Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Orangtua tidak Perlu Cemas, Kaki Datar pada Bayi bukan Disebabkan Salah Sepatu

Basuki Eka Purnama
30/1/2026 11:55
Orangtua tidak Perlu Cemas, Kaki Datar pada Bayi bukan Disebabkan Salah Sepatu
Ilustrasi(Freepik)

BANYAK orangtua merasa khawatir saat melihat telapak kaki bayinya tampak datar atau tidak melengkung. Kekhawatiran ini sering kali berujung pada anggapan bahwa pemilihan sepatu yang salah menjadi penyebabnya. Namun, pakar ortopedi menegaskan bahwa bentuk sepatu bukanlah pemicu kondisi tersebut.

Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Ortopedi Anak lulusan Universitas Indonesia, dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp.OT, Subsp. A. (K), menjelaskan bahwa pemilihan alas kaki seharusnya mengutamakan kenyamanan anak di atas fungsi korektif yang belum tentu diperlukan.

"Sering orangtua tanya, perlu pakai sepatu seperti apa kalau kakinya datar. Sejujurnya, prinsip saya asalkan anak nyaman. Inilah banyak mitos seputar flat foot (kaki datar)," ujar Aulia, dikutip Jumat (30/1).

Anatomi Alami Bayi

Mengutip penelitian terbaru, Aulia menyampaikan bahwa mayoritas bayi lahir dengan kondisi kaki yang memang tampak datar. Hal ini merupakan fenomena anatomi yang normal karena dua faktor utama: struktur kaki bayi yang masih sangat fleksibel dan adanya lapisan lemak yang tebal di bawah kulit telapak kaki.

Kondisi ini bersifat sementara. Seiring dengan bertambahnya usia dan aktivitas fisik, lemak tersebut akan berkurang dan struktur tulang serta otot kaki akan menguat. 

"Telapak kaki yang datar itu akan membaik pada sekitar umur 2 sampai 4 tahun," tambahnya.

Namun, Aulia memberikan catatan mengenai faktor genetika. Jika kondisi kaki datar bertahan hingga dewasa, hal tersebut biasanya lebih dipengaruhi oleh faktor keturunan daripada faktor eksternal seperti sepatu. Ia menganalogikan kondisi ini dengan fitur fisik lainnya. 

"Kalau dia punya faktor keturunan, memang kemungkinan besar akan persisten sampai dewasa. Kalau dianalogikan flat foot itu seperti kita punya hidung dan mancung karena faktor keturunan yang kuat," ucapnya.

Kapan Harus Bertindak?

Dari kacamata medis, intervensi berupa tindakan atau alat bantu tidak akan diberikan selama tidak ada keluhan fungsional. 

Dokter baru akan memberikan penanganan khusus jika ditemukan kelainan yang mengganggu mobilitas anak, misalnya posisi kaki yang terlalu condong ke dalam (bentuk X) sehingga anak kesulitan berjalan atau merasa nyeri.

"Karena dia terlalu fleksibel, jadi tertekan terus di sisi dalamnya dan membuat anak jadi sakit. Itu ada indikasi kita lakukan pemasangan *insole* supaya kakinya tertahan atau ada beberapa teknik operasi yang diperlukan untuk koreksi," jelas Aulia.

Sebagai kesimpulan, selama anak dapat bergerak dengan aktif, nyaman, dan tanpa keluhan nyeri, orang tua tidak perlu mencari sepatu khusus dengan spesifikasi tertentu. 

"Enggak ada yang khusus sebenarnya. Jadi kalau anaknya enggak ada keluhan dalam pola jalan, tidak ada semacam kelainan dan bergerak semuanya, alas kaki nyaman buat anaknya saja," pungkasnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya