Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pemerintah Targetkan Pakaian Jadi dan Sepatu Dapat Tarif Impor di Bawah 19%

Naufal Zuhdi
15/11/2025 04:26
Pemerintah Targetkan Pakaian Jadi dan Sepatu Dapat Tarif Impor di Bawah 19%
Ilustrasi: Pekerja menyelesaikan pesanan produk tekstil untuk ekspor di pabrik PT Sari Warna Asli Tekstil (Sari Warna) Solo, Jawa Tengah.(Antara/Maulana Surya)

PEMERINTAH menargetkan dua komoditas yakni pakaian jadi dan sepatu Indonesia bisa mendapatkan tarif impor di bawah 19% dari Amerika Serikat (AS).

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Edi Prio Pambudi mengatakan, pakaian jadi dan sepatu merupakan produk yang tidak bisa diproduksi AS dalam waktu dekat.

"Beberapa produk kita yang memang dibutuhkan mereka dan tidak mungkin disediakan mereka dalam waktu dekat, kita tetap akan upayakan untuk bisa dikerjasamakan dengan tarif yang lebih rendah. (Misalnya) pakaian jadi, sepatu. Itu harus (diupayakan tarif di bawah 19%) karena kita juga sudah banyak memberikan manfaat kepada mereka (AS). Jadi kita harus seimbang," kata Edi di kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (14/11).

Ia menambahkan, Indonesia dan AS masih bernegosiasi tarif untuk beberapa komoditas yang tidak bisa diproduksi AS untuk dikenakan tarif 0%. Negosiasi tersebut, sambungnya, ditargetkan rampung pada November ini sesuai dengan fleksibilitas pemerintah AS.

"Kalau bisa sampai bulan ini bisa bisa selesai, kita dorong selesai bulan ini. Semua tergantung pada fleksibilitas dari AS untuk bisa memahami ini," jelasnya.

Di samping itu, Edi juga menegaskan bahwa Indonesia bukan penyebab dari defisit perdagangan Amerika Serikat karena Indonesia melakukan perdagangan yang fair dengan Amerika Serikat.

"Kita juga ingin tetap memfasilitasi apabila terjadi persoalan yang berhubungan dengan barang-barang impor dari Amerika. Kita komit dengan itu, karena itu tidak hanya dengan Amerika, dengan semua negara, kita akan membenahi itu semua," pungkas Edi. (Fal/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya