanfaatkan limbah perasan zaitun (pomace) sebagai bahan bakar bebas asap untuk menghemat kayu bakar.

Minyak zaitun Italia kini dipahami sebagai hasil dari eksperimen lokal yang berlangsung sangat lama, yang pada akhirnya memenuhi selera besar Kekaisaran Romawi. Penelitian ini telah diterbitkan dalam American Journal of Archaeology, membuka jalan bagi pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana teknologi dan iklim membentuk ekonomi kuno. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya