Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Kebiasaan Sepele Ini Bisa Picu Cacingan dan Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Atalya Puspa    
20/1/2026 13:30
Kebiasaan Sepele Ini Bisa Picu Cacingan dan Ganggu Tumbuh Kembang Anak
Pembagian obat cacing untuk anak-anak.(Dok. Antara)

PENYAKIT cacingan masih menjadi persoalan kesehatan yang banyak dialami anak-anak di Indonesia dan bisa mengancam tumbuh kembang anak. Kebiasaan sederhana yang kerap dianggap sepele, seperti bermain di tanah tanpa alas kaki dan tidak mencuci tangan sebelum makan, dapat menjadi pintu masuk parasit cacing ke dalam tubuh anak.

Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, Yenny Rachmawati, mengatakan anak-anak merupakan kelompok paling rentan terinfeksi cacing karena belum memiliki kesadaran yang baik terhadap kebersihan diri. Sementara itu, orang dewasa tetap berisiko meskipun tingkat kejadiannya lebih rendah karena kesadaran higienitas dan daya tahan tubuh yang lebih baik.

“Cacingan adalah infeksi parasit cacing yang paling sering menyerang saluran pencernaan atau usus manusia,” ujar Yenny dikutip dari laman resmi IPB University, Selasa (20/1). 

Ia menjelaskan, Indonesia termasuk negara endemis kecacingan. Secara global, sekitar 20 hingga 30 persen anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan. Bahkan di sejumlah wilayah terpencil, prevalensinya dapat mencapai 60 hingga 90 persen.

Jenis cacing yang paling sering menginfeksi manusia antara lain cacing gelang atau Ascaris lumbricoides, cacing tambang, cacing cambuk, dan cacing kremi. Penularan umumnya terjadi melalui tanah atau lingkungan yang terkontaminasi telur cacing.

Menurut Yenny, infeksi cacing sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Jika jumlah cacing masih sedikit, penderita bisa tidak merasakan keluhan apa pun. Namun, ketika jumlah parasit meningkat, anak dapat mengalami kekurangan gizi, anemia, nyeri perut, diare, gatal di sekitar anus, hingga gangguan tidur.

Pada kondisi yang lebih berat, infeksi cacing dapat menyebabkan penyumbatan usus yang memerlukan tindakan operasi. Selain itu, kecacingan juga berkontribusi terhadap risiko stunting. Nutrisi yang seharusnya diserap tubuh anak justru diambil oleh cacing, sehingga menghambat pertumbuhan dan menurunkan daya tahan tubuh.

Terkait pencegahan, Yenny menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain mencuci tangan sebelum makan, menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar rumah, serta memastikan makanan dalam kondisi bersih dan matang.

Selain upaya individu, pemerintah juga menyediakan program pemberian obat cacing secara gratis setiap enam bulan sekali bagi seluruh kelompok usia sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

“Jangan menganggap remeh cacingan. Pencegahannya jauh lebih mudah dibandingkan pengobatannya,” kata Yenny. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya