Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI lansia, sepatu yang baik bukan soal tren. Fokusnya ada pada kemudahan pakai, kenyamanan, dan rasa aman saat berjalan. Nike menangkap kebutuhan ini lewat sejumlah model sepatu tanpa tali yang dikembangkan untuk mengurangi aktivitas membungkuk, mengikat, dan tekanan berlebih pada kaki.
Desainnya fungsional, bukan sekadar gaya.
Berikut tujuh sepatu Nike tanpa tali yang dinilai praktis dan nyaman untuk lansia.
Nike Go FlyEase dirancang dengan sistem engsel di bagian tengah sepatu. Mekanisme ini memungkinkan sepatu terbuka saat diinjak dan menutup kembali ketika kaki sudah masuk. Pengguna tidak perlu menggunakan tangan atau menunduk. Bantalan empuk dan sol yang stabil membantu menjaga keseimbangan saat berjalan. Model ini sering direkomendasikan untuk pengguna dengan keterbatasan mobilitas atau nyeri sendi.
Versi slip-on dari FlyEase menawarkan konstruksi lebih ringan dan bentuk yang lebih sederhana. Sepatu ini tetap mempertahankan kemudahan masuk-keluar tanpa tali, cocok untuk pemakaian harian seperti berjalan santai atau aktivitas ringan di sekitar rumah. Desainnya praktis tanpa mengorbankan kenyamanan.
Phantom Run Flyknit 2 menggunakan upper Flyknit elastis yang mengikuti bentuk kaki. Tanpa tali, kaki bisa langsung masuk tanpa usaha berlebih. Teknologi React foam di bagian midsole memberi bantalan empuk dan responsif, sehingga langkah terasa lebih stabil. Model ini sesuai untuk lansia yang masih aktif berjalan dalam jarak menengah hingga jauh.
Nike Ava Rover hadir sebagai sepatu kasual tanpa tali dengan desain minimalis. Struktur sepatu fleksibel dan ringan, membuat kaki tidak cepat lelah. Model ini cocok untuk lansia yang menginginkan sepatu sehari-hari tanpa tampilan sporty yang berlebihan, tetapi tetap nyaman digunakan dalam waktu lama.
Janoski Slip-On menawarkan desain sederhana tanpa tali dengan bantalan yang cukup untuk aktivitas ringan. Sepatu ini mudah dipakai dan dilepas, cocok untuk lansia yang mengutamakan kepraktisan. Bentuknya yang tidak kaku membantu mengurangi tekanan di punggung kaki.
Nike Air Rift memiliki desain yang memberi ruang lebih lega pada kaki serta sirkulasi udara yang baik. Tanpa tali dan dengan konstruksi ringan, sepatu ini nyaman untuk berjalan santai. Model ini cocok bagi lansia yang sering merasa kaki cepat panas atau sensitif terhadap tekanan.
Selain versi Flyknit 2, varian lain dari Phantom Run juga mengusung desain sock-like tanpa tali. Sepatu menyesuaikan bentuk kaki, membantu mengurangi risiko lecet, dan tetap memberi stabilitas saat melangkah.
Secara keseluruhan, sepatu Nike tanpa tali dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata pengguna usia lanjut. Kemudahan pakai, bantalan empuk, dan stabilitas menjadi faktor utama agar lansia bisa tetap bergerak dengan aman dan mandiri dalam aktivitas sehari-hari. (Nike.com/Depkes/CBS News/Z-10)
Cade Cunningham menyepakati kerja sama baru selama 6 tahun dengan Nike dan lini sepatu khususnya dijadwalkan meluncur pada paruh kedua musim 2026-2027.
Kementerian Perindustrian mengeklaim industri alas kaki dan pakaian nasional masih menjadi pilihan bagi perusahaan-perusahaan global untuk dilibatkan dalam kerja sama.
Saham Nike turun tajam setelah perusahaan mengindikasikan prospek pendapatan jangka pendek yang kurang menggembirakan meski berencana menawarkan produk baru di Olimpiade.
Koleksi Jordan Remix yang tersedia di toko resmi Nike dalam aplikasi Lazada mencakup beberapa pilihan produk favorit seperti Air Jordan Legacy 312, One Take 5 PF, dan Jordan Stadium.
Perusahaan global Nike mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 2% dari total tenaga kerja globalnya sebagai langkah dalam restrukturisasi bisnis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved