Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kelahiran Bayi Panda di Taman Safari Jadi yang Pertama di ASEAN

Cahya Mulyana
06/1/2026 16:32
Kelahiran Bayi Panda di Taman Safari Jadi yang Pertama di ASEAN
Menhut Raja Juli Antoni (tengah) dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Rakyat Tiongkok Wang Lu Tong (kiri).(dok. istimewa)

KELAHIRAN seekor bayi Giant Panda di Taman Safari Indonesia menjadi kabar menggembirakan bagi dunia konservasi nasional dan global. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menilai hal ini menandai tonggak penting konservasi satwa langka di kawasan Asia Tenggara.

“Panda ini merupakan Mega biodiversity  di dunia yang kita miliki. Kelahiran panda ini tidak hanya kelahiran satwa yang luar biasa pentingnya di muka bumi, namun juga ini menyimbolkan kuatnya diplomasi antara Indonesia dan Republik Tiongkok,” ujar Menhut Raja Juli Antoni, di Taman Safari , Selasa (6/1).

Dalam acara pengumuman kelahiran bayi Giant Panda ini turut dihadiri oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Rakyat Tiongkok Wang Lu Tong, Pendiri Taman Safari Indonesia Jansen Manansang, Pendiri Taman Safari Frans Manansang, hingga Directur of Taman Safari Indonesia Aswin Samampau.

Menhut Raja Antoni menyampaikan rasa syukur atas kelahiran anak panda dari induk Hu Chun dan Cai Tao pada 27 November 2025 pukul 17.31 WIB. Kedua induk panda tersebut merupakan bagian dari kerja sama breeding loan antara Indonesia dan China Conservation and Research Center for the Giant Panda (CCRCGP), yang telah berlangsung sejak kedatangan panda ke Indonesia pada 2017.

“Alhamdulillah Bapak Presiden Prabowo memberikan nama yang sangat baik, Satrio Wiratama, yang berarti seorang kesatria yang berani dan berbudi luhur. Suatu nama yang baik, sangat bermakna dan kita ucapkan terima kasih ke pada Pak Presiden Prabowo,” ujar Menhut.

Menhut Raja Antoni menilai bahwa kelahiran Satrio Wiratama memiliki arti strategis. Sebab keberhasilan kelahiran ini tidak terlepas dari penerapan Assisted Reproductive Technology (ART) melalui kolaborasi ilmiah lintas negara, melibatkan Taman Safari Indonesia, CCRCGP Tiongkok, Leibniz-Institute for Zoo and Wildlife Research (IZW) Jerman, serta IPB University.

“Ini tidak hanya kelahiran yang menggembirakan, kita menunggu dengan waktu yang cukup lama, ada 4 kali perkawinan yang normal tapi akhirnya kita memiliki ART atau bayi tabung,” ujar Menhut Raja Antoni.

Menhut Raja Antoni mengatakan proses kedatangan Panda hingga akhirnya lahir bayi Panda di Indonesia bukan hal yang singkat, namun melewati 3 kepemimpinan Presiden Indonesia. Momentum kelahiran bayi Giant Panda diharapkan dapat memperkuat kerja sama internasional dan komitmen bersama dalam menjaga keanekaragaman hayati global.

“Usaha mendatangkan dua ekor panda Bapak ibunya Rio ini telah dilakukan pada masa Presiden Pak SBY, kemudian diterima pada tahun 2017 oleh Presiden Joko Widodo, dan akhirnya lahirlah bayi Rio ini pada kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, jadi ini merupakan momen yang luar biasa 3 presiden menyaksikan perkembangan sejarah Panda yang ada di Indonesia,” sambungnya. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik