Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Pemerintah Godok Inpres Khusus Penyelamatan Gajah Sumatra 

Media Indonesia
05/3/2026 19:18
Pemerintah Godok Inpres Khusus Penyelamatan Gajah Sumatra 
Keterangan foto: Kabar menggembirakan bagi dunia konservasi berlangsung di Provinsi Riau. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau memberitakan pada Sabtu (6/4) sekitar pukul 03.30 WIB(BBKSDA Riau)

PEMERINTAH menyiapkan rancangan instruksi presiden atau inpres penyelamatan populasi Gajah Sumatra. Salah satu mamalia terbesar itu kini semakin menyusut habibatnya di alam.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjelaskan keberadaan Inpers urgen dilakukan sebab Gajah Sumatra kini mengalami fragmentasi. Ia menyebut sebelumnya ada 44 kantong habitat gajah di Sumatra, kini terus menyusut.

"Minggu pertama saya bekerja sebagai menteri kehutanan, tercatat tinggal 12 kantong gajah, dan satu bulan kemudian tinggal 11," ungkap Menhut di Pekanbaru, Kamis (5/3).

Inpers, kata Menhut, akan fokuskan menghubungkan kembali kantong-kantong habitat  Gajah Sumatra yang terpisah. 

"Kami akan menghubungkan antar kantong gajah yang tersisa dan juga memperkuat konektivitas di dalam kantong habitat," paparnya.

Menurutnya penyusutan jumlah kantong habitat  Gajah Sumatra akibat adanya praktik ilegal di kawasan hutan. Hal itu menyebabkan habitat gajah terpecah dan terisolasi. 

Populasi Gajah Sumatra, tegas Menhut, terancam punah. Jumlah yang tersisa sekitar 1.200 ekor yang tersebar dari Aceh hingga Lampung. 

Selain itu, pemerintah memberikan perhatian pada perburuan liar Gajah Sumatra.

"Perburuan liar yang mencari gading (Gajah Sumatra) harus terus diantisipasi," pungkasnya. (Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya