Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSAINGAN industri alas kaki nasional yang selama ini didominasi pemain berskala besar dan merek global menjadi semakin ketat. Tidak sedikit brand lokal yang sukses menghadapi gempuran produk impor. Ini menjadi sinyal bahwa pusat pertumbuhan ekonomi kreatif tidak lagi tersentralisasi di kota-kota besar, melainkan mulai bergeser ke daerah.
Salah satu bukti nyata adalah UNERD, jenama alas kaki asal Pasuruan, Jawa Timur. Berdiri sejak 2020, UNERD berhasil mencatatkan tonggak sejarah dengan volume penjualan melampaui 600 ribu pasang hingga tahun 2025. Bahkan, pada April 2025, brand ini mencetak prestasi signifikan dengan memuncaki daftar produk sandal terlaris di platform Shopee, menggeser posisi pemain global seperti Crocs.
Keberhasilan ini membawa pesan penting bagi publik dan pelaku industri: manufaktur daerah memiliki potensi besar untuk bersaing secara global asalkan mampu memadukan efisiensi produksi dengan relevansi gaya hidup.
"Sejak awal, UNERD dibangun sebagai brand lokal yang dekat dengan keseharian penggunanya. Pencapaian ini menjadi validasi bahwa brand lokal Indonesia mampu bersaing dan dipercaya oleh ratusan ribu konsumen,” kata Owner UNERD Footwear Yoseph Putera Soesanto dalam keterangan, Rabu (17/12).
Sepanjang 2025, perusahaan ini juga memperluas eksposur merek melalui sejumlah kerja sama lintas sektor dan aktivitas pemasaran. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga visibilitas di tengah persaingan yang semakin ketat, khususnya di segmen konsumen muda.
Di luar pasar domestik, produsen alas kaki tersebut mencatatkan eksposur internasional melalui pemasangan media luar ruang di kawasan Shibuya, Jepang. Aktivitas ini dinilai sebagai upaya simbolis untuk memperkenalkan merek manufaktur daerah ke pasar global.
Memasuki tahun 2026, UNERD menargetkan pertumbuhan yang lebih positif dan berkelanjutan, baik dari sisi produk, distribusi maupun kolaborasi. Fokus tersebut sejalan dengan visi UNERD untuk terus mendorong perkembangan industri alas kaki lokal dan membuktikan bahwa brand Indonesia mampu memiliki daya saing. (I-1)
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Indonesia dan AS masih bernegosiasi tarif untuk beberapa komoditas yang tidak bisa diproduksi AS untuk dikenakan tarif 0%.
Alas kaki mencakup berbagai jenis seperti sepatu, sandal, sepatu boots, hingga sepatu olahraga.
Pada kuartal pertama 2025, nilai ekspor produk alas kaki Indonesia mencapai 1,89 miliar dolar AS, meningkat 13,80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Terinspirasi dari filosofi ikan koi, simbol ketangguhan dan keindahan yang tak bisa diduplikasi, Oscar Dainichi hadir dengan pola dan gradasi warna yang tidak pernah sama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved