Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Waspada Stunting Akibat Cacingan, Ini Pentingnya Memakai Alas Kaki dan Cuci Tangan

Basuki Eka Purnama
20/1/2026 16:57
Waspada Stunting Akibat Cacingan, Ini Pentingnya Memakai Alas Kaki dan Cuci Tangan
Ilustrasi(Freepik)

PENYAKIT cacingan hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan serius bagi anak-anak di Indonesia. Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia merupakan wilayah endemis tempat parasit cacing dapat berkembang biak dengan cepat dan menginfeksi masyarakat, terutama kelompok usia anak.

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) IPB University, dr. Yenny Rachmawati, MBiomed, mengungkapkan bahwa kebiasaan yang sering dianggap sepele menjadi pintu utama penularan. 

Bermain di tanah tanpa alas kaki atau lupa mencuci tangan sebelum makan adalah dua faktor risiko terbesar.

"Cacingan adalah infeksi parasit cacing yang paling sering menyerang saluran pencernaan atau usus manusia," ujar Yenny, dikutip Selasa (20/1).

MI/HO--Dosen Fakultas Kedokteran (FK) IPB University, dr. Yenny Rachmawati, MBiomed

Ancaman di Balik Tanah dan Lingkungan

Anak-anak menjadi kelompok paling rentan karena belum memiliki kesadaran higienitas yang baik. 

Meski orang dewasa juga berisiko, daya tahan tubuh dan kesadaran akan kebersihan yang lebih tinggi membuat tingkat kejadian pada orang dewasa cenderung lebih rendah.

Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global. 

Namun, Yenny menyoroti kondisi di wilayah terpencil yang jauh lebih memprihatinkan. Di beberapa daerah, prevalensi infeksi ini bahkan dapat mencapai angka 60%–90%. 

Jenis cacing yang paling umum menginfeksi manusia antara lain cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang, cacing cambuk, dan cacing kremi.

Bahaya Laten: Dari Anemia hingga Stunting

Salah satu tantangan dalam menangani cacingan adalah gejalanya yang sering tidak terlihat pada tahap awal. 

"Jika jumlah cacing masih sedikit, sering kali tidak ada gejala sama sekali," jelas Yenny.

Namun, ketika infeksi semakin berat, parasit tersebut mulai "mencuri" nutrisi dari tubuh inangnya. Dampaknya bisa fatal, mulai dari kekurangan gizi, anemia, nyeri perut, hingga penyumbatan usus yang memerlukan tindakan operasi. 

Lebih mengkhawatirkan lagi, Yenny mengungkapkan bahwa kecacingan berkontribusi langsung terhadap risiko stunting. Nutrisi yang hilang akibat parasit menghambat pertumbuhan fisik dan menurunkan daya tahan tubuh anak.

Langkah Pencegahan

Sebagai langkah antisipasi, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi harga mati. Hal ini mencakup kebiasaan mencuci tangan, menggunakan alas kaki, serta memastikan makanan yang dikonsumsi bersih dan matang.

Selain itu, masyarakat diimbau memanfaatkan program pemerintah yang menyediakan obat cacing gratis setiap enam bulan sekali. 

"Jangan menganggap remeh cacingan. Pencegahannya jauh lebih mudah dibandingkan pengobatannya," tegas Yenny di akhir penjelasannya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya